Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Sosial

Stasiun Tanggung Grobogan Bukan Cuma Tertua, namun Tempat Segalanya Bermula

Iradat Ungkai oleh Iradat Ungkai
21 Juli 2023
A A
stasiun tanggung grobogan mojok.co

Stasiun Tanggung Grobogan (Oleh Woodbury/Wikipedia)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Stasiun bergaya arsitektur Swiss

Pada 1910, stasiun ini dibongkar dan dibangun ulang dengan gaya arsitektur Chalet-NIS. Chales merupakan sebutan untuk bangunan dengan arsitektur tradisional di Pegunungan Alpen, Swiss. Ciri khas bangunan bergaya Chales berbentuk seperti lumbung, kandang, atau rumah tinggal dengan kontruksi kayu yang atapnya menggunakan sirap batu untuk melindungi bangunan dari hujan dan salju.

Sementara NIS atau NISM merupakan perusahaan kereta api Hindia Belanda yang memiliki nama lengkap Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij. Kantor pusatnya berada di Semarang. Bangunannya kini disebut Lawang Sewu.

Bangunan Stasiun Tanggung memiliki luas 6 x 12 meter. Stasiun ini memiliki empat ruangan utama; ruang kepala stasiun yang juga digunakan sebagai loket, gudang, ruang tunggu, dan ruang PPKA (Pengatur Perjalanan Kereta Api).

Status stasiun ini sekarang

Jika kamu berkunjung ke stasiun ini, di depan kamu akan disambut tugu peringatan berbentuk roda dan sayap. Di tugu tersebut tertera tulisan “Di bumi inilah kita bermula”, sebuah pengingat atas di mana sejarah kereta api bermula.

Keunikan lain ada di belakang stasiun ini. Di sana terdapat rumah panggung yang terbuat dari kayu yang diperkirakan digunakan sebagai rumah kepala stasiun. Saat ini, St. Tanggung masih aktif. Difungsikan sebagai stasiun pemantau.

Meski demikian, tidak ada lagi kereta api yang berhenti di stasiun ini kecuali jika ada persilangan dan penyusulan antarkereta api. Stasiun ini masuk kategori stasiun bersejarah yang dilindungi oleh UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Penulis: Iradat Ungkai
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA KA Babaranjang: Sering Bikin Kesal Warga Lampung tapi Disayang PT KAI

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 21 Juli 2023 oleh

Tags: Stasiun Kereta ApiStasiun TanggungStasiun Tanggung GroboganStasun Kereta Tertua
Iradat Ungkai

Iradat Ungkai

Kadang penulis, kadang sutradara, kadang aktor.

Artikel Terkait

Rembang amat butuh kereta api karena perjalanan pakai bus di pantura amat menyiksa MOJOK.CO
Ragam

Rembang Sangat Butuh Kereta Api karena Perjalanan di Jalan Pantura Amat Menyiksa

19 November 2025
stasiun ngabean mojok.co
Sosial

Napak Tilas Stasiun Ngabean yang Pernah Dilewati KA Jenazah Pakubuwono X

28 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerja WFH untuk ASN bukan solusi. MOJOK.CO

WFH 1 Hari dalam Seminggu Cuma Bikin Pekerja Boncos dan Nggak Produktif, Lalu Di Mana Efisiensi Pemakaian Energinya?

6 April 2026
Gen Z kerja di desa untuk merawat ibu. MOJOK.CO

Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia

10 April 2026
Anak PNS kuliah di PTN top seperti UGM masih menderita karena UKT nggak masuk akal

Derita Jadi Anak PNS: Baru Bahagia Diterima PTN Top, Malah “Disiksa” Beban UKT Tertinggi Selama Kuliah padahal Total Penghasilan Orang Tua Tak Seberapa

4 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO

Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Salatiga Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup

6 April 2026
Tinggalkan Jakarta demi punya rumah desa untuk slow living, berujung kena mental karena ulah tetangga MOJOK.CO

Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga

7 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.