Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Ditanya Soal Strategi Politik Identitas dalam Pemilu, Ini Jawaban Anies

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
16 Maret 2023
A A
retorika politik anies baswedan

Ilustrasi Anies Baswedan ketika ditanya mengenai politik identitas (Mojok.co).

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Nama Anies Baswedan menjadi viral baru-baru ini. Bukan karena prestasi, tapi banyak kritik bermunculan dan dialamatkan ke mantan Gubernur DKI itu lantaran ia tidak menyangkal telah menggunakan politik identitas sebagai strategi pemenangan Pilkada DKI Jakarta 2017 silam.

Dalam talkshow The World, bertajuk “Why Anies Baswedan has been gaining traction in Indonesia’s Presidential race” tersebut, Anies dicecar banyak pertanyaan oleh jurnalis ABC Beverly O’Connor.

Saat itu, O’Connor menyebut bahwa Anies punya label negatif sebagai politikus yang memainkan “kartu agama” dalam Pilkada DKI 2017 silam. Ia pun bertanya, apakah Anies akan menempuh jalan yang sama dalam pemilihan presiden 2024 mendatang dengan menggunakan strategi politik identitas yang berbau SARA.

“Apakah Anda berkomitmen untuk tidak menempuh jalan itu lagi? Apakah Anda akan mencoba dan memisahkan agama dari pencalonan presiden Anda?” tanya jurnalis tersebut, dikutip dari kanal Youtube ABC News (Australia), Rabu (15/3/2023).

Menanggapi pertanyaan tersebut, Anies tak memberi jawaban terang. Ia malah berpendapat bahwa dalam pemilu, selalu akan terjadi keterbelahan yang disebabkan oleh perbedaan atribut kandidat yang bertarung.

Misalnya, kata Anies, jika yang bertanding adalah laki-laki dengan perempuan, maka isu gender mendominasi pembicaraan. Menurutnya, ini juga memicu keterbelahan.

“Dan kemudian jika calon berasal dai kelompok etnis berbeda [kasus Pilkada DKI], maka faktor etnis dapat menjadi faktor ketebelahan,” jelas Anies.

Tidak mengiyakan, tapi juga tidak menyanggah

Sekali lagi, Anies tidak mengafirmasi maupun menyanggah pernyataan O’Connor yang—berdasarkan asumsi publik—menilainya memakai strategi politik identitas selama Pilkada DKI.

Anies hanya menjelaskan, bahwa ada empat hal yang ia jadikan pijakan politik selama ini, yakni kesetaraan, kebaikan bersama, akal sehat, hukum, serta aturan dan regulasi.

Dengan demikian, ia menegaskan bahwa kebijakan yang ia terapkan tidak berdasarkan keinginan atau kepentingan para pendukungnya di Pilkada. Melainkan berdasarkan empat pilar tadi.

“Jadi, ini bukan tentang siapa yang mendukung Anda, tapi bagaimana Anda mengambil keputusan saat Anda menjabat,” jelas Anies.

Seperti diketahui, pada Pilkada DKI 2017 lalu, Anies diusung oleh Gerindra, PAN, dan partai konservatif PKS. Selain itu, ia juga mendapatkan dukungan masif dari ormas-ormas dan kelompok reaksioner-agamis seperti FPI dan Gerakan 212.

Mengaku Tidak Punya Utang Politik

Bahkan Hamid, dalam penelitiannya berjudul “Populism in the 2017 Jakarta gubernatorial election” (2019) yang dikutip Populicenter.org, menyebut bahwa politik identitas melalui narasi agama, menjadi faktor utama yang mendorong kemenangan Anies atas Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Terlebih, sang petahana Ahok, saat itu juga tersandung kasus penistaan agama. Ini kemudian menjadi bahan bakar yang bikin api politik agama makin berkobar. Berbekal dukungan parpol konservatif dan ormas reaksioner, Anies-Sandiaga akhirnya mengungguli Ahok-Djarot dengan suara 57,96 persen.

Iklan

Anies sendiri tidak menampik terkait dukungan-dukungan ormas dan kelompok konservatif itu. Namun, ia menegaskan bahwa tak ada utang politik bagi pendukung—meski tetap mengakui bahwa pendukung adalah cerminan sosok yang diusung.

“Kadang-kadang Anda berasumsi bahwa jika Anda didukung oleh kelompok ini dan kelompok itu, maka Anda bertindak tidak sesuai dengan prinsip kesetaraan, common sense, kepentingan publik juga aturan dan peraturan, dan saya telah menjalani lima tahun dan membuktikan bahwa kita bisa melakukan itu. Oleh karena itu melihat ke masa depan,” tegasnya.

Anies Baswedan sendiri resmi dicalonkan sebagai capres pada Pemilu 2024 mendatang. Ia diusung oleh Koalisi Perubahan, yang di dalamnya berisi Partai NasDem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Amanatia Junda

BACA JUGA PKS Resmi Mendeklarasikan Anies Baswedan Jadi Capres, Bagaimana Elektabilitasnya? 

Terakhir diperbarui pada 16 Maret 2023 oleh

Tags: Anies Baswedancapres 2024Pemilu 2024Pilgub DKI Jakartapilkada DKI Jakarta 2017politik identitas
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO
Ragam

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tanpa Cina dan Pecel Lele, Mental Orang Jawa Pasti Ambruk (Wikimedia Commons)

Persahabatan Aneh dengan Anak Cina Membawa Saya ke Pecel Lele di Bawah Jembatan Janti yang Menjadi “Pelarian” bagi Orang Jawa

16 Februari 2026
Layung Senja: meditasi melepas kepenatan di kawasan wisata Candi Borobudur, Magelang MOJOK.CO

Layung Senja: Meditasi Lepas Penat di Kawasan Candi Borobudur, Mendengar Suara Alam yang Kerap Terabaikan

15 Februari 2026
Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua MOJOK.CO

Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua

18 Februari 2026
Mahashivaratri, festival tahunan yang dirayakan umat Hindu untuk menghormati Dewa Siwa di Candi Prambanan. MOJOK.CO

Hari Suci Terpenting Umat Hindu, Mahashivaratri Perdana Digelar di Candi Prambanan dengan 1008 Dipa Menyala

14 Februari 2026
Nyaris dicurigai kumpul kebo di penginapan Jogja saat Valentine. MOJOK.CO

Sisi Gelap Penginapan “Murah” di Jogja, Ramai dan Untung Saat Valentine Berkat Anak Mudanya yang Hobi Kumpul Kebo

14 Februari 2026
Geliat open bo di MiChat saat malam Valentine: pelampiasan lewat layanan "rasa pacar" MOJOK.CO

Geliat Layanan Open BO “Rasa Pacar” di MiChat, Pelampiasan dan Upaya “Laki-laki Gagal” Mencari Validasi

14 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.