Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

5 Dampak Kaesang Jadi Ketum PSI, Ada yang Berefek ke Jokowi

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
27 September 2023
A A
5 Dampak Kaesang Jadi Ketum PSI, Ada yang Berefek ke Jokowi MOJOK.CO

Kaesan setidaknya memberikan 5 dampak setelah menjadi Ketua Umum PSI. Termasuk dampak ke Presiden Jokowi. (Instagra PSI)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum (Ketum) PSI dalam acara Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) Deklarasi Politik PSI di Jakarta, Senin (25/9/2023) kemarin. Pengamat politik UGM Nyarwi Ahmad menyebut setidaknya ada lima dampak dan fenomena dari penetapan tersebut.

PSI dapat brand ambassador untuk Pemilu 2024

Pertama, Direktur Eksekutif Indonesian Presidential Studies (IPS) ini menjelaskan, bahwa PSI telah mendapatkan sosok brand ambassador yang potensial untuk mengarungi Pemilu 2024 mendatang. Seperti yang kita tahu, PSI ikut serta dalam Pemilu 2019. Namun, gagal lolos ke Senayan karena tidak adanya sosok potensial tadi.

“Bahkan [Kaesang] bisa mewarnai arah gerak PSI dalam Pilpres 2024, karena kita tahu memang PSI itu partai non-parlemen, tapi opini-opini cukup aktif,” kata Nyarwi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (26/9/2023).

“Saya lihat para tokoh yang ada di sana membangun opini-opini yang bisa memengaruhi arah, sikap, persepsi publik dan preferensi politik. Juga terkait orientasi sikap politik masyarakat dalam pemilu, baik pileg maupun pilpres mendatang, terutama pilpres,” imbuhnya.

Kaesang akan dongkrak suara PSI

Dampak selanjutnya adalah kehadiran Kaesang di PSI bisa mendongkrak suara partai itu di pemilu legislatif (Pileg) 2024. Bahkan, Nyarwi sudah mewanti-wanti parpol lain yang hanya punya parliamentary threshold kecil untuk berhati-hati dengan potensi PSI.

Artinya peluang dari partai-partai menengah yang selama ini cukup aman, akan semakin mendapatkan kompetitor yang cukup tangguh pada Pileg 2024 nanti.

“Saya kira perlu hati-hati karena PSI kemungkinan menjadi kompetitor baru yang sangat potensial, di mana PSI bisa mendapatkan, bukan hanya lolos parliamentary threshold, tetapi juga potensial mendapatkan kursi yang bisa cukup besar di parlemen,” ujar Nyarwi.

Banyak peluang dan jaringan politik

Dampak ketiga, yang masih berhubungan dengan dampak kedua, PSI sangat mungkin untuk mendapatkan banyak peluang dalam memanfaatkan jaringan politik dan pengaruh keluarga Jokowi.

“Saya kira PSI bisa mendapatkan banyak peluang untuk memanfaatkan jaringan politik dan pengaruh keluarga Presiden Jokowi. Ini yang kemudian ini bisa menjadi ruang baru bagi kiprah politisi muda untuk berkiprah di sana,” jelasnya.

Fenomena “selebritisasi politik”

Adapaun, dampak keempat, penetapan Kaesang sebagai Ketum PSI bisa dilihat sebagai fenomena selebritisasi politik. Seperti yang disampaikan dosen Komunikasi Politik UGM ini, selama ini Kaesang punya atribut yang mumpuni sebagai politisi muda.

Misalnya, ia merupakan tokoh yang populer dan punya banyak pengaruh. Posisinya sebagai anak presiden juga bisa dimanfaatkan oleh partai politik untuk menjadikannya “daya magnetik” atau mesin suara partai.

Karena Kaesang, jangkar politik Jokowi makin lebar

Namun, yang tak kalah penting dan menjadi fenomena kelima, kehadiran Kaesang sebagai Ketum PSI semakin menegaskan bahwa jangkar politik Presiden Jokowi semakin lebar dan semakin besar.

Seperti yang kita tahu, anak-anak Jokowi hingga menantunya yang berkiprah di dunia politik, semuanya merupakan kader PDIP. Alhasil, dengan demikian Kaesang telah memilih jalan yang lain.

“Kaesang bisa dipandang sebagai ketua umum partai baru yang kita lihat prospeknya cukup potensial. Dia akan menjadi penantang dari partai-partai yang sudah mapan di parlemen hari ini,” pungkasnya.

Iklan

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Menelusuri Jejak Kaesang Pangarep, Baru Dua Hari Masuk Partai Langsung Jadi Ketua Umum PSI

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 27 September 2023 oleh

Tags: kaesang pangarepketum PSIPartai Solidaritas Indonesiapsi
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

Ngobrol Politik Bersama Dua Caleg Asal Jawa Timur, Benarkah PSI Bukan Saingan PDIP?
Video

Ngobrol Politik Bersama Dua Caleg Asal Jawa Timur, Benarkah PSI Bukan Saingan PDIP?

22 Januari 2024
Berselempang Tas Boneka Teddy Bear, Kaesang Dapat 3 Wejangan dari Ketum PP Muhammadiyah MOJOK.CO
Kotak Suara

Berselempang Tas Boneka Teddy Bear, Kaesang Dapat 3 Wejangan dari Ketum PP Muhammadiyah

6 Oktober 2023
PSI Diprediksi Tak Akan Lolos ke Senayan, Kaesang Bisa Jadi Kartu As? MOJOK.CO
Kotak Suara

PSI Diprediksi Tak Akan Lolos ke Senayan, Kaesang Bisa Jadi Kartu As?

4 Oktober 2023
Kaesang Pangarep Gabung PSI
Video

Kaesang Pangarep Gabung PSI dan Aldi Taher Bikin Grup WA Mantan Istri Hebohkan Netizen

30 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sewakan kos bebas ke teman sesama mahasiswa Malang yang ingin enak-enak tapi tak punya modal MOJOK.CO

Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim

14 Januari 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Keluar dari organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) PMII, dicap pengkhianat tapi lebih sukses MOJOK.CO

Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik

13 Januari 2026
Kos horor di Jogja.MOJOK.CO

5 Tahun Tinggal di Kos-kosan Horor Jogja: Gajiku Lebih “Satanis” dari Tempat Tinggalku

12 Januari 2026
franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026
Gotong royong atasi tumpukan sampah Kota Semarang MOJOK.CO

Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

16 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.