Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Aktual

Solusi Menikmati Wisata Jogja di Akhir Tahun tanpa Tersiksa Macet dan Keramaian Wisatawan

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
25 Desember 2023
A A
wisata jogja.MOJOK.CO

Ilustrasi wisata Jogja (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tempat wisata Jogja di akhir tahun selalu padat merayap. Namun, ada cara dan destinasi menarik untuk menghabiskan libur panjang menyenangkan terjebak kemacetan.

Sejak pertengah Desember, volume kendaraan yang masuk ke Jogja memang naik drastis. Belum lagi, beberapa di antaranya merupakan bus-bus pariwisata berukuran besar yang menambah macet.

Buat anak muda Jogja atau mereka yang sudah lama tinggal di Jogja, libur akhir tahun adalah momen untuk menghindari titik-titik keramaian wisatawan. Mereka senang dengan hari libur panjang namun enggan terjebak dalam pusaran kepadatan yang melelahkan.

Fera (22) misalnya, menanti momen akhir tahun karena bisa libur dan ambil cuti agak panjang dari kerjanya. Sayangnya, sebagai orang Jogja, ia mengaku jenuh untuk bepergian ke tempat wisata yang ada di wilayahnya.

“Justru males bepergian,” curhatnya.

Senada, Fajar (23) juga merasa memang saatnya warga lokal agak menepi. Membiarkan destinasi wisata Jogja dipadati pelancong yang membawa perputaran uang besar ke wilayah ini.

“Memang sudah jadi kebiasaan umum, kalau akhir tahun, justru menghidari daerah yang jadi pusat kepadatan,” katanya.

Beberapa lokasi yang sudah pasti jadi pusat kepadatan di antaranya Malioboro hingga Titik Nol Kilometer, Kaliurang, dan Pantai Gunungkidul. Selain itu, pusat perbelanjaan juga jadi hampir pasti penuh kerumunan manusia.

bus pariwisata padati wisata Jogja.MOJOK.CO
Ilustrasi. Sebuah bus pariwisata masuk ke pintu gerbang Kaliurang (Mojok.co)

Untuk itu, warga Jogja seperti Fajar justru lebih nyaman menikmati momen akhir tahun untuk kumpul bareng teman. Hingga ajang reuni dengan keluarga. Memanfaatkan tempat di rumah atau lokasi-lokasi yang memang jauh dari destinasi wisata Jogja.

Buat mereka, bahkan momen penantian tahun baru yang begitu menyenangkan di Titik Nol Kilometer, terasa sudah biasa. Warga Sleman, Uni (27) misalnya, mengakui bahwa itu memang menarik.

“Tapi karena bisa sering, terlebih ramainya kadang terlalu berlebih, bertahun-tahun terakhir pilih absen saja,” ungkapnya.

Namun, meski menghindari keramaian tempat wisata Jogja, bukan berarti mereka tak punya cara untuk melewatkan Libur Natal dan Tahun Baru (nataru) dengan bermakna.

Wisata Jogja di akhir tahun buat mereka yang enggan bermacet-macetan

Selain punya kebiasaan menjadikan momen libur untuk kumpul bareng teman di daerah yang agak sepi, Fajar juga punya rekomendasi lain untuk menikmati Jogja di momen libur nataru.

“Kalau aku sih salah satu rekomendasinya ya destinasi museum sih. Catatannya, jangan yang ada di pusat kota Jogja,” paparnya.

Iklan

Kebetulan, pacarnya memang suka mengajak kencan bertema “museum date”. Banyak museum yang bisa ia eksplorasi di Sleman dan Bantul yang jauh dari kepadatan wisatawan.

“Bisa ke Museum Kotagede, Diorama Arsip Jogja, kayanya relatif sepi dan bukan pilihan wisatawan di momen akhir tahun,” katanya.

Selain itu, Fera punya cara yang agak beda. Ketimbang menghabiskan waktu bermacet-macetan di jalan sekitar tempat wisata, ia lebih memilih staycation di hotel yang juga bisa menyegarkan pikiran.

“Malah kalau mau yang agak ramaian, tapi vibes-nya bukan wisatawan, mending ke club malam. Justru lebih melegakan pikiran yang penat di akhir tahun,” paparnya.

Agak mirip dengan Fera, Uni juga lebih merekomendasikan untuk menginap di vila ketimbang datang ke berbagai tempat wisata Jogja. Menginap dan banyak berkegiatan bersama di vila baginya tetap bisa merasakan suasana “Jogja”. Mengunjungi destinasi wisata lain di sekitar, bisa jadi selingan, namun utamanya ada di kegiatan bersama tadi.

“Bisa bakar-bakar bareng sampai renang karena banyak vila yang ada pool-nya. Libuaran yang bener-bener bikin seger bukan malah jadi capek,” ungkapnya.

Saat ini memang banyak pilihan tempat menginap dengan model vila atau glamping di sekitar Jogja. Mulai dari kawasan Kaliurang, Nanggulan, sampai sekitar pantai di Gunungkidul.

Beberapa rekomendasi cara ini bisa jadi alternatif buat kalian yang ingin ke Jogja menikmati liburan nataru tanpa harus banyak terjebak kepadatan di tempat wisata. Tentu, semuanya tergantung ke selera dan preferensi liburan masing-masing.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Saat Wisatawan di Jogja Kewalahan Hadapi Pengemis dan Pengamen yang Mengintimidasi

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 25 Desember 2023 oleh

Tags: Natarupariwisatawisata jogja
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Lewat Setu Sinau, Jalan Malioboro Kota Yogyakarta tidak hanya jadi tempat wisata. Tapi juga ruang edukasi untuk belajar budaya Jawa, termasuk aksara Jawa MOJOK.CO
Kilas

“Setu Sinau” bikin Jalan Malioboro Tak Hanya Jadi Tempat Wisata, Tapi Juga Ruang Edukasi Aksara Jawa

29 Maret 2026
4 Oleh-Oleh Khas Bantul yang Sebaiknya Dipikir Ulang Sebelum Dijadikan Buah Tangan Mojok.co
Pojokan

4 Oleh-Oleh Khas Bantul yang Sebaiknya Dipikir Ulang Sebelum Dijadikan Buah Tangan

25 Maret 2026
Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO
Urban

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026
Jogja macet saat mudik Lebaran
Urban

Sebagai Warlok, Saya Tidak Sedih karena Tak Bisa Mudik tapi Jengkel Satu Indonesia Pindah ke Jogja

9 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Membuat ibu sangat menyayangi kucing padal awalnya sangat tak suka. Setelah memelihara malah merawat seperti anak sendiri dan sangat terpukul ketika si anabul mati MOJOK.CO

Ibu Jadi Sayang Kucing padahal Awalnya Benci: Dirawat Seperti Anak Sendiri, Terpukul dan Trauma saat Anabul Mati dalam Dekapan

27 Maret 2026
Kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) diajar dosen absurd. Mata kuliah (matkul) apa yang diajar apa. Fokus mengharamkan dan mengkafirkan pihak lain MOJOK.CO

Diajar Dosen “Absurd” saat Kuliah UIN: Isi Matkul Paksa Sesatkan dan Mengafirkan, Ujian Akhirnya Praktik Wudu yang Berakhir Nilai C

29 Maret 2026
Pintu timur Stasiun Tugu Jogja, titik keberangkatan kereta api terbaik dibandingkan Stasiun Lempuyangan

Dibanding Stasiun Lempuyangan, Saya Lebih Pilih Stasiun Tugu Jogja yang Mahal dan Ramai asal Tak Harus Menahan Emosi Menunggu Jemputan

27 Maret 2026
5 Kuliner Dekat Stasiun Tugu Jogja yang Sudah Teruji Lidah Warlok, Layak Dicoba Sebelum atau Sesudah Naik Kereta, Mojok.co

5 Kuliner Sekitar Stasiun Tugu Jogja yang Sudah Teruji Lidah Warlok, Layak Dicoba Sebelum atau Sesudah Naik Kereta

27 Maret 2026
Kucing, hewan peliharaan

Memelihara Kucing Membuat Saya Menjadi Manusia: Tak Saling Bicara, tapi Lebih Memahami ketimbang Sesama Manusia

26 Maret 2026
Arti Sukses dan Cuan di Mata Petani Cabai Rawit MOJOK.CO

Arti Sukses di Mata Pak Karjin, Petani Cabai Rawit dengan Lahan 1 Hektare: Cuan Puluhan Juta, Modalnya Bikin Jantung Copot

26 Maret 2026

Video Terbaru

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.