Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Kandidat Cawapres 2024 Bermunculan, Pengamat Politik Sebut Parpol Gencar Komunikasi Intensif

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
5 Mei 2023
A A
kandidat cawapres mojok.co

Pengamat politik sekaligus pakar Ilmu Pemerintahan UMY, Zuly Qodir menyampaikan tentang cawapres yang bermunculan jelang Pemilu 2024. (yvesta ayu/mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Beberapa nama calon presiden (capres) pada Pemilu 2024 seperti Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan menyusul Prabowo Subianto sudah mengemuka. Kini giliran nama-nama calon wakil presiden (cawapres) ikut bermunculan.

Berbagai lembaga survei mulai merilis beberapa nama kandidat cawapres dengan elektabilitas yang tinggi. Sebut saja Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Menparekraf Sandiaga Uno, Menteri BUMN Erick Thohir, hingga Gubernur Jatim Kofhifah Indar Parawangsa.

Lembaga Survei Indonesia (LSI) misalnya pada 3 Mei 2023 menyebut elektabilitas Ridwan Kamil sebagai cawapres paling tinggi berada pada angka 19,5 persen. Lalu ada Sandiaga Uno dengan 14,4 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan 11,6 persen, Erick Thohir dengan 10,5 persen, dan Khofifah Indar Parawansa dengan 6,8 persen.

Pengamat politik sekaligus pakar Ilmu Pemerintahan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Zuly Qodir pun mengemukakan pendapatnya. Zuly mengungkapkan bahwa beberapa namca calon cawapres akan semakin mengemuka.

Bermunculannya kandidat cawapres dari berbagai survei, menurut Zuly maka ke depan akan terjadi komunikasi politik yang semakin intensif. Komunikasi politik yang semakin intensif itu menandakan terjadi dinamika di tingkat elit partai

“Cawapres seperti Ridwan Kamil, Khofifah, dan lain-lain tentu akan melakukan komunikasi politik secara intensif,” ujar Zuly, Kamis (04/5/2023)

Parpol banyak alternatif

Menurut Zuly, munculnya sejumlah kandidat cawapres saat ini menandakan banyaknya alternatif yang bisa parpol ambil untuk mendampingi capres yang sudah ada. Bahkan, bisa jadi parpol tidak lagi bersikukuh mengusung ketua umumnya untuk jadi cawapres.

Parpol bisa mencontoh Ganjar yang akhirnya PDIP usung sebagai capres alih-alih Puan Maharani karena elektabilitasnya dan aksebilitasnya yang tinggi. Kondisi serupa bisa terjadi, parpol lain bisa memilih kader mereka yang elektabilitasnya tinggi untuk bisa maju sebagai cawapres.

“Pimpinan parpol pasti juga melihat elektabilitas dan aksebilitas kandidat [cawapres]. Kalau dia jadi ketua partai kemudian elektabilitasnya rendah atau jadi kartu mati, maka tidak akan terpilih mendampingi capres. Namun sekalipun [kandidat] bukan ketua partai, lalu kemudian dia memiliki elektabilitas yang tinggi dan aksebilitas yang tinggi maka kemungkinan bisa maju [cawapres],” paparnya.

Zuly mencontohkan, Ridwan Kamil yang masuk Partai Golkar bukan merupakan ketua partai. Namun karena elektabilitasnya yang tinggi maka bisa saja maju jadi cawapres alih-alih Airlangga Hartanto yang merupakan ketum Partai Golkar. Apalagi dalam berbagai survei, elektabilitas Airlangga Hartanto lebih rendah dari Ridwan Kamil.

Partai Golkar akan realistis untuk mengajukan Ridwan Kamil sebagai cawapres. Begitu pula dengan partai lain yang sedang melakukan komunikasi politik. Baik di tingkat internal partai maupun dengan parpol lain dalam rangka untuk mengusung kader maupun sosok yang elektabilitasnya tinggi. Bila hal itu benar terjadi maka ke depan dinamika politik di Indonesia akan luar biasa.

“Bisa kita lihat PDIP yang mengusung Ganjar [jadi capres] dan bukan Puan [Maharani]. Dugaan saya selama ini untuk capres bukan puan, pasti orang lain karena bagaimanapun, survei meski bukan satu-satunya alat ukur yang bisa dijadikan patokan pasti terpilih [namun bisa jadi referensi]. Semua tergantung komunikasi politik dan elektabilitas di lapangan,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Menerka Sosok Cawapres Prabowo, Siapa ya Kira-kira? dan tulisan menarik lainnya di Kanal Pemilu

 

Terakhir diperbarui pada 5 Mei 2023 oleh

Tags: cawapresPemilu 2024Pilpres 2024
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Tanggapan Mahasiswa Soal Pilpres 2024: Kecurangan Sudah Jadi Rahasia Umum!
Video

Tanggapan Mahasiswa Soal Pilpres 2024: Kecurangan Sudah Jadi Rahasia Umum!

23 Februari 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO
Ragam

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Takjil bingka dari Kalimantan

Seloyang Bingka di Jogja: Takjil dari Kalimantan yang Menahan Saya agar Tetap “Hidup” di Perantauan

23 Februari 2026
produk indomaret, private label.MOJOK.CO

Private Label Indomaret Penyelamat Hidup Saat Tanggal Tua Bulan Ramadan, Murah tapi Tak Murahan

24 Februari 2026
Honda Supra X 125

Maunya Motor Matic, tapi Terpaksa Pakai Supra buat Kuliah di Fakultas “Elite” di UGM demi Menyenangkan Ayah

24 Februari 2026
Mall Kokas di Jakarta Selatan (Jaksel) macet

Mall Kokas, Tempat Paling Membingungkan di Jakarta Selatan: Bikin Pekerja “Mati” di Jalan, tapi Diminati karena Bisa Cicipi Gaya Hidup Elite

20 Februari 2026
Suzuki S-Presso Mobil Tidak Menarik, tapi Tetap Laku MOJOK.CO

Menjawab Misteri Suzuki S-Presso Tetap Laku: Padahal, Menurut Fitra Eri dan Om Mobi, S-Presso Adalah Mobil Paling Tidak Menarik

26 Februari 2026
UMR Jakarta, merantau ke jakarta, kerja di jakarta.MOJOK.CO

Sarjana Cumlaude PTN Jogja Adu Nasib ke Jakarta: Telanjur Syukuran Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Bulan Pertama Belum Turun

26 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.