Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Komen Status

Anti CELUP tapi Follow Lambe Turah, Hehehe

Redaksi oleh Redaksi
28 Desember 2017
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

[MOJOK.CO] “Hikmah kasus CELUP masih sama kayak kasus-kasus kemarin: kita masih suka standar ganda.”

Ya Allah, bakal sesurem apa 2018 nanti.

Sebelum 2012, orang-orang yang mainan media sosial suka ngeluh, kenapa sih media sosial isinya kalau nggak orang pamer makanan dan destinasi wisata, ya ngeluh dan curhat no mention.

Tapi, menjelang masuk tahun 2012, orang masih berharap tahun depan akan lebih baik.

Masuk 2012, tahun pilkada Jakarta ketika Jokowi-Ahok melawan Foke-Nara, timeline udah mulai ramai soal politik, walau masih sebatas memuji-muji, Jokowi keren, Risma keren, Ganjar Pranowo (yang waktu itu mau nyalon pilgub Jateng) keren, dst., dst.

Tahun 2013, timeline mulai ambyar. Puncak keambyarannya ada di 2014 gara-gara pilpres. Ya memang ada selingannya sih, ketika 2014 orang doyan banget mepersekusi jomblo. Dari 2014 itu, mulai deh dua kubu terbentuk dan permusuhan keduanya makin meruncing di 2016.

2016 mau selesai. Bulan Desembernya yang ditutup dengan riuh lewat aksi berseri membuat orang berharap-harap, Ya Tuhan, jangan bikin 2017 sekacau ini deh. Orang juga mulai rindu timeline yang share makanan dan jalan-jalan lagi.

Nyatanya, 2017 juga berkhianat. Apalagi kalau bukan karena pilkada Jakarta dan persidangan Ahok. Ambyaaar. Bisa jadi ini tahun paling parah ketika dua urusan paling privat manusia, cinta dan agama dalam berbagai manifestasinya, bolak-balik jadi bahan debat publik.

Bisa dibilang, selain merupakan tahun boikot, 2017 yang bikin kita serbasalah dalam bercinta. Menyukai sesama jenis, salah. Menyukai lain jenis tapi berduaan di ruang privat, salah. Menyukai lain jenis tapi berduaan di ruang publik, salah. Nikah muda, salah. Nggak nikah-nikah, salah.

Kemudian juga berderet-deret kasus lain: pernikahan muda yang durasi nikahnya juga “muda”, istri-istri dibunuh dengan sadis oleh suami, pengungkapan pelecehan seksual di Hollywood, pelabrakan pelakor, suami-suami yang poligami tanpa diketahui istri sah, drama korupsi…

ah udah ah, ngedaftarnya kok bikin depresi sendiri.

Desember ini udah cukup sih jadi representasi kesureman 2017. Baru aja masalah video cowok yang salah alamat dikira gay beres, menyusul kasus lain nggak kalah surem bernama kampanye Cekrek, Lapor, Upload (CELUP).

CELUP adalah kampanye pembersihan ruang publik dari tindakan asusila yang dimulai oleh sejumlah mahasiswa di Surabaya dalam rangka tugas kuliah. Praktiknya, orang diajak memfoto secara sembunyi-sembunyi pasangan yang sedang bermesraan di ruang publik. Kategori bermesraannya meliputi rangkulan, ciuman, petting, sampai berhubungan intim.

Begitu kasus ini meledak, respons netizen justru negatif. Di media sosial, mereka membalas kampanye tersebut dengan membuat parodi. Tapi, ada juga netizen yang ngasih pembalasan dengan kejam. Mereka menskrinsut foto-foto Instagram inisiator kampanye CELUP (yang notabene mahasiswa semester 5) sedang berangkulan sama pasangan mereka di ruang publik dan memberi kepsyen yang intinya mereka itu munafik.

Iklan

Yawda c, yang kejam-kejam gitu nggak usah diberi panggung. Sambil nunggu CELUP dibikin lagu dangdutnya, kalian simak aja twit-twit tanggapan atas CELUP yang lebih asyik berikut ini.

***

@bungwentar:

Uda Ivan Lanin baca soal CELUP.

Uda Ivan Lanin memberi nasihat.

“Baiknya bukan CELUP (cekrek, lapor, upload), tapi PLUNG (potret, lapor, unggah).”

Sekian.

@yellohelle:

Tulisan baik ttg Kampanye CELUP, yang bisa jadi contoh kasus terparah matkul DKV 5: Kampanye Sosial. Desainer berjarak sama isu, terjebak sama heroisme “problem-solver”, kebiasaan baca apalagi riset kagak ada, akumulasi absurdnya: merasa desainerlah yg bisa menyelamatkan dunia.

Link tulisannya di sini.

@victorkamang:

Kalo di dunia bokep, fetish suka ngintipin dan ngerekam kegiatan pribadi rang lain kek tujuan hidup geng CELUP ini masuk kategori Pervert.

@WinduJusuf:

Tolong laporkan dua lelaki ini ke Celup. Sudah asusila, kominis pula.

celup_windu_jusuf_mojok.co

@efanevanepan:

Menyetor foto untuk Kampanye Celup.

Diriku sedang merangkul ketiadaan.stevan_celup_mojok.co

@ardyanme:

Kalau suatu ketika ketemu gerombolan pendukung Celup mah kasih aja kutipan Bang Ali ini.

ardyanme_celup-mojok.co

@sastranuklir:

sementara kalian semua sibuk dengan masalah CELUP ,ustad somad,dsb..,andhika kangen band akan menikah lagi utk kelima kalinya

@al_arfan:

@ecwx48 bang, mau tanya kok CELUP di ributin sedangkan lambe turah ga yah ? Menurut saya mereka sama saja, atau beda tapi saya yang kurang tahu ? Mohon bantuan penjelasannya bang

@masova:

Draft/konsep “tugas kuliah” CELUP kok engga disobek2 sama dosennya yah?

@arefdasella:

celap celup celap celup lu kira mau bikinaref-celup-mojok.co

@isyanaaaa:

Mengritik CELUP sendirinya suka kepo akun Mak-Mak di IG (Lambe Turah dll).

Supaya tidak munafik, diblock saja deh

@jojosuherman:

Mau manas2in CELUP pake foto lg cium pipi pacar. Tapi tidak punya pacar.

Yaudah.

Terakhir diperbarui pada 24 Februari 2021 oleh

Tags: celuplambe turahtwit
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

instagram hapus fitur like manfaat selebgram endorse
Esai

Fitur Close Friend Instagram Itu Amanat Kepercayaan, Bukan Bukti Kedekatan di Media Sosial

2 Juni 2021
jatuh cinta sama teman galau pacaran mojok.co
Curhat

Berjuang Mengejar Cinta dengan Terus Ngetwit Puisi Romantis

3 Oktober 2020
fadjroel rachman twit banjir jakarta diancam diperkosa pengalaman pakai main media sosial twitter instagram facebook kalis mardiasih putus pertemanan mojok.co
Pojokan

Walau Bodoh, Twit Fadjroel Rachman soal Banjir Jakarta Harus Disambut Gembira

26 Februari 2020
ilustrasi Krisdayanti Dikritik Netizen Bule Soal Baby Car Seat yang Kebanyakan Orang Indonesia Bodo Amat mojok.co
Esai

Memahami Angela Gilsha yang Bandingin Bayi Nangis di Pesawat sama Hewan Peliharaan

13 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rela utang bank buat beli mobil keluarga Suzuki Ertiga demi puaskan mertua. Ujungnya ribet dan sia-sia karena ekspektasi. MOJOK.CO

Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia

21 Maret 2026
Memelihara kucing.MOJOK.CO

Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya

20 Maret 2026
Sekolah penerima manfaat beasiswa JPD Pemkot Jogja

Beasiswa JPD Jadi Harapan Siswa di Jogja untuk Sekolah, padahal Hampir Berhenti karena Broken Home

17 Maret 2026
Jadi gembel di perantauan tapi berlagak tajir pas pulang kampung. Siasat pura-pura baik-baik saja agar orang tua tidak kepikiran MOJOK.CO

Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan

21 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

17 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.