Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Aktual

Pelamar Beasiswa Pendidikan Indonesia Kemendikbudristek Terlunta-lunta Dikhianati Hasil Seleksi

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
23 Oktober 2024
A A
mahasiswa unair surabaya.MOJOK.CO

Ilustrasi mahasiswa Unair bertahan dengan keterbatasan (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Akibat timeline Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) molor, banyak calon penerima alias awardee terkena dampaknya. Kini, mereka pun diliputi dilema: apakah harus berhenti kuliah atau tetap lanjut?

BPI sendiri merupakan beasiswa yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikburistek). Seleksi penerimaan beasiswa ini terbilang ketat. Dengan kata lain, tak sedikit pelamar mendapat kekecewaan karena tak lolos seleksi.

Mahesa Aditya (26), bisa dibilang adalah calon pelamar yang mendapatkan kekecewaan ganda. Bagaimana tidak, selain dinyatakan tidak lolos, dia masih harus menerima getah akibat kemoloran timeline beasiswa.

“Jika sesuai timeline, hasil peserta lolos seleksi Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) diumumkan pada akhir Agustus atau awal September 2024. Dengan begitu, saya bisa memutuskan rencana pendidikan sebelum diterima kuliah,” kata mahasiswa asal Jepara ini saat Mojok wawancarai, Kamis (17/10/2024).

Sayangnya, pengumuman penerimaan molor sampai 10 Oktober 2024. Mahesa pun mengalami masalah pelik. Dia dinyatakan lolos ke kampus tujuan, tapi dinyatakan gagal mendapatkan beasiswa. Dengan demikian, ia harus putar otak untuk membiayai kuliahnya sendiri.

Timeline Beasiswa Pendidikan Indonesia kacau karena PDNS diretas

Awalnya, pendaftaran beasiswa BPI dibuka pada akhir Juni 2024. Mahesa bercerita para pelamar mengalami kendala saat itu, karena website pendaftaran tak bisa diakses. 

Secara bersamaan, Kemendikbudristek mengumumkan ada kesalahan pada sistem layanan Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) akibat peretasan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) milik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

“Semua pendaftar jadi bingung, kami menunggu ketidakpastian hampir tiga minggu untuk mengakses BPI pulih,” kata Mahesa.

Pendaftaran BPI kemudian diperpanjang pada tanggal 18 hingga 31 Juli 2024. Otomatis pengumuman seleksi berkas dan wawancara jadi mundur. Mahesa mengatakan tidak ada kejelasan saat itu, kapan proses seleksi dimulai.

Sementara, Mahesa sudah diterima menjadi mahasiswa jurusan Seni di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Dia mulai menjalani perkuliahan sejak Rabu (16/9/2024).

Dilema mencari kerja sambil menunggu beasiswa

Pada masa-masa menunggu proses seleksi beasiswa, Mahesa harus mencukupi kebutuhan sehari-hari sebagai perantau. Mulai dari membayar kos, bensin, dan makan.

Mulanya dia berpikir untuk mencari pekerjaan tetap demi mencukupi kebutuhan. Namun, dia bimbang. Seandainya dia lolos beasiswa, dia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya secara cuma-cuma karena terikat kontrak. 

Apalagi, mencari kerja tak semudah membalikkan telapak tangan. Mahesa sudah mencoba melamar di banyak perusahaan. Beberapa kali dia dipanggil untuk interview, tapi tidak ada keputusan lebih lanjut.

Akhirnya, Mahesa menggantungkan hidup dari freelance sebagai pro film sesuai dengan minatnya. Sebagai informasi, pro film mencakup semua hal yang ada dan dilakukan di depan kamera.

Iklan

Tak satu pun mahasiswa lolos Beasiswa Pendidikan Indonesia

Jika dilihat dari kelengkapan berkas seleksi beasiswa miliknya, Mahesa mengaku tidak ada masalah. Bahkan dia sudah melengkapi surat rekomendasi dari Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek sebagai syarat penerima beasiswa S2 Pelaku Budaya Dalam Negeri.

“Nah, kemarin waktu pengumuman itu Direktorat juga bingung kok nggak ada satu pun yang lolos. Sementara, kami tidak diberitahu alasannya, berkas mana yang kurang atau dari segi apa kami tidak lolos?” ucap Mahesa.

Mahesa harus menelan pil pahit. Dia dinyatakan tidak lolos seleksi Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) pada Jumat (11/10/2024). Dia mulai kebingungan harus membayar uang kuliah tunggal (UKT) dari mana.

Di sela-sela pengumuman, suara notifikasi dari grup WhatsApp Mahesa mulai ramai. Rupanya, banyak Calon Awardee S1-S3 Skema Pelaku Budaya BPI 2024 tidak lolos. Mahesa sendiri mendaftar beasiswa S2 Pelaku Budaya Dalam Negeri.

Merujuk pada Beasiswa Pendidikan Indonesia 2024, cakupan penerima beasiswa diperluas dibanding tahun-tahun sebelumnya. Setidaknya, ada 8.644 orang yang bakal menerima beasiswa dalam negeri. Kalau begitu, peluang mahasiswa mendapatkan beasiswa seharusnya lebih besar ketimbang tahun kemarin.

Mahesa baru mengetahui lewat Zoom yang diadakan BPI kemarin bahwa hanya ada 200 orang yang lulus. Sementara, sekitar 1.500 mahasiswa yang terdata tidak lolos. Bahkan dari skema beasiswa yang dia daftar, yakni S2 Pelaku Budaya Dalam Negeri tidak ada satu pun mahasiswa yang lolos. 

“Kami sudah mendata di grup, khususnya di kampus-kampus seni yang ada di Indonesia, baik di Solo, Jogja, Padang, Bali itu tidak lolos. Itu yang menjadi pertanyaan,” kata Mahesa.

Ribuan pelamar mencari keadilan

Ribuan pelamar yang tidak lolos Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), termasuk Mahesa, tak terima atas hasil seleksi 2024. Mereka meminta penjelasan ke Balai Pembiayaan Pendidikan Tinggi (BPPT) Kemendikbudristek selaku penyelenggara pada Selasa (15/10/2024). Mereka bertemu dengan Ketua BBPT Anton Rahmadi. 

Dalam pertemuan itu, para pelamar yang tidak lolos menyampaikan beberapa kejanggalan hasil seleksi. Misalnya, alasan jadwal pengumuman yang mundur, pengurangan kuota penerima secara drastis dan tiba-tiba, serta kurangnya transparansi pada indikator penilaian hasil seleksi. 

Menurut keterangan tertulis yang diterima Mojok, Anton membenarkan bahwa tidak ada satu pun calon yang dinyatakan lolos seleksi beasiswa skema dalam negeri. Namun, hanya lima orang yang berhasil lolos dalam skema pelaku budaya luar negeri. Usut punya usut, salah satu faktornya karena tidak ada anggaran. 

Mahesa juga bercerita para pelamar sudah mengajukan audiensi bersama Komisi X DPR, tapi mereka diminta menunggu untuk mengikuti prosedur, setelah pelantikan presiden dan kelengkapan DPR terbentuk.

Mojok sudah menghubungi Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek Suharti, dan Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Andhika Ganendra, untuk meminta penjelasan. Namun, hingga berita ini terbit keduanya belum memberikan respon.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Kompleks Kos Karangmalang, Saksi Bisu Mahasiswa KIP Kuliah UGM-UNY Kelaparan dan Makan Sampah Gara-Gara Beasiswa Cairnya Molor

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 24 Oktober 2024 oleh

Tags: beasiswabeasiswa pendidikan indonesiaisijurusan senikemendikbudristekKominfoMahasiswaperetasanSurakarta
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO
Edumojok

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026
Cerita Felix. Kuliah di universitas Australia berkat beasiswa LPDP usai diejek dan ditertawakan. Tolak tawaran kerja dewan demi ajar anak-anak di kampung pedalaman MOJOK.CO
Edumojok

Lulusan Beasiswa Australia Tolak Tawaran Karier Mentereng, Lebih Pilih Jadi Guru Kampung karena Terbayang Masa Lalu

10 Maret 2026
Tabungan penting, tapi mahasiswa Jogja yang masih harus irit demi makan kesulitan menabung
Sehari-hari

Tabungan Itu Penting, Tapi Mahasiswa Jogja yang Masih Harus Gali Lubang Tutup Lubang Demi Makan Mana Bisa

10 Februari 2026
Mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah PTN Surabaya pertama kali makan di restoran All You Can Eat (AYCE): norak, mabuk daging, hingga sedih karena hanya beri kenikmatan sesaat MOJOK.CO
Kuliner

Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

6 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stasiun Pasar Senen Jakarta Pusat merampas senyum perantau asal Jogja MOJOK.CO

Stasiun Pasar Senen Saksi Perantau Jogja “Ampun-ampun” Dihajar dan Dirampas Jakarta, Tapi Terlalu Cemas Resign buat Balik Jogja

15 Maret 2026
Gen Z dapat THR saat Lebaran

3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan

18 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
Mudik Gratis dari BUMN 2026. MOJOK.CO

Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

18 Maret 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

19 Maret 2026
Ambisi beli mobil pribadi Toyota Avanza di usia 23 biar disegani. Berujung sumpek sendiri karena tetangga di desa cuma bisa iri-dengki dan seenaknya sendiri berekspektasi MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

15 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.