Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Jemek Supardi, Bapak Pantomim Indonesia Meninggal Dunia

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
16 Juli 2022
A A
jemek supardi mojok.co

Jemek Supardi. (IG @jemeksupardi)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jemek Supardi, seniman asal Yogyakarta yang juga dikenal sebagai Bapak Pantomim Indonesa meninggal dunia, Sabtu (16/7/2022). Jemek Supardi meninggal dunia dalam usia 69 tahun.

Informasi meninggalnya Jemek Supardi dikonfirmasi oleh rekan sesama seniman, Butet Kertaradjasa. Melalui unggahannya di sosial media, Butet menyampaikan kabar duka kepergian seniman pantomim berusia 69 tersebut.

“SUMANGGA GUSTI. Sahabatku, teman seperjuangan di jagad teater Yogya, Jemek Supardi, telah pergi meninggalkan kita. Swarga langgeng. Sumangga Gusti,” tulis Butet pada Sabtu malam.

https://www.instagram.com/p/CgEkYY0r6dy/?hl=id

Jemek Supardi lahir di Pakem, Sleman, DIY pada 14 Maret 1953. Sosoknya dikenal sebagai seniman pantomim andal Indonesia. Tak heran, ia kemudian dikenal sebagai Bapak Pantomim Indonesia.

Ia menekuni pantomim karena suatu peristiwa di tahun 1977 saat ia aktif di Teater Dinasti. Saat itu karena kesulitan menghafal naskah, Jemek Supardi dipercaya mengurusi bidang artistik, seperti properti, make up, dan kostum. 

Tak ingin hasrat bereksrepsinya berhenti karena sulit menghafal naskah, Jemek memilih pantomim sebagai medianya. Ia belajar secara otodidak. Tidak ada mentor atau pelatih yang mengajarinya pantomim. Ia belajar dari menonton pentas pantomim dari luar ngeri yang digelar di Yogyakarta. Salah satunya, pantomimer Prancis, Marcel Marceau. 

Jemek Supardi memiliki latar belakang pendidikan hanya lulus SMP. Ia sempat, mengenyam jurusan senirupa, di Sekolah Menengah Senirupa Indonesia selama tiga bulan. Ia aktif di sejumlah kelompok teater seperti Teater Alam Teager Boneka, dan Teater Dinasti. 

Sosoknya dikenal sebagai pantomimer yang menyuarakan ketimpangan sosial di masyarakat. Ia juga dikenal kerap tampil di tempat-tempat yang nggak umum, misalnya pasar, jalan, kuburan, rumah sakit, makam pahlawan, kereta api, dan lainnya. 

Saat aksi mahasiswa menuntut Soeharto mundur, Jemek juga menggelar aksi diam sepanjang Yogyakarta-Jakarta. Selama lebih dari tiga dasawarsa, dan berkesenian, banyak karya maupun pertunjukan yang ia ciptakan. Karena pengabdiannya dalam dunia seni, ia mendapat penghargaan seni dari Sultan Hamengku Buwono IX tahun 2016. Konsistensinya dalam seni pantomim membuatnya mendapat nama, Bapak Pantomim Indonesia. Selamat jalan Jemek Supardi. Swarga langgeng. 

Jakarta Post pernah mendeskripsikan sosok Jemek sebagai seniman yang selalu jujur dalam pilihan keseniannya. Selamat jalan legenda.

Reporter: Hammam Izzudin
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA: Yuliono Singsoot: Laudya Cinthya Bella Itu Suka Sama Saya

Terakhir diperbarui pada 16 Juli 2022 oleh

Tags: Jemek SupardiObituaripantomimseniman
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Harmonisasi Seni, Aktivisme, dan Energi Spiritual ala Seniman Iwan Wijono
Video

Harmonisasi Seni, Aktivisme, dan Energi Spiritual ala Seniman Iwan Wijono

11 Maret 2025
Augustin Sibarani: Seniman di Balik Karya Wajah Legendaris Sisingamangaraja XII
Video

Augustin Sibarani: Seniman di Balik Karya Wajah Legendaris Sisingamangaraja XII

7 Maret 2024
Wisatawan dan Musafir Jogja kelaparan.MOJOK.CO
Ragam

Nestapa Para Musafir hingga Wisatawan Kelaparan di Jogja, Berharap Sebungkus Nasi dan Tempat Singgah

21 Januari 2024
timbul raharjo mojok.co
Kilas

Prof. Timbul Raharjo, Rektor ISI yang Selalu Kedepankan Kreativitas Itu Telah Berpulang

6 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perfeksionis

Derita Jadi Orang Perfeksionis: Dianggap Penuh Kesempurnaan, padahal Harus Melawan Diri Sendiri agar Tak Kena Mental

27 Februari 2026
Gagal seleksi CPNS dan tidak tembus beasiswa LPDP untuk kuliah S2 di luar negeri pilih mancing, dicap tidak punya masa depan oleh keluarga MOJOK.CO

Gagal LPDP dan Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Nemu Rasa Tenang meski Dicap Tak Punya Masa Depan

22 Februari 2026
lulusan LPDP, susah cari kerja.MOJOK.CO

Curhatan Alumni LPDP yang Merasa “Downgrade” Ketika Balik ke Indonesia, Susah Cari Kerja Hingga Banting Setir demi Bertahan Hidup

23 Februari 2026
Curhat Jadi Ketua RT: Pekerjaan Kuli yang Dibalut Keikhlasan MOJOK.CO

Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya

27 Februari 2026
merantau di Jogja.MOJOK.CO

Cerita Perantau Jatim: Diremehkan karena Tinggal di Kos Kumuh Jogja, Bungkam Mulut Tetangga dengan Membangun Rumah Besar di Desa

25 Februari 2026
Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi MOJOK.CO

Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi

26 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.