Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Aktual

Pengakuan Geng SMA Jogja, Proses Rekrutmen Sejak SMP Lewat Adu Jotos di Kuburan, Berhenti Sejenak Kalau Viral

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
13 Mei 2024
A A
geng sma jogja.MOJOK.CO

Ilustrasi geng SMA Jogja (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Isu geng SMA di Jogja kembali ramai setelah ada konvoi dan tawuran di beberapa titik sekaligus pada Senin (13/4/2024). Kejadian ini seperti siklus yang terulang setelah beberapa tahun lalu cukup jamak terjadi.

Mojok pernah mewawancarai mantan pelaku geng sekolah yang menceritakan bagaimana ia direkrut dengan proses adu jotos di kuburan. Sebagian anggota geng SMA di Jogja, sudah mulai berkecimpung dalam dunia kekerasan jalan sejak bangku SMP.

[Breaking News] Cah do tawuran lur , di jalan pramuka Umbulharjo Yogyakarta, Kejadian jam 12.45 wib
(Ariadnan_007) pic.twitter.com/jIuQ1DQ92L

— Merapi Uncover (@merapi_uncover) May 13, 2024

John* (24), bukan nama sebenarnya, bercerita bagaimana ia sempat aktif di sebuah geng sekolah masyhur di Jogja yakni MIZOH. Ia aktif di sana pada medio 2012-2015.

Salah satu motif yang membuatnya masuk geng adalah demi bisa lebih mudah mendapatkan banyak teman. Ia mengenang, dulu mayoritas siswa di sana bergabung dengan geng.

“Kalau yang aku amati dulu, cowok yang nggak ikut kok terlihat terpojok dan nggak ada teman. Bisa dikatakan, 60 persen cowok di setiap kelas ikutan,” terangnya.

Berawal dari ajakan untuk nongkrong, John akhirnya mendapat tawaran untuk masuk geng. Mulanya ia bergabung dalam forum kelompok itu. Ia mendapat penjelasan bahwa harus mengikuti sebuah ujian.

“Mereka mengajakku berangkat ke Gunung Sempu Bantul, pemakaman Tionghoa itu, sore sepulang sekolah,” ujarnya.

Selanjutnya, lawan akan dipilihkan oleh teman-temannya yang sudah resmi menjadi anggota geng. Proses perkelahian berakhir hingga ada salah satu yang terkapar di tanah. Jatuh dan tidak bisa bangkit lagi baik secara sengaja maupun tidak jadi tanda menyerah. Perkelahian harus berhenti.

“Ya sudah, ketika jatuh aku diangkat. Kalah menang nggak masalah. Intinya itu momen uji mental saja,” terangnya.

Geng SMA Jogja akan surut setelah viral

Setelah itu baru ia diikutsertakan dalam aktivitas mubeng atau mencari musuh di jalan. Ada yang menjadi joki atau pengendara motor dan ada yang bertugas menjadi petarung.

“Biasanya mubeng itu yang rutin habis acara besar. Misalnya habis UTS, UAS, ulang tahun geng, sampai ulang tahun salah satu pentolan,” terangnya.

Selain mubeng, ada tiga aktivitas lain yang jadi kegiatan umum para anggota geng. Ketiganya yakni nongkrong, mubeng, dan ngedrop lawan.

Selepas lulus SMP, John mengaku sempat aktif di geng SMA. Namun, tidak seintens saat ia masih di SMP lantaran geng sekolahnya tidak terlalu aktif.

Iklan

Selain John, Mojok sempat berbincang dengan Dimas* (19), ia sempat aktif di geng SMA di Jogja. Termasuk salah satu SMK yang baru-baru ini juga viral di media sosial.

geng sma jogja.MOJOK.CO
Senjata tajam geng SMA Jogja (Dok. Narasumber)

Selama aktif di geng SMA, ia mengaku kerap terlibat pertikaian di jalan saat malam hari. Sebagian anak geng, termasuk Dimas, punya pengalaman apes tertangkap saat sedang melakukan kekerasan di jalan. Ia misalnya, pernah tertangkap polisi saat ribut dengan sebuah SMA di Bantul.

Sulit menghentikan siklus

Dimas menunjukkan sebuah video, saat ia dan rekan-rekannya terkena amukan warga. Tampak, mereka terkena pukulan dan injakan warga, polisi, dan aparat militer. Mendekam di sel selama beberapa hari jadi salah satu hal yang menurut Dimas membuat jera.

Namun, selain itu menurutnya aktivitas geng SMA di Jogja secara otomatis akan mereda untuk sejenak jika ada kejadian yang viral. “Sekarang kan sithik-sithik viral. Kami juga terdampak. Akhirnya ya harus bisa tahu waktu. Ada masanya mengurangi dulu,” paparnya.

Selain itu, Dimas mengakui kalau sulit untuk berhenti jadi bagian dari anggota geng SMA. Sebuah geng yang pamornya turun dan tidak aktif pun bisa kembali lagi ketika ada penerus yang menghidupi.

“Nama dan sejarah geng udah melekat ke sekolah,” paparnya.

Seperti John, Dimas juga mulai aktif di dunia geng sejak masih duduk di bangku SMP. Namun, ia berlanjut jadi lebih aktif di SMA karena masuk sekolah dengan reputasi geng yang cukup mentereng.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Puluhan Geng Sekolah Hantui Jalanan Jogja, Menguji Anak SMP Hingga Terkapar di Kuburan Cina

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 13 Mei 2024 oleh

Tags: geng jogjageng sekolahgeng SMAJogja
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, akan beri pendampingan korban daycare Little Aresha dan akan lakukan sweeping MOJOK.CO
Aktual

Sweeping Daycare di Kota Yogyakarta, Langkah Emergency yang Harus Dilakukan agar Kasus Serupa Little Aresha Tak Terulang

27 April 2026
Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik MOJOK.CO
Pojokan

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY

26 April 2026
Dugaan penganiayaan anak di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja MOJOK.CO
Aktual

Hancur Hati Ibu: Amat Percaya ke Daycare LA Jogja dan Suka Kasih Tip ke Pengasuh, Anak Saya Justru Dibuat Trauma Serius

25 April 2026
Tips Makan Soto Bening Jogja bagi Para Pendatang yang Selalu Gagal Menikmatinya Mojok.co
Pojokan

Tips Makan Soto Bening Jogja bagi Para Pendatang yang Selalu Gagal Menikmatinya

24 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beri tip ke driver ojol. MOJOK.CO

Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau

28 April 2026
Kerja di Jakarta.MOJOK.CO

Jakarta Tak Cocok bagi Fresh Graduate yang Cuma “Pengen Cari Pengalaman”: Bisa Bikin Finansial dan Mental Layu Sebelum Berkembang

26 April 2026
Keresahan Ibu-Ibu Usai Terbongkarnya Kasus Daycare Little Aresha: Gaji Ortu Semungil itu Harus Berhadapan dengan Absennya Negara dan Sesama WNI Jahat MOJOK.CO

Keresahan Ibu-Ibu Usai Terbongkarnya Kasus Daycare Little Aresha: Gaji Ortu Semungil itu Harus Berhadapan dengan Absennya Negara dan Sesama WNI Jahat

27 April 2026
Tidak install game online seperti Mobile Legend (ML) buat mbar di tongkrongan dianggap tidak asyik dan tidak punya hiburan MOJOK.CO

Tak Install Mobile Legend untuk Mabar di Tongkrongan: Dicap “Tak Gaul” dan Kosong Hiburan, Padahal Hiburan Orang Beda-beda

25 April 2026
Ibu terpaksa menitipkan anak di daycare karena orang tua harus bekerja

Ibu Menitipkan Anak di Daycare Bukan Tak Tanggung Jawab, Mengusahakan “Aman” Malah Diganjar Trauma Kekerasan

26 April 2026
Jogja Financial Festival 2026 Segera Hadir di Jogja- Beri Literasi Keuangan dengan Cara Menyenangkan MOJOK.CO

Jogja Financial Festival 2026 Segera Hadir di Jogja: Beri Literasi Keuangan dengan Cara Menyenangkan

25 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.