Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Sosial

Menelusuri Jejak Masa Kecil Soeharto di Wonogiri

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
31 Agustus 2023
A A
masa kecil soeharto di wonogiri mojok.co

Ilustrasi Soeharto (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Mantan Presiden Soeharto pernah mengisi masa kecilnya di Wonogiri. Orang tuanya menitipkan pada paman dan bibinya di Desa Ngebel.

Meskipun singkat, Wonogiri pernah menjadi tempat bagi Soeharto menghabiskan masa kecilnya. Selama sepuluh tahun, Presiden ke-2 RI itu mengisi masa kecilnya dengan angon kambing, memanen jagung, hingga main bola jeruk bersama teman-temannya. Konon, ia adalah bek tangguh pada masanya.

Soeharto tiba di Desa Ngebel, Kecamatan Wuryantoro, Wonogiri pada 1929 lalu. Perceraian orangtuanya bikin Soeharto kecil akhirnya pindah dari Godean ke Wonogiri saat usianya baru delapan tahun. Di sana, ia dititipkan kepada paman dan bibinya, Prawirowihardjo dan Sanikem.

Ketika pertama kali datang, Soeharto melanjutkan sekolahnya mulai kelas 3 SD. Kala itu, ia menimba ilmu Sekolah Rakyat (SR). Masyarakat setempat lebih akrab menyebutnya “sekolah angka loro”, terjemahan bebas dari nama Belandanya, Tweede Inlandsche School (sekolah kelas dua).

Di sekolah itulah lelaki kecil yang kelak menjadi pemimpin Orde Baru ini bertemu sahabat-sahabatnya. Antara lain Kamin, Warikun, Wariman, Kamsiri, Yahman dan Sutarto yang kelak menjadi kepada desa di Ngebel.

Soeharto kecil gemar main bola

Cukup sulit untuk menelusuri jejak masa kecil Soeharto di Wuryantoro. Masa tinggalnya yang hanya sebentar, ditambah orang-orang terdekatnya yang sudah mangkat, membuat kisah Soeharto di desa berjarak 40 km dari Solo itu seakan tak eksis.

Namun, petikan wawancara Kamin (almarhum), salah seorang sahabatnya, 15 tahun yang lalu, memberi sedikit gambaran mengenai kehidupan masa kecil sang Smiling General.

Lelaki 24 cucu ini merupakan teman sekolah sekaligus teman bermain Soeharto. Bahkan, ia mengaku bahwa dirinya pula lah yang mengajari Soeharto berhitung.

Kata Kamin, hampir tiap sore ia, Soeharto, dan teman-temannya yang lain bermain sepakbola di lapangan dusun. Lucunya, bola yang mereka pakai adalah buah jeruk purut, karena saat itu belum ada si kulit bundar.

“Bolanya dari jeruk, diubel-ubeli gombal [dibungkus kain], terus dililit senar,” ujar Kamin dalam petikan wawancaranya, dikutip Jumat (25/8/2023).

Kamin menambahkan, posisi favorit Soeharto kala itu adalah sebagai pemain belakang alias bek. Sementara dirinya pemain sayap kiri. Menurut Kamin, Suharto adalah pemain yang andal di posisi itu.

Sayang, pada 1939 Kamin dan Soeharto harus berpisah. Sahabatnya itu memperoleh panggilan kerja dua kali dalam sehari, yakni dari bank desa dan menjadi tentara. Setelah perpisahan itu, Kamin dan Soeharto menjadi jarang bertemu.

Namun, kala sahabatnya itu menjabat sebagai presiden RI selama 32 tahun, ia mengaku pernah dua kali diundang ke Cendana.

“Pak Harto dan saya waktu itu sangat akrab, sekolah bareng, bermain juga bareng,” kenangnya.

Iklan

Halaman selanjutnya…

Napak tilas bekas rumah dan sekolah

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 31 Agustus 2023 oleh

Tags: Soehartowonogiri
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Wonogiri Bukanlah Anak Tiri Surakarta, Kami Sama dan Punya Harga Diri yang Patut Dijaga
Pojokan

Wonogiri Bukanlah Anak Tiri Surakarta, Kami Sama dan Punya Harga Diri yang Patut Dijaga

1 Desember 2025
Nasib buruh usai Marsinah jadi pahlawan nasional. MOJOK.CO
Ragam

Suara Hati Buruh: Semoga Gelar Pahlawan kepada Marsinah Bukan Simbol Semata, tapi Kemenangan bagi Kami agar Bebas Bersuara Tanpa Disiksa

12 November 2025
Kami Berdoa Setiap Hari agar Soeharto Jadi Pahlawan Nasional MOJOK.CO
Ragam

Kami Berdoa Setiap Hari agar Soeharto Jadi Pahlawan Nasional. Sejarawan: Pragmatis dan Keliru

11 November 2025
Suara Marsinah dari Dalam Kubur: 'Lucu! Aku Disandingkan dengan Pemimpin Rezim yang Membunuhku'.MOJOK.CO
Ragam

Suara Marsinah dari Dalam Kubur: ‘Lucu! Aku Disandingkan dengan Pemimpin Rezim yang Membunuhku’

10 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Penerima beasiswa LPDP serba salah, penerima beasiswa LPDP dalam negeri dan LPDP luar negeri diburu

Penerima LPDP Dalam Negeri Terkena Getah Awardee Luar Negeri yang “Diburu” Seantero Negeri, padahal Tak Ikut Bikin Dosa

25 Februari 2026
Pekerja gila Surabaya yang melamun di Danau UNESA. MOJOK.CO

Danau UNESA, Tempat Pelarian Pekerja Surabaya Gaji Pas-pasan dan Gila Kerja. Kuat Bertahan Hanya dengan Melamun

24 Februari 2026
orang tua.MOJOK.CO

35 Tahun Bekerja Keras demi Anak, tapi Kesepian di Masa Tua karena Dianggap Tak Pernah Hadir untuk Keluarga

24 Februari 2026
KIP Kuliah.MOJOK.CO

Mahasiswa KIP Kuliah Ikut Dihujat Imbas “Oknum” yang Foya-Foya Pakai Duit Beasiswa, Padahal Beneran Hidup Susah hingga Rela Makan Sampah di Kos

25 Februari 2026
Gagal seleksi CPNS dan tidak tembus beasiswa LPDP untuk kuliah S2 di luar negeri pilih mancing, dicap tidak punya masa depan oleh keluarga MOJOK.CO

Gagal LPDP dan Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Nemu Rasa Tenang meski Dicap Tak Punya Masa Depan

22 Februari 2026
MBG untuk sahur dan berbuka di bulan Ramadan

Sahur dengan MBG, Nilai Gizinya Lebih Cocok untuk Mahasiswa ketimbang Anak Sekolah

24 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.