Kembalinya boyband Bangtan Sonyeondan alias BTS setelah hiatus hampir 4 tahun karena wajib militer di Korea, menjadi salah satu momen yang paling dinanti ARMY (penggemar resmi BTS) tahun ini. Bahkan, Netflix ikut menyiarkan langsung konser BTS yang merilis album mereka berjudul ARIRANG agar bisa ditonton secara global.
Tak pelak, topik itu menjadi perbincangan hangat di media sosial, bahkan di hari pertama saya ngantor usai libur Lebaran. Utamanya soal lagu-lagu BTS di album ARIRANG. Ada yang mengaku senang dan ada pula yang heran.
“Kok di album ARIRANG ini aku ngerasa beda ya musiknya dengan lagu-lagu mereka sebelumnya? Kayak bukan BTS gitu,” kata Chania yang sudah menjadi penggemar BTS sejak tahun 2019.
“Iya ya, apalagi yang lagu utamanya ‘SWIM’. Nadanya slow, beda gitu sama musik-musik mereka sebelumnya kayak ‘Dynamite’ misalnya,” timpal yang lain.
Tak berhenti di obrolan kantor, beragam pendapat soal album ARIRANG yang rilis pada 20 Maret 2026 ini juga menjadi topik hangat di Threads. Salah satunya, Anastasia (35) yang mengaku kecewa dengan album ARIRANG milik BTS kali ini.
Kecewa dengan ekspektasi sendiri terhadap lagu baru BTS
“Aku bukannya nggak suka dengan album ARIRANG, cuma aku lebih kecewa dengan ekspektasi yang aku buat sendiri. Awalnya aku berharap atmosfer di album ini bakal sama seperti lagu ‘Daechwita’ atau ‘Ddaeng’, tapi ternyata jauh berbeda,” ujar Anastasia saat dihubungi Mojok, Sabtu (28/3/2026).
Anastasia sendiri pertama kali mendengarkan lagu BTS berjudul “Life Goes On” yang dirilis tahun 2020. Dari situ, ia pelan-pelan mendengarkan musik BTS yang lain, mulai dari album pertama hingga terakhir.
“Aku sebetulnya suka genre pop dan ballad. Awalnya agak maksa diri juga buat dengerin lagu mereka yang bergenre hip hop selama berhari-hari, sampai akhirnya terbiasa dan suka,” ujarnya.
Semakin sering didengar dan diresapi liriknya, kata Anastasia, semakin dia cinta. Alih-alih menyukai fisik para anggotanya yang tampan menurut sebagian perempuan, Anastasia justru kepincut pertama kali oleh lirik lagu BTS yang berisi soal perjuangan dan nilai-nilai para anggotanya.
Metode itu pula yang kemudian ia terapkan untuk memahami lagu-lagu di album ARIRANG yang awalnya bikin dia kecewa. Setelah mencoba memahami liriknya, Anastasia jadi lega karena ARIRANG sejatinya memang sudah kembali pada akar BTS.
“Aku hanya belum terbiasa dengan iramanya dan mungkin itu juga yang dirasakan oleh penggemar lain. Namun, setelah aku tahu kalau ARIRANG punya makna yang mendalam di Korea seperti kerinduan. Baru di sana aku mikir, oh ya mungkin judulnya ARIRANG memang karena ini bentuk interpretasi BTS atas makna ‘arirang’ itu sendiri,” tutur Anastasia.
Proses pengerjaan album ARIRANG yang penuh tekanan
Seolah mendengar banyak keraguan dari penggemar, tak butuh waktu lama bagi BTS untuk menjawabnya lewat film dokumenter “BTS: The Return” yang tayang di Netflix pada 27 Maret 2026—sepekan setelah album ARIRANG rilis.
Dalam dokumenter berdurasi 93 menit itu, terekam perjalanan emosional tiap anggota mengenai masa depan boyband mereka yang sudah berlangsung 12 tahun. Bahkan Kim Namjoon alias RM, leader dari BTS menyebut kembalinya mereka setelah hiatus adalah sebuah keajaiban.
“Kehidupan BTS selama 12 tahun adalah berkah. Biasanya, kehidupan artis K-pop sangat singkat tapi untungnya kehidupan kami diperpanjang,” ujar RM.
“Masalahnya kami harus memutuskan apa yang harus dipertahankan dan diubah, dan untuk pertanyaan semacam itu, tak ada yang tahu (jawabannya),” lanjutnya.
Bagi BTS yang kerap mendapatkan penghargaan berkali-kali secara global, mereka tak terlepas dari banyak tekanan. Oleh karena itu, dalam proses kreatifnya menciptakan album ARIRANG di Los Angeles, mereka perlu melakukan banyak eksperimen.
Ketujuh anggota juga berdiskusi secara jujur tentang insecurity mereka saat menghadapi transisi musisi di usia 30-an, serta bagaimana respons penggemar setelah mereka lama tidak manggung.
“Aku ingin tahu apakah perasaan mereka terhadap kami sudah berubah?” kata Kim Taehyung alias V.
Alasan “SWIM” sebagai lagu utama
BTS pun tidak menampik akan ada banyak penggemar yang mungkin ragu dengan album ARIRANG. Seperti kata Jimin, akan ada orang yang penasaran mengapa BTS mengambil “SWIM” sebagai lagu utama, alih-alih memilih lagu yang menunjukkan tarian lebih kuat seperti “Hooligan” dan “NORMAL”.
Baik Jimin maupun anggota lainnya pun mengakui jika lagu “SWIM” terkesan lembut dan sangat berbeda dari gaya BTS biasanya. Namun, mereka harus mengambil risiko itu karena lagu “SWIM” punya makna penting bagi mereka.
“Saat lagu itu terus dinyanyikan seperti ‘swim’, kedengarannya bukan seperti perintah atau rekomendasi, tapi hanya suara, ‘swim’. Bisa saja seperti gambaran tentang seseorang atau diriku yang hampir menyerah tapi bukan menyerah sepenuhnya,” kata RM.
Meski begitu, bukan berarti lagu lainnya tidak penting. Seperti misalnya lagu “NORMAL”. Saat membuat metafora ‘kerosene, dopamine, chemical induced, fantasy and fame, yeah the things we choose’ dalam lagu “NORMAL”, RM mengaku sempat memikirnya lama karena ingin membuat lirik yang menggambarkan BTS sekarang lebih dewasa.
“Aku tak tahu apa yang aku mau. Setelah bekerja, setelah sesi itu kami pulang sekitar pukul 8 malam, kami punya waktu sekitar 5-6 jam sebelum tidur. Aku tak tahu mau apa dan itu normal,” ujarnya.
Makna dari lagu-lagu BTS yang membuat ARMY jatuh cinta
Pada akhirnya, BTS berhasil membuktikan rentang luasnya musik mereka, yang mana selalu bisa memberikan warna baru dalam karyanya tanpa menghilangkan akar dari BTS itu sendiri. Seperti saat mereka merilis lagu “ON” dan “Black Swan”, lalu ke “Life Goes On” pada tahun 2020.
“Lagu-lagu di album ARIRANG sama seperti itu, BTS menunjukkan kalau mereka punya musical range yang bikin kita mikir ‘oh, masih bisa baru lagi ya?’ dan ini warna baru dari musik mereka tapi tetap dengan nuansa dan rasa khas dari BTS,” kata Billqis (24) yang menyukai musik BTS sejak tahun 2017.
“Dari mana nuansa dan rasa khasnya ini? Dari melodi mereka di mana setiap anggota tentu punya ciri khas atau rapnya masing-masing,” lanjutnya.
Dari 14 lagu BTS dalam album ARIRANG, Billqis mengaku paling suka dengan lagu “SWIM” karena cocok dengan imajinasi dan konsep soal romansa yang ia punya, bagaimana ia ingin dicintai dan diperlakukan oleh pasangannya kelak.
“Tapi jujur aku nggak pernah suka lagu tertentu, aku suka makna lagu mereka yang bisa menggambarkan soal romansanya hidup, bahkan bahas soal mental health yang bikin aku sampai tertegun untuk meresapi liriknya. Ada lagi lagu mereka soal politik yang bikin pola pikirku berubah.”
Penulis: Aisyah Amira Wakang
Editor: Muchammad Aly Reza
BACA JUGA: Baby Boomers dan Gen X Beri Alasan Mengapa Mereka Menyukai Sheila on 7 dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan














