Menjadi konten kreator perjalanan tak selalu menyenangkan seperti yang dilihat orang. Muhammad Akbar Suhendar (18) pernah memulai kariernya hanya dengan modal Rp500 ribu untuk keliling Indonesia, hingga titik di mana tabungannya benar-benar menyisakan nol rupiah di Lombok.
Cita-cita ingin jadi konten kreator perjalanan dari SMP
Sekitar tahun 2021, Akbar yang masih duduk di kelas 1 SMP merasa pembelajaran di kelas tidak efektif apalagi semasa Covid-19. Sistem pembelajaran yang selalu online membuatnya kurang cocok, sehingga dia berdiskusi dengan orang tuanya untuk berhenti.
“Kami sepakat kalau aku keluar dari sekolah formal dan masuk ke sebuah pondok pesantren di Cianjur. Di sana aku fokus belajar ilmu agama saja, tanpa sekolah formal. Sampai tahun 2024, aku akhirnya keluar dari pondok,” kata Akbar kepada Mojok, Selasa (21/7/2026).
“Jadi sebenarnya aku bukan berhenti belajar, tapi memilih jalur pendidikan yang berbeda dan keputusan itu juga bukan keputusan sepihak, melainkan hasil kesepakatan bersama orang tua,” lanjutnya.
Setelah masuk pondok pesantren, Akbar tak terhindar dari nyinyiran walaupun tidak banyak. Namun, Akbar memilih tidak terlalu memikirkannya. Sebab menurutnya, setiap orang selalu punya jalan yang berbeda. Seperti mimpinya menjadi seorang konten kreator perjalanan.
“Memang ada saja yang bilang, ‘sayang banget ya sekolahnya nggak dilanjut’, tapi nggak semua orang harus langsung paham sama pilihan yang kita ambil,” kata Akbar.
Tak perlu membuktikan diri dengan gelar sarjana
Seiring berjalannya waktu, Akbar tak menampik ada keinginan untuk melanjutkan pendidikan sampai sarjana, alih-alih hanya berbekal ijazah SD. Namun, dia sadar jalannya tidak akan mudah. Pada akhirnya, Akbar lebih memilih fokus menjalani prosesnya sendiri daripada sibuk membuktikan sesuatu ke orang lain.
Toh, profesinya sebagai konten kreator perjalanan selama ini memberikannya banyak pelajaran langsung soal kehidupan. Mulai dari orang-orang yang dia temui maupun pengalaman yang dia alami sendiri.
“Aku bersyukur, karena semua keputusan yang pernah aku ambil, baik masuk pondok maupun memulai perjalanan keliling Indonesia, justru membentuk ku sampai ada di titik sekarang,” ujarnya.
Jalan pahit menjadi seorang konten kreator perjalanan
Saat ini, Akbar perlahan-lahan bisa mewujudkan mimpinya hanya dengan ijazah SD. Sebagai konten kreator perjalanan yang memiliki 47,5 ribu pengikut di Instagram, konten-kontennya sering menginspirasi banyak orang.
Akbar sadar, konten yang disukai oleh pengikutnya memuat cerita kejujuran sehingga terasa dekat dengan mereka. Sebelum meraih pencapaian seperti sekarang, Akbar mengaku harus melewati banyak tantangan.
Misalnya, nekat keliling Indonesia hanya dengan modal Rp500 ribu di awal kariernya hingga membuat ratusan video yang sepi penonton. Tak pelak, kejadian itu sempat membuatnya lelah dan meragukan diri sendiri sebagai konten kreator perjalanan.
Beruntung, Akbar tak berhenti. Sampai akhirnya dia menemukan formula yang tepat, yakni cerita soal proses, perjuangan, dan pengalaman jujur yang dia rasakan selama perjalanan tanpa berusaha pura-pura agar terlihat menyenangkan.
Perjuangan Akbar pun membuahkan hasil. Konten yang dia buat sudah lebih dari cukup untuk mendukung kebutuhan hidup dan perjalanan yang dia jalani.
“Sumber penghasilannya berasal dari kerja sama dengan brand, media sosial, dan beberapa proyek lainnya yang berkaitan dengan konten,” kata Akbar.
Konten kreator mengajari langsung kerasnya hidup
Lebih dari sekadar materi, Akbar berujar seandainya tidak menjadi konten kreator perjalanan seperti sekarang, dia mungkin kebingungan dengan masa depannya yang hanya berbekal ijazah SD.
Lewat perjalanannya keliling Indonesia, dia tidak hanya menemukan arah tapi juga motivasi untuk hidup. Salah satu perjalanan yang selalu tertanam dalam ingatannya adalah di Lombok. Bukan karena pemandangan alamnya saja yang indah, melainkan tantangan dan orang-orang yang dia temui.
“Waktu itu uangku benar-benar habis, sampai nol rupiah tapi aku dipertemukan dengan banyak orang baik di Lombok. Mereka bantu aku dari makan, tempat tidur, sampai memperlakukanku seperti keluarga, padahal kami baru kenal beberapa minggu,” kata Akbar.
“Ketika aku harus meninggalkan Lombok setelah sekitar 70 hari tinggal di sana untuk lanjut perjalanan ke Nusa Tenggara Timur, aku benar-benar menangis karena seperti meninggalkan rumah. Lombok benar-benar mengajarkan aku kalau keluarga itu nggak selalu harus terikat hubungan darah,” lanjutnya.
6 bulan perjalanan, berhasil kunjungi 27 titik
Setelah 6 bulan berkelana, Akbar pun berhasil menempuh 27 destinasi alam di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga Sulawesi Selatan.
Dia berharap lewat konten-konten yang dia buat dapat menginspirasi banyak orang. Bahwa latar belakang tidak menjadi batasan untuk memiliki mimpi besar. Buktinya, dia bisa menjadi konten kreator perjalanan seperti sekarang.
“Di luar itu semua, aku punya satu harapan sederhana yakni sukses dan membahagiakan kedua orang tuaku. Kalau aku tidak bisa membuat mereka bangga melalui pendidikan tinggi, setidaknya aku ingin membuat mereka bangga lewat perjuangan, pencapaian, dan hasil dari kerja keras yang aku lakukan hari ini,” kata Akbar.
Dalam waktu dekat, Akbar sedang mempersiapkan sebuah ekspedisi yang akan dia beri nama LINTAS RAYA. Untuk mewujudkan ekspedisi itu, dia masih mencari orang-orang yang mau merintis bersama mulai dari nol, terutama untuk membangun tim konten YouTube.
“LINTAS RAYA bukan cuma tentang aku yang keliling Indonesia tapi bisa menjadi perjalanan yang mengajak lebih banyak orang untuk melihat, mengenal, dan mencintai Indonesia dari sisi yang mungkin belum banyak diketahui,” tegasnya.
Penulis: Aisyah Amira Wakang
Editor: Muchammad Aly Reza
BACA JUGA: Nekat Keliling Indonesia Bermodal Ijazah SD, Mantan Pedagang Es Krim Asal Garut Ini Malah Sukses Jadi Konten Kreator Perjalanan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan
