Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Sosial

3 Pantai Ini Membuktikan kalau Wisata Bukan Solusi Membersihkan Pantai

Ardhias Nauvaly Azzuhry oleh Ardhias Nauvaly Azzuhry
12 Juli 2023
A A
sampah plastik di pantai wisata mojok.co

Ilustrasi sampah plastik di pantai (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pariwisata kerap jadi biang kerok persampahan di pesisir pantai. Riset menunjukkan bahwa sektor pariwisata menyumbang 65% sampah laut dan 94% nya adalah plastik.

Senin (10/7/2023) Pandawara Group, lima orang remaja pria yang suka bersih-bersih lingkungan, melakukan kegiatannya di luar Jawa, yakni di Pantai Sukaraja Bandar Lampung. Meski berhasil menghimpun 3.700 sukarelawan yang mampu mengeruk 300 ton sampah, Pandawara Group merasa bebersih hari itu hanya permulaan.

“Harapannya, pantai ini bisa dikelola jadi wisata,” ujar Gilang, perwakilan Pandawara Group seperti dilansir pada IDN Times. Bukan hanya mereka, Ikram Afro, selebriti asal Lampung, juga menyarankan hal serupa.

Meski terlihat tidak ada yang salah, mengubah sebuah pantai jadi destinasi wisata bukan solusi yang umum untuk menanggulangi persoalan sampah. Sebaliknya, justru pariwisata kerap jadi biang kerok persampahan di pesisir.

Riset Institute of Environmental Science and Technology – Universitat Autònoma de Barcelona (ICTA-UAB), seperti yang dikutip dari National Geographic, menunjukkan bahwa pariwisata menyumbang 65% sampah laut dan 94% nya adalah plastik. Kasusnya ada di Laut Mediterania.

Di Indonesia pun sama. Setidaknya, ada tiga pantai wisata yang kemudian jadi ladang sampah. Berikut daftarnya:

#1 Pantai Marunda dan Cilincing

Siapa sangka bahwa pantai di utara Jakarta ini dahulunya adalah primadona? Bila tidak percaya, silakan tengok adegan mantai di film legendaris garapan Usmar Ismail, Tiga Dara (1956). Di sana, latarnya adalah Pantai Cilincing yang masih satu kompleks dengan Pantai Marunda.

Masa kejayaan kompleks rekreasi bahari ini adalah pada rentang akhir abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20. Kejayaan ini terus berlangsung setelah kemerdekaan. Arus wisatawan makin deras sebab hirarki masyarakat sudah dihapuskan sehingga siapapun boleh mengaksesnya, termasuk pribumi.

Sebagai wujud larisnya pantai, pada medio 1950-an, terdapat restoran terkenal bernama Sindang Laut yang dilengkapi taman bermain dan dermaga untuk kapal kecil. Sekarang, restoran tersebut sudah berubah menjadi Bogasari Flour Mills, kawasan industri.

Yang terjadi pada Sindang Laut merupakan petunjuk tentang perubahan pantai-pantai ini: tata wilayah yang berantakan. Ruwinda, warga Marunda yang setengah abad tinggal di sana, menyoroti sirnanya hutan mangrove.

“Sekarang, jadi lahan pemukiman,” katanya, dikutip dari Detik Travel. Liputan Kompas.id pada 2018 silam pun menunjukkan bahwa Pantai Marunda sudah tidak layak jadi destinasi wisata. “Biasanya, sehari hanya 20 pengunjung dan rerata hasil dagang hanya Rp15.000,” demikian tulisnya.

#2 Pantai Pangandaran

Pantai di pesisir selatan Jawa Barat ini sempat melejit kembali setelah terungkap sebagai kampung halaman Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan 2014-2019. Padahal, sebenarnya pantai ini sudah masyhur sebagai lokasi pelesiran sejak awal abad ke-20.

Portal berita daring bernama Harapan Rakyat dengan bersumber pada arsip koran Bataviaasche Nieuwsbald bertitimangsa 30 Mei 1923 menunjukkan iklan pesanggrahan Badhotel di Pangandaran. Selain keindahannya, keunggulan Pantai Pangandaran kala itu adalah aksesibilitasnya. Jalur kereta api yang jadi moda utama terkenal sebagai perjalanan sepur paling mewah di Jawa kala itu. Pemandangannya, fasilitas gerbongnya, hingga pengalaman berjumpa satwa liar menjadi daya pikatnya.

Namun, semua itu tinggal kenangan. Saban musim liburan, pantai ini disesaki pengunjung, dan oleh karenanya, juga sampah. Pernah pada libur lebaran 2022, Susi Pudjiastuti berencana melancong ke kampung halamannya. Namun, ujungnya dia malah mengajak wisatawan di sana untuk menyerok tumpukan sampah. Bahkan, ada situs yang mendapuknya sebagai salah satu pantai terkotor di Indonesia.

Iklan

#3 Pantai Kuta

Orang Indonesia, bahkan mancanegara yang sering ke Bali, tidak mungkin tidak mengenal pantai ini. Keindahan pasir, landainya pesisir, dan pemandangan matahari tenggelam jadi daya jualnya. Pantai Kuta, bersama Pantai Sanur, kemudian jadi ujung tombak pariwisata Bali yang mulai meledak pada dekade 70-an.

Sejak 2017, sampah-sampah mulai memenuhi Pantai Kuta. Sumbernya macam-macam: aktivitas wisata, kiriman dari darat (lewat sungai), atau apungan dari laut. Jerinx, drummer sekaligus aktivis penolakan reklamasi Teluk Benoa berpendapat, reklamasi mengacaukan arus laut yang membuat sampah nyasar ke Kuta.

Hasilnya, Pantai Kuta mulai ditinggalkan. Meski masih ramai dikunjungi wisatawan lokal, pelancong mancanegara di Bali mulai beralih ke pantai lainnya seperti Nusa Dua. Merujuk liputan Ngopibareng.id, mereka terganggu oleh sampah dan juga perilaku pengunjung lokal yang mengusik privasi dengan sembarangan memotret.

Itu tiga pantai wisata yang justru terbengkalai dan penuh sampah pada akhirnya. Sebenarnya, Pandawara Group juga berpengalaman membersihkan pantai yang salah satu pemanfaatannya adalah wisata yakni Pantai Teluk Labuan Pandeglang. Pantai yang kemudian mereka nobatkan sebagai pantai terkotor di Indonesia.

Di Lampung, satu provinsi dengan Pantai Sukaraja, terdapat Pantai Pasir Putih yang penuh sampah padahal sebelumnya menjadi destinasi wisata bahari di Lampung selama puluhan tahun. Maka, menjadikannya sebagai destinasi wisata tidak berpengaruh terhadap bersihnya suatu pantai. Bahkan, beberapa bukti di atas justru sebaliknya, kan?

Penulis: Ardhias Nauvaly
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Sukses Ajak Ribuan Orang Bersihin Pantai Terkotor di Lampung, Siapakah Pandawara Group?

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 12 Februari 2026 oleh

Tags: pantaisampah lautsampah plastikwisata pantai
Ardhias Nauvaly Azzuhry

Ardhias Nauvaly Azzuhry

Magang Mojok

Artikel Terkait

Bumiku Lestari: Inovasi Bank Sampah yang Bisa Ditukar dengan Bahan Makanan Sehat
Video

Bumiku Lestari: Inovasi Bank Sampah yang Bisa Ditukar dengan Bahan Makanan Sehat

23 Oktober 2025
Pantai Mangunharjo, wisata Semarang untuk nikmati spot eksotis MOJOK.CO
Kilas

Wisata Semarang Tak Cuma Kota Lama, Ada Pantai Mangunharjo sebagai Spot Nikmati Sunset yang Layak Dikembangkan

2 September 2025
Kiamat Sampah dan Hal-Hal Lain yang Mempercepat Bali Tak Layak Lagi Dikunjungi.MOJOK.CO
Ragam

Kiamat Sampah dan Hal-Hal Lain yang Mempercepat Bali Tak Layak Lagi Dikunjungi

26 Desember 2024
rantai makanan mojok.co
Podium

Absennya Khalifah di Bumi dalam Rantai Makanan di Buku IPA

31 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya? MOJOK.CO

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?

18 Maret 2026
Mudik Gratis dari BUMN 2026. MOJOK.CO

Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

18 Maret 2026
Rela utang bank buat beli mobil keluarga Suzuki Ertiga demi puaskan mertua. Ujungnya ribet dan sia-sia karena ekspektasi. MOJOK.CO

Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia

21 Maret 2026
meminjam uang, lebaran.MOJOK.CO

Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit

21 Maret 2026
Gaji Cuma 8 Juta di Jakarta Jaminan Derita, Tetap Miskin dan Stres MOJOK.CO

Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin

19 Maret 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

19 Maret 2026

Video Terbaru

Catatan Tan Malaka tentang Perburuan Aktivis 1926 yang Terlupakan

100 Tahun Naar De Republiek: Catatan Gelap Tan Malaka

20 Maret 2026
Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

20 Maret 2026
Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.