Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Sejarah Tuslah Kereta Api, Sajian Makan Gratis Untuk Penumpang Kelas Utama

Iradat Ungkai oleh Iradat Ungkai
27 Agustus 2023
A A
Sejarah Tuslah Kereta Api, Sajian Makan Gratis Untuk Penumpang Kelas Utama MOJOK.CO

Sejarah Tuslah Makan Kereta Api (ArtsyBee/Pixabay.com)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tuslah mungkin terdengar asing di telinga. Namun, anak kereta begitu menantikan layanan ini. Tuslah itu apa sih?!

Istilah tuslah kerap disalahpahami dengan jatah makan gratis di kereta. Padahal, pengertian tuslah lain dari itu. Tuslah merupakan kata serapan dari bahasa Belanda “toeslag” yang artinya biaya tambahan. Menurut KBBI, tuslah berkenaan dengan karcis atau tiket angkutan, baik darat, laut, maupun udara.

Sederhananya, tuslah adalah biaya tambahan yang diminta oleh operator angkutan dan dibebankan pada tarif karcis atau tiket. Sebagai ganti dari penambahan tersebut, operator angkutan akan memberi pelayanan lebih. Namun, belakangan pelayanan tambahan tersebut entah kenapa tereduksi jadi hanya sebatas makanan.

Melacak sejarah tuslah makanan di kereta api

Tradisi tuslah di perekeretaapian Indonesia sudah ada zaman Hindia Belanda. Tuslah berbentuk makanan “gratis” (padahal tidak sepenuhnya gratis) biasanya tersedia untuk para penumpang kelas tertinggi. Hal itu terlacak pada temuan kanal YouTube Kereta Nostalgia. Di sebuah film promosi Staatsspoorwegen (SS) terlihat jelas pelayan kereta kelas termewah memberikan tuslah atau makanan kepada penumpangnya.

Staatsspoorwegen (SS) membagikan tuslah dengan cara memanggil penumpang untuk makan malam ke gerbong restorasi. Petugas kereta akan memanggil penumpang dengan mengetuk gong sambil berkeliling gerbong. Di gerbong restorasi, penumpang bisa memilih berbagai menu yang tersedia.

Layanan ini sempat terhenti pada masa Perang Dunia II dan Perang Kemerdekaan. Namun, pada 1953 kembali hidup saat Bung Karno mereformasi perkeretaapian Indonesia. Dua kereta malam jarak jauh; Kereta Fadjar dan Bintang Sendja memberikan sajian makanan mewah.

Penumpang bahkan bisa memilih sendiri chef untuk makan malam. Sementara itu saat pagi, pelayan akan mengantarkan makanan ke tempat duduk penumpang. Buktinya terlacak dari Buku Menu karya Indra Krisna Murti.

Tradisi tuslah dari masa ke masa

Pada 1957, pelayanan tuslah makan sedikit berubah. Dari yang menawarkan pilihan menu berganti menjadi sistem menu prasmanan di gerbong restorasi. Layanan itu tersedia untuk penumpang Kereta Bima.

Zaman berganti, sistem pelayanan tuslah kembali berubah seiring dengan kemunculan kereta Argo dan Ekskutif Satwa. Pemberian tuslah makan mengadaptasi cara yang berlaku di angkutan pesawat. Yakni dengan menyediakan paket makanan pada nampan saji yang dibagikan. Menunya beragam dan tak ada standar yang pasti. Jika beruntung, penumpang bisa mendapatkan menu nasi kuning istimewa khas Argo Lawu.

Seiring waktu, bukan hanya menunya yang berubah, tapi juga cara penyajiannya. Nampan saji yang berwarna hijau berganti menjadi kotak makan berbahan stainless. Bahkan pada Kereta Taksaka, makanan terjadi di kotak makanan dari alumunium foil sekali pakai.

Kemudian, jatah makan berubah lagi, tereduksi jadi hanya snack berat yang terjadi menggunakan kotak makan. Akhirnya terjadi penyamaan penyajian tuslah antara kereta api jarak jauh dengan jarak menengah. Keduanya sama-sama hanya dapat snack.

Sempat terhapuskan

Per 1 Agustus 2009, PT KAI tak lagi menyediakan tuslah atau makan gratis untuk penumpang. Penghapusan tersebut adalah bentuk upaya agar kereta api bisa bersaing dengan angkutan lain. Konon, perubahan tersebut bisa membuat tarif kereta turun Rp5000–Rp20.000.

”Tujuan utama penghapusan tuslah makanan dan minuman sehingga tarif KA turun adalah meningkatkan daya kompetisi tarif dari angkutan kereta dibanding angkutan lain,” ujar Vice President Public Relations PT Kereta Api, Adi Suryatmini, melansir Kompasiana.com.

Beruntung saat ini layanan tersebut kembali hadir. Kalian bisa mendapatkan makan gratis jika menaiki kereta kelas eksekutif.

Iklan

Tuslah telah jadi bagian dari perkembangan kereta api dari zaman ke zaman. Bentuk tertinggi pelayanan untuk penumpang. Meski hanya bisa dinikmati di kelas termahal dan kerap dikritik karena kualitas menunya, tapi ada banyak kenangan yang tersimpan di balik sajian tuslah.

Kalian pernah dapat makan gratis apa?

Penulis: Iradat Ungkai
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Motor Jialing: Ketika Cina Mengusik Eksistensi Motor Jepang di Indonesia
Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

 

Terakhir diperbarui pada 25 Agustus 2023 oleh

Tags: kereta apikuliner keretamakanan keretatuslah makan
Iradat Ungkai

Iradat Ungkai

Kadang penulis, kadang sutradara, kadang aktor.

Artikel Terkait

Kerja di Jakarta, Purwokerto, KRL.MOJOK.CO
Urban

Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto

13 Maret 2026
Perantau Minang di kantin kereta api Indonesia (KAI) dalam perjalanan mudik Lebaran
Sehari-hari

Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”

13 Maret 2026
Ada kehangatan dan banyak pelajaran hidup di dalam kereta api (KA) ekonomi yang sulit didapatkan user KA eksekutif kalau terlalu eksklusif MOJOK.CO
Sehari-hari

Kehangatan dan Pelajaran Hidup di Kereta Api (KA) Ekonomi yang Sulit Ditemukan di KA Eksekutif

13 Maret 2026
Kereta api ekonomi (KA) Ambarawa Ekspres menjadi saksi "kegilaan" Bonek di rute Grobogan - Stasiun Pasarturi demi Persebaya Surabaya di Stadion GBT MOJOK.CO
Urban

KA Ambarawa Ekspres Andalan Bonek Tempuh “Jalan Kegilaan” di Rute Grobogan – Pasarturi, Demi Ziarah ke Rumah Kedua

6 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mudik Gratis dari BUMN 2026. MOJOK.CO

Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

18 Maret 2026
Brio, Mobil Honda Paling Menderita Sepanjang Sejarah MOJOK.CO

Brio Adalah Mobil Honda Paling Menderita: Sering Dihina Murahan, tapi Sebetulnya Paling Ideal Menjadi Mobil Pertama Bagi Anak Muda yang Tidak Takut Cicilan

12 Maret 2026
Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali MOJOK.CO

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

17 Maret 2026
mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah ISI Jogja dihujat. MOJOK.CO

Sisi Lain Penerima KIP Kuliah yang Tak Dipahami Para Mahasiswa “Polisi Moral”, Dituntut Untuk Selalu Terlihat Miskin dan Menderita

12 Maret 2026
Stasiun Pasar Senen Jakarta Pusat merampas senyum perantau asal Jogja MOJOK.CO

Stasiun Pasar Senen Saksi Perantau Jogja “Ampun-ampun” Dihajar dan Dirampas Jakarta, Tapi Terlalu Cemas Resign buat Balik Jogja

15 Maret 2026
Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya? MOJOK.CO

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?

18 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.