Sweeping ke sejumlah daycare di Kota Yogyakarta menjadi langkah emergency yang akan diambil oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta. Hal ini menyusul terbongkarnya kasus dugaan penganiayaan anak di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo.
Sejak kasus tersebut terbongkar pada Jumat (24/4/2026), para orang tua korban tengah berjuang mencari keadilan hukum. Selain mendatangi Mapolresta Yogyakarta pada Minggu (25/4/2026) untuk memberi laporan, pada Minggu (26/4/2026) sejumlah orang tua korban membuat aduan ke Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.
Pemkot Yogyakarta akan beri pendampingan
Hampir 3 jam Hasto menyimak keluhan dan harapan dari sekitar 10 orang perwakilan orang tua korban daycare Little Aresha. Ada kepedihan yang turut Hasto rasakan saat mendengar cerita-cerita para orang tua korban atas pelakuan tidak manusiawi yang diterima anak mereka.
Oleh sebab itu, Hasto menegaskan, Pemkot Yogyakarta bersama lembaga terkait akan melakukan pendampingan kepada korban.
“Itu kami mendengar dari semua tadi. Tentu kami merespons hal-hal yang kemudian untuk langkah-langkah selanjutnya. Pada prinsipnya, mereka yang pertama minta perlindungan untuk anaknya dibantu karena sekarang ini dirasakan anak-anaknya ada tanda-tanda yang kurang sehat secara psikologis,” kata Hasto usai pertemuan di Rumah Dinas Wali Kota Yogyakarta.
Lanjut Hasto, Pemkot Yogyakarta bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Yogyakarta dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) bersama KPAI Kota Yogyakarta membentuk tim pendampingan akan segera membentuk tim pendampingan untuk mendampingi anak-anak korban daycare Little Aresha. Menurutnya butuh psikolog anak, ahli tumbuh kembang anak, ahli gizi untuk asupan anak, dan ahli parenting yang akan disiapkan dalam pendampingan.

Termasuk juga melakukan pendampingan bagi orang tua korban yang mengalami suatu gangguan karena stres atas kejadian tersebut. “Kita punya psikolog-psikolog yang ada di psikolog klinis di puskesmas jumlahnya ada 18 juga kita siapkan,” jelas Hasto.
Pemkot Yogyakarta juga akan melibatkan konsultan hukum yang nanti menampung, mencatat semua laporan-laporan yang disampaikan oleh orang-orang tua korban. Hasto menyatakan catatan-catatan itu menjadi bahan masukan proses-proses hukum selanjutnya.
Tak hanya itu, Hasto menyadari bahwa menitipkan anak di daycare menjadi pilihan yang harus diambil para orang tua karena mereka harus tetap bekerja. Demi menghindari kejadian penganiayaan seperti di Little Aresha, Hasto menjamin akan membantu mencarikan daycare lain yang aman, sehat dan amanah untuk penitipan anak-anak,
Sweeping daycare di Kota Yogyakarta jadi langkah emergency
Diketahui pula, daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, ternyata tidak berizin. Atas kejadian ini, Hasto meminta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta mengidentifikasi daycare yang ada untuk kebutuhan memastikan perizinannya.
Hasto menegaskan, semua TK, PAUD, dan SD memiliki prosedur perizinan dan standar operasional prosedur yang sesuai. Jika ada yang melakukan operasional pendidikan tanpa izin, itu jelas merupakan tindakan ilegal dan harus segera ditutup.
“Ya, saya kira kita jelas, ini kan masyarakat kami, anak-anak kami yang mendapatkan suatu perlakuan yang tidak pas, saya kira kita harus menegakkan keadilan,” tegasnya.
“Kami harus melakukan sweeping terhadap seluruh tempat daycare di Kota Yogyakarta. Kita akan cek satu per satu besok. Ini saya kira penting untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan,” tegas Hasto.
Anak-anak kami butuh pendampingan agar kembali normal seutuhnya
Sementara itu Kepala Disdikpora Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, menjelaskan daycare Little Aresha belum dan tidak pernah mengajukan izin sebagai TPA, PAUD/TK ke Pemkot Yogyakarta. Oleh sebab itu, Pemkot Yogyakarta belum melakukan verifikasi terhadap keberadaan lembaga itu.
Selama ini, lanjutnya, pengawasan dilakukan dengan visitasi rutin kepada TK/PAUD/day care yang mengajukan izin. Budi menyebut saat ini ada 37 day care yang berizin di Kota Yogyakarta. “Ini menjadi pelajaran juga bagi kami semua, tidak hanya Dinas Pendidikan tapi juga jajaran di wilayah untuk lebih care lagi terhadap situasi lingkungannya masing-masing,” ujar Budi.
Di pihak orang tua korban, salah satunya Anto, berharap setelah pertemuan dengan Wali Kota dan jajaran Pemkot Yogyakarta, bisa memberikan dukungan dan pendampingan. Khususnya untuk anak-anak secara psikis.
Anto merasa bersyukur kasus ini telah terbongkar setelah penggerebekan yang dilakukan oleh pihak Polresta Yogyakarta. Karena dari situlah fakta mengerikan daycare Little Aresha terbongkar.
“Harapan kami dari pertemuan ini bisa memberikan titik terang dan bantuan dukungan kepada kami. Memberikan pengawalan proses hukum ini seadil-adilnya dan pendampingan khususnya untuk anak-anak kami secara psikis. Karena anak-anak kami butuh pendampingan secara psikis agar kembali menjadi anak yang seutuhnya normal,” pungkas Anto.
BACA JUGA: Hancur Hati Ibu: Amat Percaya ke Daycare LA Jogja dan Suka Kasih Tip ke Pengasuh, Anak Saya Justru Dibuat Trauma Serius atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan