Tidak pernah diomeli ortu karena hobinya sama dengan bapak
Hobi Alvin ini sering tidak dianggap tak produktif, tak menghasilkan uang. Ia bahkan kerap mendengar gosip-gosip miring tetangga tentang dirinya yang dianggap gagal. Kuliah tinggi-tinggi, tapi malah ngerjain hal-hal yang nggak ada duitnya, kira-kira demikian celoteh tetangganya.
Namun, lucunya, orang tua Alvin tak pernah mempermasalahkannya. Sambil melempar jokes, ia bilang aman dari omelan ortu karena ayahnya sama-sama hobi pelihara burung.
“Bapak itu kicau mania juga, bahkan dia sering beli yang agak mahal. Mana bisa ibu mau marah,” ujar lulusan S2 ini, sambil tertawa.
Namun, kalau mau jawaban serius, kata Alvin, orang tuanya memahami betapa susahnya cari kerja hari ini. Apalagi, situasi dunia kerja hari ini sedang tak baik-baik saja.
“Apalagi aku lulusan S2, banyak perusahaan cukup selektif. Menganggap standardku cukup tinggi, gaji lebih dari rata-rata jadi dianggap nggak sehat buat perusahaan,” kata dia.
Tetap akan jadi kicau mania walaupun sudah dapat kerja
Namun, Alvin percaya, rezeki pasti akan datang, walaupun untuk waktunya entah kapan. Untuk saat ini, ia hanya bisa berusaha dengan tetap menyebar lamaran pekerjaan di berbagai platform yang tersedia sambil sesekali bertanya dengan relasinya.
Uniknya, ketika ditanya apakah dia bakal meninggalkan hobinya ini saat sudah sibuk kerja nanti, ia dengan tegas menjawab: “tidak akan”. Baginya, menjadi kicau mania bukan sekadar hobi, tapi pelepas stres sekaligus teman masa-masa nganggurnya.
“Banyak yang mikir memelihara burung cuma soal burung dan kicaunya. Itu salah,” kata dia. “Di sini aku juga belajar soal menjalin relasi dengan sesama pecinta burung, dan rata-rata mereka juga anak muda sepertiku. Jadi obrolannya bisa ngalor-ngidul, nggak cuma bicara burung.”
Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Muchamad Aly
BACA JUGA: Lulusan S3 di Jogja Tolak Tawaran Jadi Dosen karena Takut Kehilangan Waktu Luang untuk Mancing atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan












