Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Purbalingga: Cerita yang Tersembunyi di Balik Bayang-bayang Kota Besar

Redaksi oleh Redaksi
29 Juli 2023
A A
purbalingga mojok.co

Ilustrasi uneg-uneg (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sebagai seorang warga asli Purbalingga, aku merasa perlu mengungkapkan keluh kesah yang selama ini terpendam. Purbalingga, sebuah kabupaten kecil yang terletak di Jawa Tengah, mungkin tidak sering terdengar namanya di telinga banyak orang. Tersembunyi di balik bayang-bayang kota-kota besar, seperti Jakarta dan Surabaya.

Purbalingga adalah salah satu wilayah yang jarang sekali orang tahu keberadaannya. Namun, di balik kesunyian dan tidak kepopuleran itu, ada sejuta cerita dan keluh kesah hidup yang tersembunyi di antara warganya.  Sering kali, ketika orang bertanya, “Di mana Purbalingga?” jawabannya adalah hanya sebuah pandangan kosong. Di balik keheningan ini, ada kisah-kisah hidup kami yang tersembunyi, yang perlu didengar dan diakui keberadaannya.

Iklan

Purbalingga adalah lebih dari sekadar “suatu tempat di Jawa Tengah.” Purbalingga memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang kaya. Tetapi sayangnya, tradisi dan identitas lokal sering kali terpinggirkan. Hal ini terjadi karena dominasi budaya populer dari kota-kota besar yang menutupi keberadaan kearifan lokal. Akibatnya, generasi muda sering kehilangan hubungan dengan akar budaya mereka dan lebih tertarik pada tren-tren modern.

Kesenjangan pembangunan

Ketika berbicara tentang pembangunan, Purbalingga sering kali tidak mendapatkan perhatian yang pantas. Proyek-proyek infrastruktur dan pengembangan ekonomi cenderung berpusat di kota-kota besar, meninggalkan kami dalam keadaan terpinggirkan. Akibatnya, kesenjangan pembangunan antara kami dan daerah-daerah lain semakin melebar, menyulitkan akses pada layanan publik dan lapangan kerja yang layak. Kesenjangan ini semakin memperumit masalah ketimpangan sosial di antara masyarakat setempat.

Sebagai warga Purbalingga, kami sering merasa terbatas dalam akses pendidikan dan kesehatan yang berkualitas. Meskipun ada sekolah dan fasilitas kesehatan di sini, namun kualitasnya sering kali jauh dari standar yang diharapkan. Banyak dari kami harus berjuang untuk bergerilya di kota-kota tetangga untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan harus berpergian jauh untuk mendapatkan perawatan medis yang memadai.

Lapangan kerja terbatas

Peluang kerja di Purbalingga sangat terbatas, terutama untuk para lulusan sekolah dan perguruan tinggi. Industri yang berkembang belum cukup untuk menyerap tenaga kerja lokal, sehingga banyak dari kami terpaksa meninggalkan keluarga dan kampung halaman untuk mencari pekerjaan di kota-kota besar. Ini tidak hanya menjauhkan kami dari keluarga, tetapi juga merusak ikatan sosial dan budaya yang kuat di antara kami.

Dalam keadaan sosial dan ekonomi yang sulit, banyak warga Purbalingga merasa kehilangan harga diri dan optimisme terhadap masa depan. Perasaan bahwa mereka “tertinggal” dari perkembangan zaman dan kota-kota besar sering menghantui pikiran mereka, menyebabkan rendahnya rasa percaya diri dalam menjalani hidup.

Salah satu keluh kesah terbesar kami adalah merasa tidak diakui dan diabaikan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat pada umumnya. Kami adalah bagian dari bangsa ini, dan kami juga memiliki hak untuk mendapatkan perhatian dan kesempatan yang sama untuk berkembang. Namun, kami sering merasa seperti “suara yang hilang” di tengah-tengah kebisingan dari daerah-daerah yang lebih besar dan terkenal.

Purbalingga layak diberi perhatian

Purbalingga adalah contoh nyata dari kabupaten yang tersembunyi dalam diam dan kesunyiannya. Keluh kesah hidup di sana menceritakan kisah tentang identitas yang terpinggirkan, kesenjangan pembangunan, lapangan kerja yang terbatas, dan akses terbatas pada pendidikan serta kesehatan. Meskipun tidak sering terdengar di berita atau media, tantangan dan masalah yang dihadapi oleh masyarakat Purbalingga layak untuk diperhatikan dan diberikan perhatian lebih.

Mungkin sudah waktunya bagi kita untuk menggali dan memahami realitas kehidupan di daerah-daerah terpencil seperti Purbalingga. Dengan cara ini, kita dapat menciptakan kesadaran lebih luas dan mendorong partisipasi aktif dalam membangun dan mengatasi masalah yang dihadapi oleh masyarakat di sana. Sebagai negara dengan keanekaragaman budaya dan geografis, kehidupan di setiap wilayah harus diakui dan diberdayakan sehingga potensi yang ada dapat berkembang dan berkontribusi bagi kebaikan bersama.

Irfan Nurkholis,
Sirau, Kec. Karangmoncol, Kab Purbalingga,
[email protected]

BACA JUGA Uneg-uneg dari Ketua Kos di Solo untuk Teman-teman Kosnya di Masa Lalu yang Super Jorok dan keluh kesah lain dari pembaca Mojok di UNEG-UNEG.

Keluh kesah dan tanggapan Uneg-uneg  bisa dikirim di sini

Terakhir diperbarui pada 29 Juli 2023 oleh

Tags: purbalinggauneg-uneg
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

kaum ngapak di kemang jakarta selatan.MOJOK.CO
Ragam

Orang Ngapak Melawan Rasisnya Warga Jakarta: ‘Bukan Dielek Ndeso, Aneh, Keras, Apalagi Bahasa Alien’

17 Januari 2025
Overthinking Siswa SMA yang Akhirnya Berhasil Kuliah Jalur SNBP di Universitas Trunojoyo Madura MOJOK.CO
Uneg-uneg

Overthinking Siswa SMA yang Akhirnya Berhasil Kuliah Jalur SNBP di Universitas Trunojoyo Madura

20 April 2024
Kelakuan Pengemudi Mobil di Surabaya Bikin Orang Banyak-banyak Istigfar MOJOK.CO
Uneg-uneg

Kelakuan Pengguna Mobil di Surabaya Bikin Orang Banyak-banyak Istigfar

13 Maret 2024
Surat Cinta untuk Petugas Parkir Liar di Jakarta yang Cuma Modal Peluit MOJOK.CO
Uneg-uneg

Surat Cinta untuk Petugas Parkir Liar di Jakarta yang Cuma Modal Peluit

10 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ketika Syarat "Sehat Jasmani dan Rohani Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja.MOJOK.CO

Ketika Syarat “Sehat Jasmani dan Rohani” Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja

17 Juli 2026
Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum.MOJOK.CO

Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum

20 Juli 2026
Pakai jastip Mie Gacoan di Jombang: bayar lebih mahal untuk menu membagongkan MOJOK.CO

Pakai Jastip Mie Gacoan Ala Orang Jombang Pinggiran: Niat Hindari Kenorakan, Yang Datang Menu Membagongkan

20 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri? MOJOK.CO

Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri?

20 Juli 2026
Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.