Sebetulnya, cara memasaknya memang sederhana. Saya cukup menyiapkan air panas 60 mililiter dan menuangkan satu saset beras porang berisi 40 gram dalam satu wadah. Artinya, saya harus memasak air panas lebih dulu. Baru memasukkan beras porang setelahnya.
Lah kalau begitu, bukannya lebih praktis memasak beras biasa? Bahkan saya tak perlu menunggu airnya panas, sebab untuk memasak beras biasa kita bisa langsung merendamnya dengan air dan menunggu hingga matang sekitar 30-45 menit.
Barangkali konsepnya ingin seperti Pop Mie yang bisa dimasak langsung dalam gelas dengan menuangkan air panas, tapi dalam kemasan pun tidak dijelaskan wadah apa yang harus saya pakai, sementara gambarnya hanya berbentuk mangkok.
Karena ini percobaan pertama saya dan tidak ingin dapat hasil yang zonk, saya ambil langkah aman dengan menuangkan beras porang dan air panas bersamaan ke dalam rice cooker. Selanjutnya saya harus menunggu sekitar 20-25 menit dengan kondisi wadah tertutup hingga beras itu benar-benar matang.
Namun, setelah saya bandingkan waktu pembuatan beras biasa dan beras porang instan, rasanya sama saja. Bedanya, saya tak perlu mencuci beras ini sebelum dimasak.
Rasa beras porang aneh tidak seperti nasi
Sembari menunggu beras porang Indomaret itu matang, saya memasak cah sayur bakso sebagai lauk pelengkap. Waktu memilih lauk ini saya tidak terlalu ambil pusing karena saya kira akan cocok dipadukan dengan beras ini.
Ternyata setelah beras porang Indomaret ini jadi, saya cukup kaget karena teksturnya terasa kenyal seperti jeli. Jujur, sebagai orang awam yang pertama kali beli, lidah saya terasa kelu. Ibarat makan jeli dengan sayuran yang saya kunyah bersamaan dalam mulut.
Walaupun terasa aneh, saya tetap melahapnya. Mau menanak beras biasa pun sudah kelewat imsak. Saya jadi menyesal membeli beras porang Indomaret satu kemasan yang berisi 160 gram/4 saset seharga Rp20 ribu. Entah, akan saya pakai apa 3 saset sisanya nanti.
Terlepas dari rasanya yang aneh di lidah saya, beras porang sejatinya memiliki banyak khasiat. Melansir dari laman HaloDoc, beras porang cocok untuk individu yang sedang diet karena punya kandungan kalori dan karbohidrat yang rendah, penderita diabetes untuk mengontrol kadar gula darah, mengatasi masalah pencernaan, serta individu yang sibuk.
Barangkali saya tergolong sebagai individu yang sibuk atau malas saja memasak. Pada akhirnya, semua ini hanya masalah selera!
Penulis: Aisyah Amira Wakang
Editor: Ahmad Effendi
BACA JUGA: Private Label Indomaret Penyelamat Hidup Saat Tanggal Tua Bulan Ramadan, Murah tapi Tak Murahan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan













