Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Aktual

Saat Healing Malah Jadi Toxic: Kecanduan Gim Bisa Bikin Mental dan Fisik Anak Muda Awut-awutan

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
28 Januari 2026
A A
main gim daring.MOJOK.CO

llustrasi - gim daring (mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bagi banyak Gen Z dan milenial, masuk ke dunia gim adalah cara paling ampuh untuk healing dari penatnya tekanan kerja atau tugas kuliah.

Di sana, kita bisa menjadi apa saja. Namun, apa jadinya kalau pelarian yang awalnya terasa membantu ini justru berubah menjadi jebakan yang merusak tubuh dan pikiran?

Baru-baru ini, pakar fisiologi dari UGM Ronny Lesmana, Ph.D mengeluarkan peringatan serius: kecanduan gim bukan lagi sekadar hobi yang kebablasan, tetapi ancaman nyata yang bisa merusak metabolisme hingga memicu gangguan mental berat.

Jebakan “escape room” digital

Dunia gim dirancang untuk memberikan kepuasan instan. Namun, bagi banyak anak muda, gim sering dijadikan sebagai coping mechanism untuk menghindari kecemasan di dunia nyata.

Masalahnya, pelarian ini sering kali memutus koneksi sosial yang sesungguhnya.

Menurut Ronny, salah satu dampak yang paling mengkhawatirkan adalah penurunan kemampuan bersosialisasi. Saat seseorang sudah terlalu asyik dengan dunia digitalnya, interaksi di dunia nyata menjadi terasa canggung dan membebani.

“Dampaknya tidak hanya pada fisik, tetapi juga pada penurunan kemampuan sosialisasi di dunia nyata. Seseorang yang kecanduan gim cenderung menarik diri dari lingkungan sosialnya, yang dalam jangka panjang bisa memicu risiko gangguan psikologis seperti kecemasan dan depresi,” ungkap Ronny dalam keterangannya, sebagaimana dikutip dari laman resmi UGM, Rabu (28/1/2026).

Ancaman senyap bermain gim

Tak hanya urusan mental, gaya hidup “mager” alias bahasa ilmiahnya “sedentari”, yang menyertai kecanduan gim, adalah cara cepat menuju masalah kesehatan fisik.

Ronny menyoroti bahwa aktivitas fisik yang sangat minim saat bermain gim dalam waktu lama memicu ketidakseimbangan energi dalam tubuh.

Secara fisiologis, tubuh manusia tidak didesain untuk duduk diam selama berjam-jam sambil menatap layar. Saat kita berhenti bergerak, metabolisme tubuh melambat, tetapi otak terus bekerja keras yang seringkali memicu rasa lapar palsu.

“Aktivitas sedenter atau kurang gerak saat bermain gim dalam waktu lama memicu ketidakseimbangan energi. Kalori yang masuk dari makanan tidak sebanding dengan energi yang dikeluarkan, sehingga terjadi penumpukan lemak yang berujung pada obesitas,” jelasnya lebih lanjut.

Kondisi ini diperparah dengan kebiasaan mengonsumsi camilan tinggi kalori dan minuman manis tanpa sadar saat sedang war atau push rank.

Lingkaran Setan

Yang sering tidak disadari adalah bagaimana kesehatan fisik dan mental ini saling mengunci dalam lingkaran setan.

Saat tubuh mulai mengalami obesitas dan pola tidur berantakan akibat sering begadang demi gim, regulasi hormon dalam tubuh akan kacau.

Iklan

Kurang tidur mengganggu kerja hormon ghrelin dan leptin yang mengatur rasa lapar, serta meningkatkan hormon stres (kortisol).

Ronny menekankan bahwa keseimbangan ini sangat krusial. Jika metabolisme terganggu, fungsi otak dalam mengatur emosi pun akan ikut terdampak.

Alhasil, wejangan dari pakar UGM ini sebenarnya bukan untuk melarang kita bermain gim sepenuhnya, melainkan untuk mengajak kita kembali memegang kendali. Gaya hidup modern memang menuntut kita untuk akrab dengan layar, tapi tubuh kita tetaplah “perangkat organik” yang butuh gerak dan matahari.

Ronny menyarankan agar para pemain gim mulai sadar akan manajemen waktu. Tidak ada salahnya bermain, asalkan kebutuhan fisik tetap terpenuhi melalui olahraga rutin dan pola makan yang terjaga.

“Perlu ada batasan waktu yang jelas dan keseimbangan dengan aktivitas fisik agar metabolisme tubuh tetap terjaga. Jangan sampai kesenangan sesaat di dunia maya harus dibayar mahal dengan kesehatan jangka panjang,” pungkasnya.

Sebab, kata Ronny, pada akhirnya di dunia nyata tidak ada tombol reset untuk kesehatan kita. Menjaga keseimbangan antara hobi digital dan kebugaran fisik adalah satu-satunya cara agar kita tidak “game over” sebelum waktunya.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Ketika Rumah Tak Lagi Ramah dan Orang Tua Hilang “Ditelan Layar HP”, Lahir Generasi Cemas atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 28 Januari 2026 oleh

Tags: dampak buruk gamegame onlinegim daringkecanduan gamemabarmain gamemain gim
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

Cerita Emak-Emak Joki Game Online AQW, 24 Jam menatap Komputer Demi Menghidupi 2 Anak Seorang Diri.MOJOK.CO
Sosok

Cerita Emak-Emak Joki Game Online AQW, 24 Jam menatap Komputer Demi Menghidupi 2 Anak Seorang Diri

13 Agustus 2024
Uneg-uneg dari Istri: Suamiku Tergila-gila dengan Game Online MOJOK.CO
Kilas

Uneg-uneg dari Istri: Suamiku Tergila-gila dengan Game Online

3 Januari 2024
PES 2020 vs FIFA 2020: Puncak Rivalitas 2 Game Legendaris dan Perselingkuhan Manis Bersama Football Manager MOJOK.CO
Balbalan

PES 2020 vs FIFA 2020: Puncak Rivalitas 2 Game Legendaris dan Perselingkuhan Manis Bersama Football Manager

22 Juli 2021
One Piece Dibawa ByteDance ke Dunia Game Bakal Bikin Nakama Topi Jerami Gatal Pengin Ngegame MOJOK.CO
Konter

One Piece Dibawa ByteDance ke Dunia Game Bakal Bikin Nakama Topi Jerami Gatal Pengin Ngegame

19 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pesan tiket kereta api lebih mudah pakai KAI Access MOJOK.CO

5 Fitur KAI Access yang Memudahkan Perjalanan dengan Kereta Api

23 Januari 2026
Lula Lahfah Beri Pelajaran Penting tentang Kabar Duka: Saat Kematian Tak Dibiarkan Hening MOJOK.CO

Lula Lahfah Beri Pelajaran Penting tentang Kabar Duka: Saat Kematian Tak Dibiarkan Hening

28 Januari 2026
Potensi Sebenarnya Gudeg Jogja Dibunuh oleh Branding Wisata (Unsplash)

Potensi Besar Gudeg Jogja Mati karena Branding Makanan Khas Jogja yang Cuma Dikenal Sebagai Makanan Serba Manis

23 Januari 2026
main gim daring.MOJOK.CO

Saat Healing Malah Jadi Toxic: Kecanduan Gim Bisa Bikin Mental dan Fisik Anak Muda Awut-awutan

28 Januari 2026
Sungai Progo, Tragedi Sungai Sempor Tak Perlu Terjadi Jika Manusia Tidak Meremehkan Alam dan Menantang Takdir MOJOK.CO

Izin Tambang Sungai Progo Masih Mandek dengan “Aturan Jadul”

28 Januari 2026
Open Donasi Bodong Mengeksploitasi Kemiskinan MOJOK.CO

Gara-Gara Kapitalisme, Kita Lebih Mudah Nyawer Gift TikTok atau Berdonasi Online daripada Membantu Tetangga yang Susah

22 Januari 2026

Video Terbaru

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

27 Januari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Tawa yang Tidak Sepenuhnya Bercanda

Roasting Zainal Arifin Mochtar (Bagian 2): Strategi Biar Bisa Jadi Guru Besar

24 Januari 2026
Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

Roasting Zainal Arifin Mochtar (Bagian 1): Bukan Guru Besar Biasa, Diuji Bukan dengan Pujian

21 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.