Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Aktual

Cabup Petahana Klaim Kemiskinan di Blora Turun, Tapi 99 Ribu Rakyatnya Cuma Berpenghasilan 400 Ribu Sebulan

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
5 November 2024
A A
Cabup Petahana Klaim Kemiskinan di Blora Turun, Tapi 99 Ribu Rakyatnya Cuma Berpenghasilan 400 Ribu Sebulan MOJOK.CO

Ilustrasi Cabup Petahana Klaim Kemiskinan di Blora Turun, Tapi 99 Ribu Rakyatnya Cuma Berpenghasilan 400 Ribu Sebulan (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dalam debat perdana Pilkada Blora 2024, calon bupati petahana Arief Rohman mengklaim bahwa kemiskinan di wilayahnya turun. Sayangnya, penurunan ini tak signifikan. Sebab, masih banyak warga Blora yang berada di garis kemiskinan ekstrem bahkan cuma punya penghasilan Rp400 ribu sebulan.

***

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blora telah melaksanakan debat perdana Pilkada 2024 pada Senin (04/11/2024) siang. Dalam kesempatan tersebut dua pasangan calon (paslon) Cabup-Cawabup yang berkontestasi hadir.

Paslon nomor urut 1, Arief Rohman-Sri Setyorini (ASRI) hadir mengenakan setelan kemeja putih. Sementara paslon nomor urut 2, Abu Nafi–Andika Adikrishna Gunarjo (ABDI) kompak memakai batik.

Cabup nomor urut 1 atau bupati petahana, Arief Rohman, dalam kesempatan tersebut menyampaikan pencapaian yang telah dia raih selama 3,5 tahun memimpin. Salah satunya terkait kemiskinan yang dia klaim alami penurunan.

“Seperti angka kemiskinan di Blora setiap tahun mengalami penurunan. Pencapaian ini tidak bisa terlepas dari dukungan tokoh-tokoh, masyarakat semua,” kata Arief Rohman.

Namun, benarkah demikian?

Angka penurunan kemiskinan tak terasa signifikan, padahal Pemkab sudah utang jor-joran

Dalam pemaparan visi-misinya, Arief Rohman menjelaskan kalau pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blora makin membaik sejak pandemi Covid-19 selesai. Menurutnya, saat pandemi ekonomi memang ambruk, tapi lambat laun mulai membaik.

“Pertumbuhan ekonomi, alhamdulillah, ketika Covid dulu kita minus. Sekarang pertumbuhan ekonominya sudah positif, 3,1 persen,” klaimnya dalam debat perdana Pilkada Blora 2024 kemarin.

Sementara untuk angka kemiskinan, Arief Rohman mengaku terjadi penurunan. Kendati demikian, dia tak menyebut angka pastinya.

“Dan juga dari sisi kemiskinan, kita Alhamdulillah sampai tahun 2024 ini juga terus mengalami penurunan,” paparnya.

Ketua Masyarakat Pemantau Keuangan Negara (MPKN) Sukisman, mengaku hingga 2024 ini belum menemukan data pasti terkait angka kemiskinan di Blora. Namun, pada 2023 lalu angkanya memang mengalami penurunan, jika mengutip data BPS. 

“Tapi kecil sekali (angka penurunan kemiskinan), cuma 0,4 persen. Tak sampai satu persen. Tetap 99 ribu sekian rakyat masih terjerat kemiskinan,” kata Sukisman.

Padahal, kata Sukisman, Pemkab Blora sudah utang jor-joran ke bank untuk percepatan pembangunan–yang ditujukan untuk pengentasan kemiskinan. Nominalnya tak main-main, yakni Rp215 miliar.

“Duwite akeh tapi nggunakno kepiye kok kemiskinan muk mudun 0,4 persen? [uang banyak tapi gimana memakainya kok kemiskinan cuma turun 0,4 persen?],” ujar Sukisman dengan penuh keheranan.

Iklan

“Uang banyak tapi malah dihibahkan ke APH [aparat penegak hukum] 13,5 miliar. Itu kalau dipakai membangun jalan makadam sudah ratusan kilometer. Jangankan begitu, petani pupuk langka saja tak diurus, padahal titik berat ekonomi harusnya sektor pertanian,” geramnya.

Klaim ngawur di debat Pilkada Blora karena 100 ribu rakyat berpenghasilan 400 ribu

Kegeraman Sukisman pada klaim bupati petahana di debat Pilkada Blora itu itu bukan tanpa sebab. Selama masa kepemimpinan Arief Rohman, dia mengaku melihat secara langsung bagaimana banyak rakyat masih hidup dalam garis kemiskinan. Bahkan, kategori miskin ekstrem.

Mengutip data yang dipaparkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2023 lalu, jumlah penduduk miskin di Blora mencapai 99,61 ribu orang. Bahkan, masih di catatan yang sama, lembaga statistik ini menyebut 99 ribu warga di Blora  berpenghasilan hanya Rp425 Ribu per bulan.

Laporan ini menggunakan pendekatan garis kemiskinan yang dihitung dari rata-rata pengeluaran per kapita per bulan. Lalu dikelompokkan menjadi miskin atau tidak miskin.

“Penduduk miskin dapat diartikan penduduk yang memiliki pengeluaran rata-rata per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan. Untuk Kabupaten Blora pada 2023 tercatat Rp 425.135 per kapita per bulan,” tulis laporan BPS tersebut.

Laporan BPS ini bukan cuma di atas kertas saja. Menurut Sukisman, ada lapisan-lapisan masalah lain yang mengikuti seiring dengan tingginya angka kemiskinan ini. 

Misalnya, dia mencontohkan, ada banyak petani yang yang terjerat koperasi mingguan dengan bunga 20 persen. Bagi dia, itu hanyalah lintah darat berkedok koperasi.

Tak sampai di situ, angka perceraian di Blora juga menjadi yang tertinggi di Jawa Tengah; 60 persen di antaranya karena faktor ekonomi. Bahkan, angka putus sekolah juga tinggi.

“Bupatinya bergelar doktor, tapi rakyatnya yang putus sekolah sampai 5 ribuan,” tegasnya.

Paling nyesek, angka pengangguran di Blora juga sangat tinggi. Lapangan pekerjaan sulit didapatkan. Kata Sukisman, itulah mengapa jual beli jabatan perangkat desa (perades) sangat masif di Blora karena anak mudanya amat frustrasi mencari mata pencaharian.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA Jual Beli Perangkat Desa: Skandal yang Terpelihara di Blora, Bertahun-tahun Demo Berujung Sia-sia

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 5 November 2024 oleh

Tags: arief rohmanblorakemiskinan di bloraPilkada 2024pilkada blora
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Naik Sepeda Jogja Lamongan demi Menunaikan Rindu pada Ibu MOJOK.CO
Esai

Menuntaskan 640 Kilometer Jogja Lamongan Bersepeda demi Ziarah Batin dan Menunaikan Rindu pada Ibu

12 September 2025
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin salurkan bantuan ke korban kebakaran minyak di Blora (Pemprov Jateng)
Kilas

Rp180 Juta untuk Warga Korban Kebakaran Sumur Minyak di Blora 

22 Agustus 2025
Kerja di Blora jauh lebih untung timbang Jakarta. MOJOK.CO
Ragam

Tak Sanggup Kerja Kantoran di Jakarta, Putuskan Resign dan Tinggal di Cepu dengan Upah Empat Kali Lipat UMK Blora

8 Juli 2025
Bahaya jika Pratama Arhan jadi bupati Blora berkat mertua (Andre Rosiade) MOJOK.CO
Aktual

Pratama Arhan Memang Lahir di Blora, Tapi Belum Tentu Paham soal Blora kalau Nanti Jadi Bupati, Apalagi Jalur Mertua

26 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

merantau di Jogja.MOJOK.CO

Cerita Perantau Jatim: Diremehkan karena Tinggal di Kos Kumuh Jogja, Bungkam Mulut Tetangga dengan Membangun Rumah Besar di Desa

25 Februari 2026
Honda Scoopy, Motor Busuk yang Bikin Konsumen Setia Kecewa (Wikimedia Commons)

Karena Cinta dan Setia, Rela Membeli 11 Motor Honda tapi Berakhir Kecewa karena Honda Scoopy Hanya Jual Tampang tapi Mesinnya Menyedihkan

25 Februari 2026
Innova Reborn Terlahir Jadi Mobilnya Orang Bodoh dan Pemalas (Wikimedia Commons)

Bapak Rela Jual Tanah demi Membeli Innova Reborn Setelah Tahu Bahwa Reborn Bukan Sekadar Mobil Terbaik 2025, tapi Investasi yang Nggak Bisa Rugi

25 Februari 2026
Gen Z photobox di Tugu Jogja

Gen Z Jogja Rela Antre buat “Ibadah” Photobox di Tugu, Pilih Tahan Kantuk setelah Sahur karena FOMO

27 Februari 2026
Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa MOJOK.CO

Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa

24 Februari 2026
Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala 'Big Tech' MOJOK.CO

Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala ‘Big Tech’

25 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.