Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Soal Revolusi Industri 4.0, Jokowi Anggap Prabowo Kurang Optimis

Redaksi oleh Redaksi
17 Februari 2019
A A
debat capres
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Prabowo memandang pembangunan infrastruktur Jokowi grusa-grusu. Sementara itu, terkait revolusi industri 4.0, capres 01 menganggap capres 02 kurang optimis.

Dalam debat capres kedua, Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengawali serangan di debat capres kedua ini dengan menyebut Jokowi terlalu grusa-grusu tanpa visible study terkait pembangunan infrastruktur. Serangan Pak Prabs terdengar halus dan subtil, sebab ia juga mengapresiasi kerja keras Jokowi untuk mengejar pembangunan infrastruktur.

“Saya menghargai niat Pak Jokowi dalam memimpin pembangunan infratruktur. Tetapi saya juga harus menyampaikan kemungkinan besar bahwa tim pak Jokowi bekerjanya kurang efisien. Banyak infrastruktur yang dikerjakan dengan grusa-grusu tanpa feasibility study yang bener dan ini mengakibatkan proyek infrastruktur yang tidak efisien yang rugi bahkan sangat sulit dibayar.“ kata Prabowo.

Prabowo menyebut bahwa pembangunan infrastruktur Jokowi mengedepankan prinsip rakyat untuk infrastruktur, bukan infrastruktur itu untuk rakyat. Prabowo juga memberikan contoh pembangunan infrastruktur yang dianggap tidak tepat dan tidak dibangun dengan maksimal.

“Infrastruktur harus untuk rakyat, bukan rakyat untuk infrastruktur. Nggak bisa infrastruktur hanya jadi monumen, tidak dimanfaatkan, sebagai contoh LRT di Palembang dan lapangan terbang Kertajadi dan macam-macam lagi.“

Jokowi tentu tidak tinggal diam. Namanya juga debat Ia mengatakan bahwa tidak benar kalau pembangunan infrastruktur yang dilakukannya selama ini tanpa feasibility study.

“Kalau tadi Pak Prabowo mengatakan tanpa feasibility study, saya kira salah besar. Karena ini sudah direncanakan lama,” ujar Jokowi. “Memindahkan budaya dari yang seneng naik mobil sendiri kemudian masuk ke transportasi massa, yang saya pelajari di negara lain butuh 10-20 tahun untuk memindahkan budaya itu. Tidak mudah,” ujar Jokowi.

(*Cieeeee, 10 tahun cieee… Kode buat dua periode nih yeeee…)

Sementara itu, ketika membahas tentang revolusi industri 4.0, debat terasa lebih panas.

“Kita bicara industri 4.0, tapi kita sekarang belum bisa membela petani-petani kita sendiri. Kita juga belum bisa menjamin harga-harga pangan terjangkau oleh rakyat kita. Ini yang saya permasalahan. Bagus kita bicara industri 4.0 tapi saya lebih ingin menjamin bahwa indonesia bisa menyediakan pangannya sendiri tanpa impor dari negara mana pun,” kata Prabowo.

“Pak Prabowo ini kelihatannya ke depan kurang optimis” kata Jokowi yang langsung disambut dengan ekspresi merenges Prabowo. “Kalau saya melihat dengan pembangunan sumber daya manusia yang tadi saya sampaikan, saya meyakini bahwa kita bisa menyongsong revolusi industri 4.0 dengan optimis. Sekarang ini produk petani sudah masuk ke marketplace.”

Ah, dua capres ini kelihatannya memang susah banget. Udah kelihatan dari cara baca 4.0. Jokowi bacanya “Four point zero”, sementara Prabowo bacanya “Four point o”

*Etapi memang harus nggak kompak sih, kalau kompak, jadinya bukan debat capres, tapi musyawarah mufakat.

Terakhir diperbarui pada 17 Februari 2019 oleh

Tags: debat capresjokowiprabowo
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Hentikan MBG! Tiru Keputusan Sleman Pakai Duit Rakyat (Unsplash)
Pojokan

Saatnya Meniru Sleman: Mengalihkan MBG, Mengembalikan Duit Rakyat kepada Rakyat

19 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

penyiraman air keras.MOJOK.CO

Negara Harus Usut Tuntas Dalang Penyiraman Air Keras ke Aktivis HAM, Jangan Langgengkan Impunitas

16 Maret 2026
mudik gratis Lebaran dari Pertamina. MOJOK.CO

Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya

19 Maret 2026
Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

17 Maret 2026
Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya? MOJOK.CO

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?

18 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.