Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

3 Bisnis Sarjana yang Sangat Diremehkan padahal Cuannya Tak Kalah dari Gaji PNS dan Kerja Kantoran

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
26 Agustus 2024
A A
Bisnis Sarjana yang Sering Diremehkan padahal Cuan Tak Kalah dari Gaji PNS dan Kerja Kantoran MOJOK.CO

Ilustrasi - 3 bisnis sarjana yang sering diremehkan padahal cuan tak kalah dari gaji PNS dan kerja kantoran. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

PNS atau kerja kantoran lain menjadi profesi yang didambakan oleh banyak sarjana. Salah satu faktornya tentu karena bayangan gaji besar. Cukup jarang sarjana memilih untuk merintis bisnis sendiri. Karena menganggapnya penuh perjudian.

Mojok merangkum cerita beberapa bisnis sarjana yang diremehkan, padahal cuannya tak kalah besar dari gaji PNS dan kerja kantoran.

#1 Sarjana bisnis paper bag

Bisnis paper bag pada dasarnya adalah bisnis yang tak dikehendaki oleh orang tua Iksan (28), sarjana kampus swasta Jogja. Sebab, karena sudah mengenyam pendidikan tinggi, harapan orang tua Iksan adalah agar ia lulus bisa kerja kantoran. Selain keren secara status sosial, siapa tahu ia bisa hidup layak dengan gaji besar.

Iksan lulus kuliah alias menjadi sarjana pada 2018. Pemuda asal Kulon Progo itu pun sempat mencicipi bagaimana rasanya kerja kantoran. Ia bekerja di salah satu surat kabar mainstream di Jogja, mengisi posisi di Staf SDM.

Iksan (28) tinggal kerja kantoran di Jogja demi bisnis paper bag yang beromzet Rp30 juta MOJOK.CO
Iksan (28), si pengusaha paper bag dan sewa sepatu di Jogja. (Aly Reza/Mojok.co)

“Sayangnya cuma bertahan setahun. Nggak betah karena udah kebiasaan cari uang sendiri. Jadi nggak enak aja ikut orang,” ujar Iksan saat saya temui, Rabu (8/5/2024) sore WIB.

Sejak SMA hingga kuliah, Iksan memang sudah terbiasa bisnis. Di masa-masa tersebut ia menggeluti bisnis jual beli HP. Secara hasil juga lumayan, tak kalah dari kerja penuh tekanan di bawah orang lain (kerja kantoran). Oleh karena itu ia memilih keluar dan mencoba merintis bisnis lagi.

Omzet Rp30 juta hingga buka lapangan kerja

Setelah resign, awalnya ia mencoba bisnis Warmindo. Sayangnya terhantam pandemi dan tak bisa survive lagi hingga menutupnya pada 2022. Singkat cerita, di tahun itu pula ia merintis bisnis paper bag.

“Omzet bulanan (bisnis paper bag) minimal Rp30 juta perbulan. Saya jualnya online. Tapi buat orang Jogja sendiri biasanya langsung ke sini (rumah kontrakannya di Wirobrajan, Jogja),” jelas Iksan.

Wirobrajan ia gunakan sebagai semacam toko offline. Sementara untuk produksi, ia melakukannya di rumahnya di Kulon Progo. Hingga saat ini, Iksan mengaku mempekerjakan sekitar 30-an ibu-ibu rumah tangga di rumahnya.

“Upahnya tergantung berapa banyak paper bag yang ibu-ibu lipat. Upahnya antara Rp30 ribu sampai Rp80 ribu sehari. Mereka sudah seneng karena ada pemasukan harian,” ujar sarjana kampus swasta Jogja tersebut.

Kondisi tersebut tentu saja membuat orang tuanya turut bangga. Karena meski tak kerja kantoran atau menjadi PNS, Iksan justru bisa sukses dengan bisnis yang ia rintis sendiri.

#2 Sarjana Bisnis cuci helm bikin hidup tenang

Bisnis cuci helm di Jogja sudah Ageng (35) geluti sejak 2020. Hingga saat ini, kata Sarjana kampus negeri Jogja itu, omzetnya terbilang stabil. Itulah kenapa ia merasa nyaman menggeluti bisnis tersebut.

Ketika lulus alias baru saja menjadi sarjana pada 2012, Ageng mengaku sempat bekerja di sebuah pabrik di Sukabumi, Jawa Barat. Akan tetapi ia hanya bertahan selama enam bulan saja. Karena secara gaji pun tak ada bedanya dengan di Jogja.

Sekembali di Jogja, Ageng pernah mencoba beberapa bisnis. Salah satunya bisnis ticketing. Ia juga pernah mencoba menjadi driver ojek online (ojol). Hingga akhirnya pada 2020, sarjana asli Jogja itu memilih merintis bisnis cuci helm karena sudah tertarik sejak lama.

Iklan
Alumni UNY Buka Bisnis Sewa Helm di Jogja, Omzet Memang Gede tapi Customernya kelewat Random MOJOK.CO
Ageng (35), alumni UNY yang buka jasa bisnis cuci helm di Jogja. (Aly Reza/Mojok.co)

“Untuk helm half face (biasa) ongkosnya Rp30 ribu. Sementara untuk full face Rp40 ribu. Saya menerima juga jasa cuci helm sepeda. Harganya lebih murah, Rp15 ribu,” beber Ageng saat saya mampir ke tempatnya di “Cuci Helm Mister Iceng”, Jalan Kaliurang Km 4,5, Rabu (12/6/2024) petang WIB.

“Dalam satu bulan bisa mendapat omzet sebesar Rp6,5 juta hingga Rp7 juta,” sambungnya.

#3 Buka warung makan tak bisa diremehkan

Sarjana buka warung makan entah kenapa dianggap “kurang pas”. Karena banyak orang terlanjur menganggap pekerjaan yang layak untuk para sarjana kalau bisa ya menjadi PNS agar punya kehidupan terjamin.

Meski begitu, Miko (29) tetap nekat memilih merintis bisnis kuliner: membuka warung makan di sebuah kampus swasta Bengkulu sejak tiga tahun terakhir ini.

Miko lulus dari kampus negeri di Solo pada 2019. Ketika pulang ke Bengkulu, ia memang berniat untuk bisnis kuliner keci-kecilan. Saat itu ia tertarik untuk jualan sempolan seperti di Solo.

Karena dari hasil ngobrol dengan penjual sempolan di Solo, omzetnya bisa Rp3 juta sampai Rp5 juta perbulan. Angka yang menggiurkan untuk bisnis yang sering dianggap remeh itu.

“Kalau cuma jualan kecil-kecil seperti itu, kenapa harus kuliah jauh-jauh di Solo? Toh ujung-ujungnya hanya jualan. Lulusan SD atau SMP pun bisa kalau cuma jualan kecil-kecilan seperti itu,” sayangnya, begitulah respons keluarga Miko yang ia ceritakan pada saya, Rabu (15/5/2024).

“Keluarga merasa jadi PNS itu lebih aman. Nggak ada PHK, ada pensiunan. Di mata keluarga, pekerjaan yang mapan itu ya jadi PNS,” sambung sarjana kampus negeri Solo tersebut.

Meski tak menyebut angka, Miko mengaku penghasilan dari buka warung makan di kantin kampus tak bisa disepelekan. Namun, orang tuanya masih menaruh harapan agar ia tetap mencoba mendaftar CPNS.

Miko tentu menuruti. Tapi untuk bisnis warung makannya tersebut, ia masih ingin melanjutkannya karena memang menjanjikan.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Hammam Izzuddin

BACA JUGA: 4 Renungan jika Ingin Jadi Driver Ojol, Pekerjaan Sampingan yang Tak Semudah Bayangan

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

 

Terakhir diperbarui pada 27 Agustus 2024 oleh

Tags: bisnis untuk sarjanagaji kerja kantoran di jogjagaji penskerja kantoranPNSsarjana
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Sarjana pegasuh anak, panti asuhan Muhammadiyah di Surabaya. MOJOK.CO
Urban

Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam

5 Februari 2026
14 juta pekerja terima gaji di bawah UMP/UMK, sebagian besar dari kalangan lulusan perguruan tinggi (sarjana) MOJOK.CO
Ragam

Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja

9 Januari 2026
Bapak-ibu dihina saudara sendiri karena ingin kuliahkan anak di PTN, tapi beri pembuktian. Meski anak jadi mahasiswa di PTN ecek-ecek tapi jadi sarjana pekerja kantoran MOJOK.CO
Kampus

Ortu Miskin Dihina Saudara Kaya saat Ingin Kuliahkan Anak, Meski Kuliah di PTN Ecek-ecek Malah Punya Karier Terhormat ketimbang Anak Saudara

8 Januari 2026
5 liputan terpopuler Mojok 2025. Cerita para sarjana S1 hingga lulusan S2 yang hadapi realitas menjadi pengangguran MOJOK.CO
Liputan

5 Liputan Terpopuler Mojok Sepanjang 2025: Saat Realita Dunia Kerja Menampar Para Sarjana dan Lulusan S2

1 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

bpjs kesehatan.MOJOK.CO

Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif

5 Februari 2026
Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Selatan menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun ke-42 sebagai momentum strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif dan kolaboratif MOJOK.CO

BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan

7 Februari 2026
Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana MOJOK.CO

Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana

9 Februari 2026
Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026
Mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah PTN Surabaya pertama kali makan di restoran All You Can Eat (AYCE): norak, mabuk daging, hingga sedih karena hanya beri kenikmatan sesaat MOJOK.CO

Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

6 Februari 2026
Lolos Unair lewat jalur golden ticket tanpa SNBP. MOJOK.CO

Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP

7 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.