Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Presiden BWF Meminta Maaf kepada Presiden dan Seluruh Rakyat Indonesia atas Insiden All England

Redaksi oleh Redaksi
23 Maret 2021
A A
BWF
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Merasa sebagai salah satu pihak paling bertanggung jawab atas insiden yang menimpa atlet Indonesia di kompetisi All England, BWF akhirnya secara resmi mengumumkan permintaan maaf resmi kepada Indonesia.

Euforia kejengkelan masyarakat Indonesia kepada Federasi Bulutangkis Dunia alias BWF pasca “dipaksa” mundurnya timnas badminton Indonesia dari kompetisi All England beberapa waktu yang lalu secara teknis memang sudah teralihkan oleh momen pertandingan catur persahabatan antara GM Irene Kharisma Sukandar dengan Dewa Kipas alias Dadang Subur di akun YouTube-nya Deddy Corbuzier.

Kendati demikian, tetap saja kejengkelan tersebut belum reda sepenuhnya. Serangan dari netizen Indonesia terhadap akun BWF di berbagai kanal sosial media BWF atau All England masih terus terjadi.

Nah, entah dipengaruhi oleh hal tersebut atau tidak, pada Minggu, 21 Maret 2021 lalu, BWF melalui presidennya, Poul Erik Hoyer Larsen secara resmi meminta maaf kepada Presiden Indonesia dan segenap masyarakat Indonesia atas insiden tidak mengenakkan yang melibatkan timnas Indonesia di kompetisi All England 2021 lalu.

“Saya dengan tulus meminta maaf atas segala kesusahan dan frustrasi kepada para pemain dan tim Indonesia. Atas nama seluruh keluarga besar BWF, saya ingin berbagi perasaan ini dengan yang terhormat Presiden RI Bapak Joko Widodo, Menteri Olahraga, Menteri Luar Negeri, Duta Besar untuk Kerajaan Inggris, Pemerintah, Presiden dan pengurus PBSI, masyarakat Indonesia, dan khususnya komunitas dan basis suporter bulutangkis Indonesia yang lebih luas,” tulis Poul dalam keterangan resminya seperti dikutip dari CNN Indonesia.

“Saya dengan sepenuh hati ingin menyampaikan rasa penyesalan dan kekecewaan saya atas yang terjadi situasi yang tidak menyenangkan yang terjadi pada minggu lalu saat berlangsungnya Yonex All England 2021,” ujarnya.

Dalam surat yang ditujukan kepada Menpora Zainudin Amali tersebut, Poul Erik menyatakan bahwa BWF mengambil pelajaran yang sangat serius terhadap insiden yang terjadi di All England. Lebih lanjut, Poul juga berharap hubungan antara BWF dan Indonesia tetap terjaga.

“Sebagai presiden BWF, saya ingin memberi tahu Anda bahwa kami telah mengambil insiden ini sebagai pelajaran serius dari situasi baru Covid-19, dan kami akan berusaha melakukan perbaikan. Ke depan kami percaya hubungan jangka panjang antara Indonesia dan BWF akan tetap harmonis dan semakin kuat di masa depan.”

Permintaan maaf resmi dari BWF tersebut menjadi semacam usaha selemah-lemahnya iman yang bisa dilakukan oleh BWF untuk meredam kemarahan masyarakat Indonesia sebagai salah satu publik badminton paling besar di dunia.

Tentu ini akan menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi BWF, bukan semata faktor timnas badminton Indonesia sebagai salah satu kekuatan badminton dunia, namun juga kekuatan netizennya yang bahkan sampai sanggup membuat akun media sosial BWF sampai harus membatasi akses komentar dan bahkan mampu membikin akun All England tumbang.

BACA JUGA Bagaimana Eross Candra Menjelaskan Lagu Sephia pada Anak Lelakinya dan artikel KILAS lainnya. 

Terakhir diperbarui pada 23 Maret 2021 oleh

Tags: All englandBadmintonBWFIndonesia
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

“Terapi Massal” Pekerja Jakarta di Istora Senayan.MOJOK.CO
Ragam

“Terapi Massal” Pekerja Jakarta di Istora Senayan

24 Januari 2026
Berkah di Balik Hujan Lebat di Istora Senayan, Tukang Ojek Payung Ketiban Rezeki Event Indonesia Masters 2026.MOJOK.CO
Ragam

Berkah di Balik Hujan Lebat di Istora Senayan, Tukang Ojek Payung Ketiban Rezeki Event Indonesia Masters 2026

22 Januari 2026
senar raket. mojok.co
Ragam

Indonesia Masters 2026 Jadi Tempat Merawat Kenangan Keluarga, Rela Cuti Kerja demi “Napak Tilas” Mendiang Ayah di Istora

21 Januari 2026
indonesia masters, badminton, bulu tangkis.MOJOK.CO
Ragam

Indonesia Masters 2026: Cerita Penonton Layar Kaca Rela Menembus 3 Jam Macet Jakarta demi Merasakan Atmosfer Tribun Istora

20 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Makan bersama sia-sia: niat kumpul keluarga, tapi bikin ortu kesepian karena anak-anak sibuk main hp sampai tak nyahut saat diajak bicara MOJOK.CO

Kumpul Keluarga Justru bikin Ortu Makin Kesepian dan Terabaikan, Anak Sibuk sama HP dan Tak Saling Bicara

25 Februari 2026
Honda Scoopy, Motor Busuk yang Bikin Konsumen Setia Kecewa (Wikimedia Commons)

Karena Cinta dan Setia, Rela Membeli 11 Motor Honda tapi Berakhir Kecewa karena Honda Scoopy Hanya Jual Tampang tapi Mesinnya Menyedihkan

25 Februari 2026
Mudik ke desa pakai motor setelah bertahun-tahun merantau di kota seperti Jakarta jadi simbol perantau gagal MOJOK.CO

Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga

26 Februari 2026
3 Dosa Indomaret yang Bikin Kecewa karena Terpaksa (Unsplash)

3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa tapi Bisa Memakluminya karena Keadaan lalu Memaafkan

21 Februari 2026
Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Pekerja gila Surabaya yang melamun di Danau UNESA. MOJOK.CO

Danau UNESA, Tempat Pelarian Pekerja Surabaya Gaji Pas-pasan dan Gila Kerja. Kuat Bertahan Hanya dengan Melamun

24 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.