Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Sosial

Stasiun Tanggung Grobogan Bukan Cuma Tertua, namun Tempat Segalanya Bermula

Iradat Ungkai oleh Iradat Ungkai
21 Juli 2023
A A
stasiun tanggung grobogan mojok.co

Stasiun Tanggung Grobogan (Oleh Woodbury/Wikipedia)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Selama ini orang sering salah kaprah mengira Stasiun Kemijen Semarang merupakan yang tertua. Bukan Kemijen, stasiun tertua di Indonesia adalah Stasiun Tanggung!

Hal tersebut dinyatakan langsung oleh Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang Krisbiantoro saat diwawancarai Detik. Stasiun Kemijen yang selama ini dikira tertua ternyata statusnya hanya shelter. Meski demikian, baik Stasiun Kemijen maupun Stasiun Tanggung –begitu pula dengan Stasiun Tawang– dibangun di tahun yang sama, yakni 1864.

Hal ini senada dengan pernyataan Sejarawan dari Universitas Negeri Semarang (Unnes), Warsino. Saat itu pemerintah Belanda sedang mengalihkan transportasi perdagangan dan perekonomian dari truk ke kereta api. Untuk mempermudah distribusi, akhirnya dibangunlah 3 stasiun tersebut.

“Stasiun Kemijen, Stasiun Tawang dan Stasiun Tanggungharjo. Dari tiga stasiun ini diperkirakan Stasiun Tanggung yang kecil jadi, selesai lebih dahulu. Sebab Belanda waktu itu mengejar pembangunan transportasi kereta api dari Kota Semarang ke Solo dan berakhir Yogyakarta,” jelasnya dilansir Detik.

Saksi bisu dibukanya jalur kereta api pertama

Stasiun Tanggung (TGG) terletak di Tanggungharjo, Grobogan, Jawa Tengah. Pada 10 Agustus 1876, ia menjadi saksi dibukanya jalur kereta api pertama dari Tanggung–Kemijen oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Ludolph Anne Jan Wilt Baron Sloet van de Beele. Jalur tersebut berjarak 25 km.

Stasiun Tanggung termasuk ke dalam Daerah Operasi IV Semarang. Ia berdiri pada ketinggian 20 meter di atas permukaan laut.

stasiun tanggung grobogan mojok.co
Stasiun Tanggung Grobogan (Oleh Fajar Muhammad/Wikipedia)

Baca halaman selanjutnya.

Stasiun bergaya arsitektur Swiss

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 21 Juli 2023 oleh

Tags: Stasiun Kereta ApiStasiun TanggungStasiun Tanggung GroboganStasun Kereta Tertua
Iradat Ungkai

Iradat Ungkai

Kadang penulis, kadang sutradara, kadang aktor.

Artikel Terkait

Rembang amat butuh kereta api karena perjalanan pakai bus di pantura amat menyiksa MOJOK.CO

Rembang Sangat Butuh Kereta Api karena Perjalanan di Jalan Pantura Amat Menyiksa

19 November 2025
stasiun ngabean mojok.co

Napak Tilas Stasiun Ngabean yang Pernah Dilewati KA Jenazah Pakubuwono X

28 Juli 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Tercatat 1 juta lulusan S1 (sarjana) jadi pengangguran hingga terjebak pinjol karena hidup konsumtif MOJOK.CO

Banyak Lulusan S1-S3 Nganggur Bukan Cuma karena Lapangan Kerja, Tapi Ada Juga Dua Masalah yang Jarang Disadari

19 Agustus 2026
Merdeka ala Puskestan dan para petani Sukoharjo: perjuangan sejahtera dari sektor pertanian MOJOK.CO

Merdeka Ala Puskestan dan Petani Sukoharjo: Perjuangan Panjang agar Sejahtera dari Pertanian

18 Agustus 2026
Proyek Hutan Tanaman Energi (HTE) untuk co-firing biomassa di PLTU langgengkan praktik perampasan tanah ala kolonial MOJOK.CO

Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Langgengkan Praktik Perampasan Lahan ala Kolonial

21 Agustus 2026
JPPI, MBG, buku siswa sekolah.MOJOK.CO

RAPBN 2027: Anggaran Pendidikan Tersandera Rp240 Triliun demi Program yang Tak Penting

17 Agustus 2026
Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.