Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Unjuk Rasa ARB di DPRD DIY Ricuh, Massa Robohkan Gerbang

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
7 September 2022
A A
DPR DIY

Ratusan massa membakar ban dan merobohkan gerbang DPRD DIY dalam unjuk rasa menolak kenaikan BBM, Rabu (07/09/2022) sore. (Yvesta Ayu:mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Unjuk rasa ratusan massa yang menamakan diri Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) di depan Kantor DPRD DIY ricuh, Rabu (07/09/2022) sore. Aksi demo kenaikan BBM ini sempat diwarnai pembakaran ban bekas dan robohnya gerbang kantor DPRD DIY. 

Aksi unjuk rasa ini melibatkan masa berbeda dengan unjuk rasa yang dilakukan buruh dan pekerja yang tertib, siang harinya di tempat yang sama. 

Kerusuhan berawal dari orasi sejumlah perwakilan massa yang membuat suasana jadi memanas. Massa pun mencoba masuk ke gedung DPRD dengan merobohkan gerbang sekitar pukul 17.00 WIB meski ada sejumlah penjagaan dari pihak kepolisian. Mereka meminta dipertemukan dengan anggota DPRD.

Tak hanya itu, massa juga membakar sejumlah ban di depan kantor DPRD DIY. Bahkan mereka melempar botol minuman dan kaca ke dalam halaman gedung.

Beruntung, sejumlah massa lain yang berada di tempat tersebut menenangkan mereka. Api yang sempat menyala pun dipadamkan dan gerbang yang roboh diberdirikan kembali.

Kawasan Jalan Malioboro yang dipenuhi massa pun ditutup. Arus lalu lintas pun terpaksa dialihkan ke arah Stasiun Tugu.

Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana yang berada di lokasi mengungkapkan, DPRD tidak mempermasalahkan bila massa melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan BBM. Hanya saja cara mereka yang merobohkan gerbang dan membakar ban serta melempari botol tidak pantas.

“Secara substansi, isu teman-teman sesuai dengan aspirasi mereka dalam penolakan kenaikan BBM, hanya saja metode aksi mereka yang ingin mendapatkan perhatian atau mencerminkan militansi dengan cara itu [tidak benar[,” paparnya.

Kericuhan yang sempat terjadi akhirnya bisa dihentikan. Azan magrib di masjid DPRD DIY yang dikeraskan akhirnya membuat massa membubarkan diri.

Huda berharap masyarakat bisa menyampaikan aspirasi dengan cara yang damai dan tertib. Dengan demikian tidak ada kerusakan atau kerugian yang dialami siapapun akibat aksi tersebut.

“[Untungnya] pagar [dprd] didesian tidak rusak bila roboh atau dimiringkan. Saya berharap jogja senantiasa damai,” imbuhnya.

Siang hari sebelumnya, ratusan buruh dan pekerja di Yogyakarta menggelar aksi unjuk rasa naiknya harga BBM di Kantor DPRD DIY, Rabu (07/09/2022). Mereka menuntut,Sultan HB X  segera menaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) DIY sebelum dilantik jadi gubernur DIY periode 2022-2027 pada 10 Oktober 2022.

“DPRD punya kewenangan cukup besar untuk menanyakan dan memastikan gubernur DIY menaikkan upah minimum [buruh dab pekerja],” papar Wakil Ketua DPD KSPSI DIY, Kirnadi disela aksi.

Kenaikan UMP sebelum Sultan kembali bertahta, menurut Kirnadi bisa menjadi preseden positif bagi Pemda DIY.  Sebab selama kepemimpinan Sultan selama lima tahun terakhir meninggalkan kesan yang baik. Apalagi kebijakan tersebut juga tidak melanggar aturan.

Iklan

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Harga BBM Naik, Buruh Jogja Tuntut Sultan Tingkatkan UMP Sebelum Dilantik

Terakhir diperbarui pada 7 September 2022 oleh

Tags: bbmDemodprd diyrusuhunjuk rasa
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Perbandingan BBM di SPBU, Pertalite dan Pertamax
Sehari-hari

Anak Muda Isi BBM Tergantung Antrean SPBU: Pertalite-Pertamax Dianggap Sama, padahal Terbiasa Buru-buru dan “Buta” Kualitas

4 Maret 2026
Pertamina MOJOK.CO
Ekonomi

Sambut Libur Nataru di DIY, Pertamina Siagakan Motorist

20 Desember 2025
Nasib motor Yamaha Aerox 2023 usai diisi BBM jenis Pertalite, jadi brebet di Jawa Timur. MOJOK.CO
Liputan

Nasib Sial Motor Yamaha Aerox 2023 yang Tersiksa karena Pertalite, Brebet hingga Tak Cukup ke Bengkel Sekali

29 Oktober 2025
Rugi Buka SPBU di Papua? DPR Bisanya Cuma Omong Kosong MOJOK.CO
Esai

Rugi Buka SPBU di Papua? Kalau DPR Menantang, Korporasi Bisa Menantang Balik karena DPR Cuma Bisa Melempar Retorika

3 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pendidikan karakter Sunan Ampel di Pesantren Ampeldenta Surabaya melalui halal food dan halal living MOJOK.CO

Rasa Sanga (6): Melalui Halal Food dan Halal Living, Sunan Ampel Membentuk Karakter Generasi Islam Berkualitas

13 Maret 2026
Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku Mojok,co

Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku

19 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Nasib selalu kalah kalau adu pencapaian untuk kejar standar sukses keluarga besar. Orientasinya karier mentereng dan gaji besar, usaha dan kerja mati-matian tidak dihargai MOJOK.CO

Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha

14 Maret 2026
Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026
Jadi gembel di perantauan tapi berlagak tajir pas pulang kampung. Siasat pura-pura baik-baik saja agar orang tua tidak kepikiran MOJOK.CO

Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan

19 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.