Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Ketika Tangan Seribu Tentara Membatik di Tugu Yogyakarta

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
2 Oktober 2023
A A
Ketika Tangan Seribu Tentara Membatik di Tugu Yogyakarta MOJOK.CO

Ribuan anggota TNI membatik di sepanjang Tugu Yogyakarta hingga Jalan Jendral Sudirman, Senin (02/10/2023). (Yvesta Ayu/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ada pemandangan tidak biasa di sepanjang Tugu Yogyakarta hingga Jalan Jendral Sudirman, Senin (02/10/2023). Sekitar seribu anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) terlihat membatik bersama. dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh setiap 2 Oktober.

Sembari duduk di aspal, mereka membatik di kain berukuran 50×50 cm. Tak biasa memegang canting, mereka serius membatik pola Gorga khas Batak. Hasilnya, aksi membatik bersama ini pun tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI).

Pengalaman pertama

Salah seorang anggota TNI, Sersan Priyono, mengaku senang bisa ikut membatik. Kegiatan itu baru pertama kali ia lakukan. Karena itu cantingnya sempat beberapa kali tersumbat malam (lilin batik-red) karena tidak ditiupnya.

“Ini pengalaman pertama. Ini sangat meriah antusias kita harus berbangga dengan batik,” paparnya.

Hal senada Serda Parjoko sampaikan. Membatik buatnya merupakan pengalaman pertama. Karenanya ia hati-hati menjaga suhu malam agar stabil karena seringkali jika terlalu panas, malam meluber keluar pola kain. Sebaliknya bila terlalu dingin, malam cepat memadat dan tidak menyerap ke kain.

“Baru pertama kali, jujur. Lumayan sulit, ini sampai belepotan,” ujarnya.

Ada alasan tersendiri mengapa tentara membatik

Komandan Resor Militer Korem 072 Pamungkas, Brigadir Jenderal TNI Joko Purnomo mengungkapkan, membatik massal tersebut berlangsung bukan tanpa alasan. Kegiatan itu sebagai bentuk kepedulian dalam melestarikan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia. 

Sebab saat ini banyak generasi muda tidak lagi mau belajar membatik di tengah perkembangan pengetahuan dan teknologi yang semakin masif. Khawatirnya, kondisi itu bisa mengancam kelestarian warisan budaya Indonesia. 

“Sebagai bagian dari budaya warga Indonesia, batik menjadi identitas Indonesia. Oleh karena itu menjadi tugas kita bersama untuk melestarikan budaya yang telah diturunkan oleh leluhur kita selama berabad-abad yang lalu,” paparnya.

Sementara Sekda Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya mengungkapkan kelestarian batik perlu dilakukan secara bersama-sama. Apalagi batik diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO sejak 2009 silam.

“Predikat batik sebagai warisan budaya takbenda jadi kebanggaan sekaligus tantangan bagi semua warga untuk melestarikannya secara berkelanjutan,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Ngobrol sama Irfan Nuruddin, Pengusaha Sarung Batik Lar Gurda

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 2 Oktober 2023 oleh

Tags: batikTentara
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

pam swakarsa, militer.MOJOK.CO
Mendalam

Riwayat Pam Swakarsa, Tukang Gebuk Bayaran Tentara yang Berupaya Dihidupkan Kembali. Ancaman Serius bagi Demokrasi

5 September 2025
Pemerintah Tolak Uji Formil UU TNI, Bukti Suara Rakyat Tak Dianggap dan Cuma Fasilitasi Kepentingan Kekuasaan.MOJOK.CO
Esai

Humor Gelap Tentara vs Sipil yang Menghantui Indonesia

17 Maret 2025
Nestapa Calon Abdi Negara di Nganjuk yang Harus Mengubur Mimpi: 4 Kali Gagal Lolos Seleksi, Gugur Gara-gara Makan Mie.MOJOK.CO
Ragam

Nestapa Pemuda Nganjuk 4 Kali Gagal Lolos Seleksi TNI-Polri, Gugur Gara-gara Makan Mie

20 Agustus 2024
uneg-uneg untuk yang ngaku pakai batik tapi asilnya kain printing
Uneg-uneg

Uneg-uneg untuk yang Ngaku Pakai Batik Tapi Sebenarnya Pakai Kain Printing

4 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Selalu royal ke teman saat butuh bantuan karena kesusahan. Giliran diri sendiri hidup susah eh diacuhkan pertemanan MOJOK.CO

Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

17 Maret 2026
Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran

Saya Kapok Mudik dengan Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak

15 Maret 2026
mudik gratis Lebaran dari Pertamina. MOJOK.CO

Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya

19 Maret 2026
Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

17 Maret 2026
Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar.MOJOK.CO

Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar

16 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.