Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Sejumlah Upaya UGM Atasi Persoalan Sampah di DIY Sejak 2011

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
27 Juli 2023
A A
Sejumlah Upaya UGM Atasi Persoalan Sampah DIY Sejak 2011. MOJOK.CO

Pelatihan pengelolaan sampah di rumah inovasi daur ulang PIAT UGM. (UGM.ac.id)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Persoalan sampah di DIY menjadi perhatian setelah daya tampung TPST Piyungan semakin tidak memadai. UGM sebagai perguruan tinggi terbesar di provinsi ini mengklaim telah melakukan sejumlah upaya untuk berkontribusi dalam pemecahan masalah ini.

Sebelumnya, Pemda DIY memutuskan menutup TPST Piyungan pada 23 Juli hingga 5 September 2023. Penutupan 45 hari karena tempat ini tidak bisa lagi menampung sampah dari kabupaten/kota di DIY.

Pemda meminta pemkab/pemkot mengelola sampah secara desentralisasi. Selama dua bulan kedepan Pemda DIY hanya mengelola residu di TPST Piyungan.

“Pengelolaan sampah menjadi tanggung jawab kabupaten/kota,” ujar Kepala Bagian Humas Biro Umum Humas dan Protokoler Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji, Jumat (21/07/2023) malam.

Kembangkan pengelolaan sampah

Melansir laman resmi UGM, sejak 2011 kampus ini telah melakukan beberapa upaya untuk membantu mengentaskan persoalan sampah di Jogja. Pengelolaan sampah solid yang baik menjadi salah satu indikator kota berkelanjutan dalam SGDs poin kesebelas.

Salah satu langkah UGM adalah pengembangan pengelolaan sampah mandiri di Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT), Kalitirto, Berbah, Sleman. Sejak 2011 UGM mengembangkan fasilitas pengolahan sampah organik menjadi kompos.

Masih pada tahun yang sama, peneliti UGM sempat mengembangkan Biogas Power Plant Gamping yang ada di Pasar Buah Gemah Ripah, Gamping, Sleman. Proyek ini berjalan berkat kerja sama Waste Refinery UGM, Koperasi Gemah Ripah Gamping, Pemda Sleman, hingga Pemerintah Swedia.

Berlanjut pada 2016, tercatat ada pendirian Rumah Inovasi Daur Ulang sebagai laboraturium daur ulang sampah dan limbah. Konsepnya berbasis 3R yakni reduce, reuse, dan recycle. Metodenya dengan cara composting untuk sampah organik, pirolisis untuk limbah plastik, dan incinerator untuk sampah yang tidak termanfaatkan lagi.

Kondisi sampah di DIY memprihatinkan

Selain itu, terdapat inovasi teknologi dari civitas akademika UGM. Peneliti Fakultas Teknik UGM mengembangkan mesin pencacah plastik. Hasil cacahan bisa menjadi bahan campuran aspal. Inovasi ini datang dari Fakultas Teknik UGM. Selain itu ada beberapa inovasi lain yang dikembangkan oleh para mahasiswa dari lintas disiplin ilmu.

Pengentasan persoalan sampah memang perlu sinergi dari berbagai pihak termasuk perguruan tinggi. Mengingat, kondisi sampah di DIY terbilang memprihatinkan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY Kuncoro Cahyo Aji mengatakan TPST Piyungan sebenarnya over load dan usia pakainya telah habis sejak 2019 silam.

“Kami telah melakukan berbagai upaya penyelamatan TPA Piyungan, seperti penambahan lahan transisi pada 2022 dan rencana pengelolaan dengan sistem Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Di atas semua upaya itu, dukungan dan keterlibatan pentahelix menjadi kunci keberhasilan penanganan sampah ke depan,” ujarnya pada Selasa (21/2/2023) lalu melansir KRJogja.

Kondisi ini akhirnya memuncak dengan penutupan TPST Piyungan selama lebih dari satu bulan sejak Juli 2023. Sementara waktu Pemda DIY menyiapkan tanah kosong di kawasan Cangkringan, Sleman untuk menampung sampah dari Sleman dan Kota Yogyakarta. Sedangkan Bantul diminta untuk mengelola sampah secara mandiri.

Penulis: Hammam Izzuddin
Editor: Agung Purwandono

Iklan

BACA JUGA Warga Cangkringan Tolak TPS Sementara, Pemda DIY Cari Alternatif Lain

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 27 Juli 2023 oleh

Tags: sampahsampah di DIYUGM
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana
Edumojok

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO
Edumojok

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026
Anselmus Way, lulusan FISIPOL Universitas Gadjah Mada (UGM) pilih usaha keripik singkong hingga ayam geprek, tapi sukses MOJOK.CO
Edumojok

Lulusan FISIPOL UGM Jualan Keripik dan Ayam Geprek, Tapi Jadi Penopang Ekonomi Keluarga usai Nyaris Putus Asa

7 Maret 2026
Anak Akuntansi UGM burnout. MOJOK.CO
Edumojok

Anak dari Pulau Bangka Bela-belain Kuliah di UGM Sampai Jadi Wisudawan Terbaik, bikin Orang Tua Bangga dengan Gelar Sarjana Akuntansi

6 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gen Z dapat THR saat Lebaran

3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan

18 Maret 2026
Mudik Gratis dari BUMN 2026. MOJOK.CO

Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

18 Maret 2026
Sukses Bekerja di Kota Itu Ilusi: Pesan untuk Anak Muda yang Meninggalkan Desa MOJOK.CO

Sukses Bekerja di Kota Itu Ilusi: Pesan untuk Anak Muda yang Meninggalkan Desa

23 Maret 2026
Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

17 Maret 2026
Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali MOJOK.CO

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

17 Maret 2026
Kerja di Jakarta gaji 5 juta sebenarnya cukup saja bagi perantau. Tapi yang dirampas dari mereka jauh lebih banyak MOJOK.CO

Kerja Gaji 5 Juta di Jakarta Sebenarnya Cukup-cukup Saja. Tapi yang Direnggut dari Kita Lebih Besar, Hidup Jadi Tak Normal

24 Maret 2026

Video Terbaru

Catatan Tan Malaka tentang Perburuan Aktivis 1926 yang Terlupakan

100 Tahun Naar De Republiek: Catatan Gelap Tan Malaka

20 Maret 2026
Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

20 Maret 2026
Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.