Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Aktual

5 Amanat Ciganjur di Haul Gus Dur: Kekuasaan Perlu Diawasi dan Dibatasi Agar Tak Menghancurkan Tujuan Baik

Agung Purwandono oleh Agung Purwandono
17 Desember 2023
A A
5 Amanat Ciganjur di Haul Gus Dur: Kekuasaan Perlu Diawasi dan Dibatasi Agar Tak Menghancurkan Tujuan Baik MOJOK.CO

Sejumlah tokoh membacakan Amanat Ciganjur, Sabtu (16/12/2023)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bahwa kekuasaan politik pada hakekatnya adalah sarana manifestasi kemaslahatan dalam wujud kesejahteraan dan tegakanya harkat martabat umat manusia. Untuk dapat mewujudkan tujuan tersebut, kekuasaan perlu diawasi dan dibatasi, agar tidak terjebak di otoritarianisme yang justru dapat menhancurkan tujuan baik dari kekuasan itu sendiri.

Hal tersebut disampaikan istri almarhum Gus Dur, Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid saat memberikan pengantar pembacaan Amanat Ciganjur dalam peringatan haul ke-14 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Warung Silah, Ciganjur, Jakarta Selatan, pada Sabtu (16/12/2023). Acara ini mengusung tema “Meneladani Budaya Etika Demokrasi Gus Dur”.

“Demokrasi adalah ikhtiar menjaga kekuasaan terkendali dan terkelola dengan baik,” kata Sinta Nuriyah. Mantan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menyambung dengan menyatakan bahwa pemilu menjadi penting sebagai pelaksanaan kedaulatan rakyat dalam demokrasi. 

“Agar pemilu dapat benar-benar menjadi sarana mewujudkan kemaslahatan tersebut. Maka dengan senantiasa memohon pentujuk dan perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa kami menyampaikan pesan dan amanat. Kepada penyelenggara, pengawas, peserta, dan semua warga bangsa yang memmiliki hak pilih dalam Pemilu 2024,” ujar Lukmanul Hakim.

Amanat Ciganjur: Pemilu 2024 harus junjung tinggi nilai kemanusian

Poin pertama dari Amanat Ciganjur yaitu, Pemilu 2024 harus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sebagai perwujudan dari nilai ketuhanan. Dijalankan dengan penghormatan penuh terhadap hak asasi manusia (HAM). Selain itu, pemilu mendatang juga harus menjadi sarana yang adil untuk memperjuangkan harkat dan martabat manusia Indonesia tanpa kecuali.

Filsuf dan astronomer dari STF Driyakarya, Karlina Rohima Supelli membacakan poin kedua, yakni Pemilu 2024 harus diarahkan bagi terbentuknya pemerintahan dan pengelolaan negara yang mengutamakan kesejahteraan rakyat, kemakmuran, dan kemaslahatan bersama. Tidak mementingkan kelompok tertentu, tidak meninggalkan dan meminggirkan satu pun elemen bangsa. 

Masih Karlina Supeli, poin ketiga menyatakan Pemilu 2024 harus dijalankan secara berkeadaban dengan komitmen penyelenggaraan yang damai, jujur, adil, dan bermartabat. “Peserta, penyelenggara, dan pengawas pemilu, juga semua pihak dan segenap rakyat agar benar-benar mencegah tindak kekerasan dan praktik kecurangan. Aparatur dan alat negara, termasuk aparat keamanan, aparat pertahanan, dan aparat penegak hukum harus terjaga netralitasnya,” ujar Karlina. 

Tokoh Katolik, Romo Benny Susetyo membacakan poin keempat yang menyatakan bahwa Pemilu 2024 harus menjadi pengikat dalam mengatur berbagai perbedaan kepentingan dan keberagaman, menjaga nilai luhur, hak dan kemerdekaan seluruh warga bangsa yang telah dijamin dan diamanatkan oleh konstitusi sebagai warisan para pendiri bangsa. “Pemilu 2024 harus menaati konstitusi sebagai pijakan utama,” kata Romo Benny. 

Sementara itu, poin kelima dibacakan oleh pendeta Gomar Gultom. Poin itu menegaskan agar Pemilu 2024 harus dijadikan sebagai konsensus untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa berdaulat dan disegani. 

“Memiliki kemandirian dengan segala anugerah sumber daya manusia dan alam yang melimpah, serta memiliki jati diri dan kepribadian yang kuat di tengah peradaban global,” kata Pendeta Gomar dalam siaran langsung haul Gus Dur yang ditayangkan di YouTube TV9.

Keluarga usung tema etika demokrasi untuk hadirkan inspirasi yang telah Gus Dur lakukan

“Amanat Ciganjur ini dibuat dengan penuh kesadaran dan pengharapan agar Pemilu 2024 dapat menjadi sarana kemaslahatan bangsa dan bukan sekadar lomba berebut kekuasaan semata yang pada akhirnya hanya akan membawa kehancuran bagi bangsa kita,” kata Sinta Nuriyah yang menutup amanat. Usai pembacaan Amanat Ciganjur, Sinta Nuriyah memberikan piagam “Amanat Ciganjur” kepada anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Lolly Suhenty.

Ketua Panitia Inayah Wahid mengatakan haul Gus Dur ke-14 mengangkat tema “Meneladani Budaya Etika Demokrasi Gus Dur”. Keluarga memilih tema tersebut sebagai upaya untuk menghadirkan inspirasi dan keteladanan Gus Dur tentang demokrasi sebagaimana yang sudah diyakini, dijalankan dan diperjuangkan Gus Dur.

“Banyak hal yang bisa dipelajari dan diperhatikan oleh penyelenggara. Kontestan dan konstituen tentang bagaimana seharusnya demokrasi ditempatkan, diarahkan dan ditata orientasinya,” ujar Inayah dalam siaran pers

Penulis: Agung Purwandono
Editor: Hammam Izzuddin

Iklan

BACA JUGA Gus Dur di Kauman Jogja: Kenakalan, Gila Baca, sampai Pergulatan dengan Tokoh Muhammadiyah

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

 

Terakhir diperbarui pada 17 Desember 2023 oleh

Tags: Gus DurPemilu 2024
Agung Purwandono

Agung Purwandono

Jurnalis di Mojok.co, suka bercocok tanam.

Artikel Terkait

Soal Tanah dan Benih Pengetahuan di Tubuh NU MOJOK.CO
Esai

Soal Tanah dan Benih Pengetahuan di Tubuh NU: Masih Relevankah Isu-isu Moderasi Beragama?

7 Agustus 2024
Gus Dur di Balik Operasi Jahat Petrus dan Teror Gerhana Matahari Total
Video

Gus Dur di Balik Operasi Jahat Petrus dan Teror Gerhana Matahari Total

1 Agustus 2024
Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Sowan Gus Yusuf: Tanpa Ada Kekuatan Politik, Maka Kebenaran Akan Menjadi Sia-Sia
Video

Sowan Gus Yusuf: Tanpa Ada Kekuatan Politik, Maka Kebenaran Akan Menjadi Sia-Sia

28 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

orang tua.MOJOK.CO

35 Tahun Bekerja Keras demi Anak, tapi Kesepian di Masa Tua karena Dianggap Tak Pernah Hadir untuk Keluarga

24 Februari 2026
Innova Reborn Terlahir Jadi Mobilnya Orang Bodoh dan Pemalas (Wikimedia Commons)

Innova Reborn Bikin Orang Lupa Diri karena Ia Mobilnya Orang Bodoh dan Pemalas

25 Februari 2026
Pakai hp android Samsung S26 terintimidasi user iPhone. Tapi tak berpaling karena Samsung lebih berguna dari iPhone yang hanya memperdaya pengguna MOJOK.CO

Pakai Samsung Terintimidasi User iPhone, Tak Berpaling karena Lebih Berguna dari iPhone yang Memperdaya Penggunanya

26 Februari 2026
Toxic sibling relationship antar saudara kandung karena rebutan sertifikat tanah. Saudara kandung bisa jadi mafia tanah soal warisan MOJOK.CO

Saudara Kandung di Desa Itu Bak Mafia, Justru Jadi Orang Paling Busuk dan Licik demi Sikat Sertifikat Tanah Saudara Sendiri

20 Februari 2026
UMR Jakarta, merantau ke jakarta, kerja di jakarta.MOJOK.CO

Sarjana Cumlaude PTN Jogja Adu Nasib ke Jakarta: Telanjur Syukuran Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Bulan Pertama Belum Turun

26 Februari 2026
Sejahtera ekonomi di Negeri Jiran ketimbang jadi WNI. Tapi berat terima tawaran lepas paspor Indonesia untuk jadi WN Malaysia MOJOK.CO

WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!

21 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.