Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Anies Baswedan Deklarasi Capres di Jogja: Dielu-elukan, Meski Sempat Ada Penolakan

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
18 November 2022
A A
anies baswedan deklarasi capres mojok.co

Ilustrasi Anies Baswedan (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Nama Anies Baswedan dielu-elukan oleh para pendukungnya yang menghadiri acara Forum Ka’bah Membangun (FKM). Kendati demikian, sebelumnya sempat terjadi penolakan oleh sejumlah elemen masyarakat atas kedatangannya ke Yogyakarta untuk mengikuti acara tersebut.

FKM sendiri merupakan kelompok relawan, berisi kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang memberi dukungan pada Anies untuk maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2024 mendatang. Dalam acara yang digelar di Grand Pacific Hall, Sleman, Rabu (16/11/2022) tersebut, FKM mendeklarasikan mantan Gubernur DKI Jakarta itu sebagai Presiden 2024.

Anies, yang hadir di lokasi pada sore hari, langsung dikerubuti oleh oleh para pendukungnya yang sudah datang sejak pagi. Mereka berebut untuk foto bersama sambil meneriakkan nyanyian “Anies Presiden”, yang berkumandang riuh di dalam hall.

“Bapak Anies Presiden, Bapak Anies Presiden, Bapak Anies Presiden,” teriak para relawan Anies.

Dalam acara yang dihadiri banyak kader PPP tersebut, Anies menyebut bahwa Pemilu 2024 masih lama. Ia pun meminta agar para pendukungnya menyiapkan stamina dan mengatur tempo menjelang pemilu nanti.

“Jangan membayangkan pilpresnya bulan depan. Ini masih ada waktu 16 bulan lebih,” kata Anies, di hadapan para relawannya, Rabu (16/11/2022).

“Siapkan stamina untuk perjalanan 16 bulan lagi, lakukan dengan tempo yang tepat, jangkau semuanya. Rencanakan dengan baik, dengan begitu kita nanti akan bisa mengajak semua dengan ikhtiar perubahan,” seru Anies.

Disambut dan ditolak

Sebelum hadir di Grand Pacific Hall, Anies terlebih dahulu melawat ke Kulonnprogo pada siang harinya. Di sana, ia menemui  para petani di Kalurahan Srikayangan, Kapanewon Sentolo, untuk mendengar aspirasi mereka.

Dalam kunjungannya ini, para petani setempat terlihat antusias. Selain berebut untuk meminta foto bersama atau sekadar bersalaman, mereka juga riuh menyorakan lagu bernada dukungan agar Anies menjadi presiden.

“Anies Baswedan Presiden, Anies Baswedan Presiden, Anies Baswedan Presiden,” demikian sorakan dari para petani yang hadir.

Kendati disambut meriah di Kulonprogo maupun oleh FKM, lawatan Anies ke Yogyakarta nyatanya tak luput dari sejumlah penolakan. Sejumlah spanduk liar bertebaran di sepanjang jalan di wilayah Kapanewon Mlati, Sleman.

Spanduk-spanduk bergambar karikatur Anies ini, pada akhirnya dicopot oleh petugas karena selain dianggap tak berizin, juga diklaim berisi konten provokatif.

Adapun, spanduk yang dicopot ini antara lain bergambar karikatur Anies di dalam bingkai lingkaran merah seperti tanda dilarang, yang disertai tulisan “Orang Munafik! Membawa Agama Untuk Politik”. Selain itu, ada juga spanduk yang bertuliskan, “Warga Jogja Tidak Butuh Bapak Politik Identitas Yang Memecah Masyarakat”.

“Pencopotan spanduk itu murni dari petugas keamanan Kapanewon  Mlati. Tadi kebetulan kami diberi kabar soal spanduk itu, lalu kami monitor pencopotannya saja,” kata Kepala Seksi Operasi Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Sleman Darmanto seperti yang dikutip dari Tempo.co.

Iklan

Darmanto mengatakan sejumlah spanduk itu ditemukan bertebaran di area Kutu Asem dan Denggung, Kecamatan Mlati Sleman. Selain dua spanduk, petugas juga mencopoti sedikitnya enam rontek dengan gambar serupa.

“Kami belum tahu siapa pihak yang memasang spanduk-spanduk itu, hanya saja informasinya mulai dari kemarin dipasang,” kata Darmanto.

Pintu masuk ke KIB?

Deklarasi calon presiden yang dilakukan oleh kader PPP di Yogyakarta, nyatanya menjadi pertimbangan tersendiri bagi nama Anies untuk diusulkan ke Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Wakil Ketua Umum PPP, Arsul Sani, menyampaikan bahwa nama Anies bisa dipertimbangkan sebagai capres dari KIB. Akan tetapi, bagaimanapun partainya akan melihat dahulu nama-nama lain yang potensial berdasarkan sejumlah hasil survei.

“Tentu semuanya akan kita pertimbangkan [pencalonan Anies],” ujar Arsul Sani, Rabu (16/11/2022).

“Selain itu, kira-kira yang dipertimbangkan juga termasuk yang hasil surveinya memang signifikan, baik sebagai bacapres atau bacawapres,” sambungnya.

Namun, sebelum diusulkan ke KIB, Arsul menyebut keputusan soal capres dan cawapres PPP akan lebih dulu dibahas dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) partai. Di sana, partai akan mempertimbangkan nama-nama capres dan cawapres yang diusulkan para kader PPP di daerah.

Selain itu, terkait beberapa kadernya yang mendeklarasikan dukungan pada Anies, seperti FKM, Arsul tak mempermasalahkannya. Menurutnya, ini merupakan hak para kader PPP dalam posisinya sebagai elemen masyarakat umum.

“Kalau teman-teman [kader PPP], katakanlah, menjadi elemen pendukung, sebagai masyarakat tentu boleh saja. Sepanjang tidak anarkis, tidak kita larang,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Prinsip Muhammadiyah Jelang Tahun Politik 2022

Terakhir diperbarui pada 5 Desember 2022 oleh

Tags: Anies BaswedanCapresPemilu 2024Pilpres 2024
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Tanggapan Mahasiswa Soal Pilpres 2024: Kecurangan Sudah Jadi Rahasia Umum!
Video

Tanggapan Mahasiswa Soal Pilpres 2024: Kecurangan Sudah Jadi Rahasia Umum!

23 Februari 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Resign after lebaran karena muak dengan kantor toxic demi work life balance di Jogja MOJOK.CO

Nekat Resign After Lebaran karena Muak Kerja di Kantor Toxic, Pilihan “Ngawur” untuk Cari Happy tapi Stres Tetap Tak Terhindarkan

30 Maret 2026
Salah paham pada kuliner sate karena terlalu miskin. Baru benar-benar bisa menikmatinya setelah dewasa untuk self reward MOJOK.CO

Salah Paham ke Sate: Kaget dan Telat Sadar kalau 1 Porsi Bisa buat Diri Sendiri, Jadi Self Reward Tebus Masa Kecil Miskin

31 Maret 2026
Kerja WFH - WFA dengan kantor di Jakarta Barat. Awalnya enak karena slow living, ternyata menjebak MOJOK.CO

Tergiur Kerja WFH WFA karena Tampak Enak dan Slow Living tapi Ternyata Menjebak: Gaji, Skill, dan Karier Mentok

27 Maret 2026
Lewat Setu Sinau, Jalan Malioboro Kota Yogyakarta tidak hanya jadi tempat wisata. Tapi juga ruang edukasi untuk belajar budaya Jawa, termasuk aksara Jawa MOJOK.CO

“Setu Sinau” bikin Jalan Malioboro Tak Hanya Jadi Tempat Wisata, Tapi Juga Ruang Edukasi Aksara Jawa

29 Maret 2026
Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran

Saya Kapok Naik Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak

1 April 2026
KA Eksekutif, Kereta eksekutif KAI Jogja ke Jakarta nggak nyaman. MOJOK.CO

Backpackeran Naik KA Eksekutif Jogja-Jakarta Demi Menyembuhkan Luka, Malah Dibuat Kesal dengan Kelakuan Norak Penumpangnya

1 April 2026

Video Terbaru

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.