Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Tega Betul, PBB Tak Pernah Diajak Bicara oleh Prabowo Soal Koalisi

Redaksi oleh Redaksi
28 Juli 2018
A A
prabowo yusril
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dalam koalisi keummatan, koalisi 212, koalisi Prabowo, koalisi “Partai Allah”, atau apapun nama koalisinya —yang kita tahu siapa saja anggotanya—, ada satu partai yang tidak terlalu dianggap, ia ada namun tak terlalu diperhitungkan keberadaannya, siapa lagi kalau bukan Partai Bulan Bintang a.k.a. PBB.

Selama ini, orang hampir selalu menganggap bahwa Partai Koalisi Prabowo hanya sebatas Gerindra, PKS, dan PAN. Bahkan sampai muncul istilah “Trio Partai Allah”.

Iklan

Tidak diperhitungkannya PBB dalam koalisi ternyata diperjelas oleh pernyataan Prabowo Subianto dalam sambutannya di acara Ijtimak Ulama yang digelar di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat, Jumat 27 Juli 2018 lalu.

Dalam sambutannya, Prabowo menyebut sudah terbentuknya koalisi riil antara Gerindra, PKS, dan PAN. Tanpa PBB, ya, tanpa PBB.

“Saya katakan di sini walaupun tidak nyata, sebenarnya koalisi Gerindra, PKS, dan PAN sudah de facto berjalan,” ujar Prabowo.

Dalam kelanjutan pidato sambutannya, Prabowo mengatakan sudah berkomunikasi dengan para petinggi Partai Koalisi, kecuali PBB.

“Walaupun kadang-kadang susah, capek juga ketemu orang PKS sama PAN, karena semua orang pinter. Jadi setiap langkah saya, saya pasti ajak Ustaz Salim (Salim Segaf Aljufrie, Ketua Majelis Syuro PKS), Presiden PKS (Sohibul Iman), konsultasi ke Pak Zul (Zulkifli Hasan, Ketua Umum PAN) dan Pak Amien Rais (Ketua Dewan kehormatan PAN),” kata Prabowo. “Maaf, Pak Yusril, bukan kita tidak mengajak Pak Yusril. Pada saat kalau kita cari, Pak Yusril sering ada di luar negeri,” tambahnya.

Yusril Ihza Mahendra yang juga datang di acara Ijtimak Ulama pun berkomentar soal pidato sambutan Prabowo.

“Ya, memang selama ini pertemuan dikatakan Pak Prabowo antara Gerindra, PAN, dan PKS. PBB memang nggak pernah diajak,” kata Yusril. “Kemarin saya pergi ke luar negeri empat hari karena mertua saya meninggal. Tapi saya setiap hari di sini.”

Kendati begitu, Yusril mengaku tidak masalah jika memang partainya tidak diajak untuk berkomunikasi soal pembentukan koalisi, sebab selama ini partainya fokus untuk Pileg, bukan untuk Pilpres.

“Terserahlah, ya. Kita diajak, ya kita ikut, kalau nggak diajak, nggak papa, biar PBB fokus pileg untuk kembali punya fraksi di DPR. Kalau perlu, jadi oposisi pemerintahan akan datang. Jadi PBB nggak terlalu kejar target duduk di pemerintahan. Yang penting eksis kembali,” jelas Yusril.

Wah,berani betul ini Koalisi Keummatan. Berani-beraninya tidak mengajak PBB berkomunikasi soal koalisi. Padahal, kecil-kecil begitu, PBB adalah anggota koalisi 212 yang punya identitas paling Islami. Dari mulai warna khas partainya, sampai logo partainya. Kok bisa-bisanya tidak diajak ngobrol oleh koalisi yang selama ini kerap menggunakan identitas ummat Islam.

Bah, kalau begini, jadi ingat apa kata Bung Valentino “Jebret” Simanjuntak: Tegaaaaaaaaaa, tegaaaaaaaa, tegaaaaaaaaaa. (A/M)

prabowo yusril

Terakhir diperbarui pada 28 Juli 2018 oleh

Tags: koalisipbbpilpresprabowoyusril
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mengapa Calon Mahasiswa PTN Banyak yang Mengundurkan Diri? MOJOK.CO

Mengapa Calon Mahasiswa PTN Banyak yang Mengundurkan Diri?

29 Juni 2026
Konsolidasi InJourney dengan Hotel BUMN untuk perkuat ekosistem pariwisata dan perhotelan nasional MOJOK.CO

Konsolidasi InJourney dengan Hotel BUMN: Perkuat Ekosistem Pariwisata Indonesia agar Lebih Kompetitif di Tingkat Global

28 Juni 2026
Kisah pemilik Yamaha Fazzio hitam di Jogja. MOJOK.CO

Gelontorkan Tabungan Jutaan Rupiah demi Modifikasi Fazzio: Cara Manis Anak Muda Jogja Menghargai Kepedulian Orang Terdekat

30 Juni 2026
Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai MOJOK.CO

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai 

26 Juni 2026
Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis di Sepak Bola Remaja Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik.MOJOK.CO

Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis Pemain Muda Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik

28 Juni 2026
Kudus, Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan.MOJOK.CO

Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan 

27 Juni 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.