Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Sekecewanya ARMY dengan Album “ARIRANG”, Patut Diakui kalau Lagu-lagu BTS Selamatkan Hidup Banyak Orang

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
29 Maret 2026
A A
Album baru ARIRANG BTS. MOJOK.CO

BTS comeback dengan album baru ARIRANG. (Sumber: Instagram/@bighit.music)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kembalinya boyband Bangtan Sonyeondan alias BTS setelah hiatus hampir 4 tahun karena wajib militer di Korea, menjadi salah satu momen yang paling dinanti ARMY (penggemar resmi BTS) tahun ini. Bahkan, Netflix ikut menyiarkan langsung konser BTS yang merilis album mereka berjudul ARIRANG agar bisa ditonton secara global.

Tak pelak, topik itu menjadi perbincangan hangat di media sosial, bahkan di hari pertama saya ngantor usai libur Lebaran. Utamanya soal lagu-lagu BTS di album ARIRANG. Ada yang mengaku senang dan ada pula yang heran.

“Kok di album ARIRANG ini aku ngerasa beda ya musiknya dengan lagu-lagu mereka sebelumnya? Kayak bukan BTS gitu,” kata Chania yang sudah menjadi penggemar BTS sejak tahun 2019.

“Iya ya, apalagi yang lagu utamanya ‘SWIM’. Nadanya slow, beda gitu sama musik-musik mereka sebelumnya kayak ‘Dynamite’ misalnya,” timpal yang lain.

Tak berhenti di obrolan kantor, beragam pendapat soal album ARIRANG yang rilis pada 20 Maret 2026 ini juga menjadi topik hangat di Threads. Salah satunya, Anastasia (35) yang mengaku kecewa dengan album ARIRANG milik BTS kali ini.

Kecewa dengan ekspektasi sendiri terhadap lagu baru BTS

“Aku bukannya nggak suka dengan album ARIRANG, cuma aku lebih kecewa dengan ekspektasi yang aku buat sendiri. Awalnya aku berharap atmosfer di album ini bakal sama seperti lagu ‘Daechwita’ atau ‘Ddaeng’, tapi ternyata jauh berbeda,” ujar Anastasia saat dihubungi Mojok, Sabtu (28/3/2026).

Anastasia sendiri pertama kali mendengarkan lagu BTS berjudul “Life Goes On” yang dirilis tahun 2020. Dari situ, ia pelan-pelan mendengarkan musik BTS yang lain, mulai dari album pertama hingga terakhir.

“Aku sebetulnya suka genre pop dan ballad. Awalnya agak maksa diri juga buat dengerin lagu mereka yang bergenre hip hop selama berhari-hari, sampai akhirnya terbiasa dan suka,” ujarnya.

Semakin sering didengar dan diresapi liriknya, kata Anastasia, semakin dia cinta. Alih-alih menyukai fisik para anggotanya yang tampan menurut sebagian perempuan, Anastasia justru kepincut pertama kali oleh lirik lagu BTS yang berisi soal perjuangan dan nilai-nilai para anggotanya.

Metode itu pula yang kemudian ia terapkan untuk memahami lagu-lagu di album ARIRANG yang awalnya bikin dia kecewa. Setelah mencoba memahami liriknya, Anastasia jadi lega karena ARIRANG sejatinya memang sudah kembali pada akar BTS.

“Aku hanya belum terbiasa dengan iramanya dan mungkin itu juga yang dirasakan oleh penggemar lain. Namun, setelah aku tahu kalau ARIRANG punya makna yang mendalam di Korea seperti kerinduan. Baru di sana aku mikir, oh ya mungkin judulnya ARIRANG memang karena ini bentuk interpretasi BTS atas makna ‘arirang’ itu sendiri,” tutur Anastasia.

Proses pengerjaan album ARIRANG yang penuh tekanan

Seolah mendengar banyak keraguan dari penggemar, tak butuh waktu lama bagi BTS untuk menjawabnya lewat film dokumenter “BTS: The Return” yang tayang di Netflix pada 27 Maret 2026—sepekan setelah album ARIRANG rilis.

Dalam dokumenter berdurasi 93 menit itu, terekam perjalanan emosional tiap anggota mengenai masa depan boyband mereka yang sudah berlangsung 12 tahun. Bahkan Kim Namjoon alias RM, leader dari BTS menyebut kembalinya mereka setelah hiatus adalah sebuah keajaiban. 

“Kehidupan BTS selama 12 tahun adalah berkah. Biasanya, kehidupan artis K-pop sangat singkat tapi untungnya kehidupan kami diperpanjang,” ujar RM.

Iklan

“Masalahnya kami harus memutuskan apa yang harus dipertahankan dan diubah, dan untuk pertanyaan semacam itu, tak ada yang tahu (jawabannya),” lanjutnya.

Bagi BTS yang kerap mendapatkan penghargaan berkali-kali secara global, mereka tak terlepas dari banyak tekanan. Oleh karena itu, dalam proses kreatifnya menciptakan album ARIRANG di Los Angeles, mereka perlu melakukan banyak eksperimen.

Ketujuh anggota juga berdiskusi secara jujur tentang insecurity mereka saat menghadapi transisi musisi di usia 30-an, serta bagaimana respons penggemar setelah mereka lama tidak manggung. 

“Aku ingin tahu apakah perasaan mereka terhadap kami sudah berubah?” kata Kim Taehyung alias V.

Alasan “SWIM” sebagai lagu utama

BTS pun tidak menampik akan ada banyak penggemar yang mungkin ragu dengan album ARIRANG. Seperti kata Jimin, akan ada orang yang penasaran mengapa BTS mengambil “SWIM” sebagai lagu utama, alih-alih memilih lagu yang menunjukkan tarian lebih kuat seperti “Hooligan” dan “NORMAL”. 

Baik Jimin maupun anggota lainnya pun mengakui jika lagu “SWIM” terkesan lembut dan sangat berbeda dari gaya BTS biasanya. Namun, mereka harus mengambil risiko itu karena lagu “SWIM” punya makna penting bagi mereka.

“Saat lagu itu terus dinyanyikan seperti ‘swim’, kedengarannya bukan seperti perintah atau rekomendasi, tapi hanya suara, ‘swim’. Bisa saja seperti gambaran tentang seseorang atau diriku yang hampir menyerah tapi bukan menyerah sepenuhnya,” kata RM.

Meski begitu, bukan berarti lagu lainnya tidak penting. Seperti misalnya lagu “NORMAL”. Saat membuat metafora ‘kerosene, dopamine, chemical induced, fantasy and fame, yeah the things we choose’ dalam lagu “NORMAL”, RM mengaku sempat memikirnya lama karena ingin membuat lirik yang menggambarkan BTS sekarang lebih dewasa. 

“Aku tak tahu apa yang aku mau. Setelah bekerja, setelah sesi itu kami pulang sekitar pukul 8 malam, kami punya waktu sekitar 5-6 jam sebelum tidur. Aku tak tahu mau apa dan itu normal,” ujarnya. 

Makna dari lagu-lagu BTS yang membuat ARMY jatuh cinta

Pada akhirnya, BTS berhasil membuktikan rentang luasnya musik mereka, yang mana selalu bisa memberikan warna baru dalam karyanya tanpa menghilangkan akar dari BTS itu sendiri. Seperti saat mereka merilis lagu “ON” dan “Black Swan”, lalu ke “Life Goes On” pada tahun 2020.

“Lagu-lagu di album ARIRANG sama seperti itu, BTS menunjukkan kalau mereka punya musical range yang bikin kita mikir ‘oh, masih bisa baru lagi ya?’ dan ini warna baru dari musik mereka tapi tetap dengan nuansa dan rasa khas dari BTS,” kata Billqis (24) yang menyukai musik BTS sejak tahun 2017. 

“Dari mana nuansa dan rasa khasnya ini? Dari melodi mereka di mana setiap anggota tentu punya ciri khas atau rapnya masing-masing,” lanjutnya.

Dari 14 lagu BTS dalam album ARIRANG, Billqis mengaku paling suka dengan lagu “SWIM” karena cocok dengan imajinasi dan konsep soal romansa yang ia punya, bagaimana ia ingin dicintai dan diperlakukan oleh pasangannya kelak.

“Tapi jujur aku nggak pernah suka lagu tertentu, aku suka makna lagu mereka yang bisa menggambarkan soal romansanya hidup, bahkan bahas soal mental health yang bikin aku sampai tertegun untuk meresapi liriknya. Ada lagi lagu mereka soal politik yang bikin pola pikirku berubah.”

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Baby Boomers dan Gen X Beri Alasan Mengapa Mereka Menyukai Sheila on 7 dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 29 Maret 2026 oleh

Tags: ARIRANGARMYBTSBTS comebackdokumenter btsfilm dokumentermakna lagu btsNetflixSWIM
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

“Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian .MOJOK.CO
Seni

“Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 

11 Januari 2026
ratu-ratu queens.MOJOK.CO
Seni

Ratu-Ratu Queens The Series: Ketika Empat Perempuan Membangun “Rumah” di Negeri Orang

21 Oktober 2025
Netfix Hadirkan Losmen Bu Broto: Wulan Guritno Hadir dengan  Cinta yang Pelik MOJOK.CO
Hiburan

Netflix Hadirkan Losmen Bu Broto: Wulan Guritno Datang dengan Cinta yang Pelik

7 Juni 2025
Netflix dan JAFF Membibit Talenta Perfilman Indonesia Melalui REEL LIFE Film Camp.MOJOK.CO
Seni

Netflix dan JAFF Membibit Talenta Perfilman Indonesia Melalui REEL LIFE Film Camp

3 Desember 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) diajar dosen absurd. Mata kuliah (matkul) apa yang diajar apa. Fokus mengharamkan dan mengkafirkan pihak lain MOJOK.CO

Diajar Dosen “Absurd” saat Kuliah UIN: Isi Matkul Paksa Sesatkan dan Mengafirkan, Ujian Akhirnya Praktik Wudu yang Berakhir Nilai C

29 Maret 2026
Realitas Pahit di Film “Tunggu Aku Sukses Nanti” yang Bikin Gen Z Menangis: Susah Cari Kerja dan “Dihina” Saat Kumpul Keluarga. MOJOK.CO

Realitas Pahit Film “Tunggu Aku Sukses Nanti” yang Bikin Gen Z Menangis: Susah Cari Kerja dan Dihina Saat Kumpul Keluarga

27 Maret 2026
Ironi silaturahmi Lebaran bersama keluarga

Sisi Gelap Lebaran: Melelahkan karena Harus Tampak Bahagia, padahal Menderita Bersikap “Baik” dan Kehabisan Energi Sosial

23 Maret 2026
tunggu aku sukses nanti.MOJOK.CO

“Tunggu Aku Sukses Nanti”: Ketika Sandwich Generation Bermimpi, Orang Lain Tak Kehabisan Cara Buat Mencaci

26 Maret 2026
Derita Pekerja Jogja Pindah Jakarta: Gaji Lebih Mending, tapi Semua Serba Cepat dan Nggak Pakai Hati Mojok.co

Derita Pekerja Jogja Pindah Jakarta: Gaji Lebih Tinggi, tapi Semua Serba Cepat dan Nggak Pakai Hati

25 Maret 2026
5 Kuliner Dekat Stasiun Tugu Jogja yang Sudah Teruji Lidah Warlok, Layak Dicoba Sebelum atau Sesudah Naik Kereta, Mojok.co

5 Kuliner Sekitar Stasiun Tugu Jogja yang Sudah Teruji Lidah Warlok, Layak Dicoba Sebelum atau Sesudah Naik Kereta

27 Maret 2026

Video Terbaru

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026
Hantu Jawa dalam Naskah Kuno dan Maknanya di Zaman Modern

Hantu Jawa dalam Naskah Kuno dan Maknanya di Zaman Modern

26 Maret 2026
Tirta Aji Mulih Deso: Pemancingan Ikan Predator dengan Sistem Catch and Release (CNR)

Tirta Aji Mulih Deso: Pemancingan Ikan Predator dengan Sistem Catch and Release (CNR)

23 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.