Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Pengguna Twitter Pindah ke Mastodon, Apa itu?

Kenia Intan oleh Kenia Intan
21 November 2022
A A
Pengguna Twitter Pindah ke Mastodon Mojok.co

Foto dokumen: Akun Twitter Elon Musk yang diambil dari tangkapan layar pada 15 April 2022. (REUTERS/DADO RUVIC)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Rentetan kabar negatif yang menerpa Twitter mendorong penggunanya pindah ke Mastodon. Pemilik Mastodon pun mengakui terjadi peningkatan pengguna sejak Twitter diakuisisi oleh Elon Musk. 

Kebijakan baru yang diterapkan Elon Musk di Twitter mengundang kontra dari sejumlah pihak. Terbaru, Elon Musk meminta pegawainya berkomitmen bekerja sangat keras atau mengundurkan diri. Pengunduran diri masal pun terjadi. Tagar #RIPTwitter dan #Twitterdown sempat menjadi trending. 

Beberapa pengguna yang tidak tahan dengan keputusan-keputusan Elon Musk juga mencari alternatif media sosial lain. Mastodon menjadi salah satunya. 

Dilansir dair CNBC, setelah 12 hari Elon Musk membeli Twitter, aplikasi Mastodon di Apple App Store dan Google Play diunduh hingga 322.000 pengguna. Jumlah itu naik 100 kali lipat dibandingkan sebelumnya. 

Per 7 November 2022, pendiri Mastodon Eugene Rochko mengungkapkan, layanannya digunakan oleh lebih dari satu juta pengguna aktif. Walau jumlahnya masih di bawah pengguna aktif harian Twitter yang mencapai 245 juta, pertumbuhan itu dinilai pertanda baik. 

Mastodon adalah platform terbuka (free open-source) yang dikembangkan pada tahun 2016. Sekilas tampilan aplikasi ini mirip dengan Twitter. Mereka memiliki “toots” untuk menyebut “tweet dan “boots” untuk menyebut “retweet”. Toots pun bisa dibalas dan disukai. Pengguna juga bisa saling mengikuti.

Bagaimana cara kerja Mastodon?

Di balik kemiripannya, BBC News Indonesia menyebut Mastodon dan Twitter memiliki perbedaan mendasar. Mastodon terbentuk dari banyak server yang dikelola oleh entitas atau perusahaan yang berbeda. Server itu saling berkaitan dan membentuk jejaring. Sementara Twitter dikelola oleh satu perusahaan atau satu domain yang sama.

Mengingat Mastodon terbentuk dari banyak server, langkah pertama yang harus kalian lakukan apabila ingin bergabung adalah memilih server. Pemilihan server akan menentukan akhir nama akun dan komunitas awal. Saat ini terdapat kurang lebih 4.000 server independen Mastodon. 

Jangan khawatir, kalian tetap bisa berteman dengan akun yang berada dalam server lain. Caranya, kalian cukup menuliskan alamat lengkap akun di kolom pencarian. Apabila akun masih dalam satu server, kalian cukup menuliskan nama akunnya. 

Desentralisasi server ini menjadi daya tarik Mastodon. Namun bagi mereka yang baru pertama kali bergabung, banyaknya server membuat pengguna membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dan mencari teman. Selain itu, nasib akun Mastodon kalian bergantung pada pemilik server. Kalau pemilik menelantarkan server, bukan tidak mungkin kalian bisa kehilangan akun. Oleh karenanya, Mastodon meminta pemilik server untuk memberitahu penggunanya sebelum memutus server. 

Beberapa server terbuka untuk siapapun, akan tetapi ada juga yang memerlukan undangan untuk bisa bergabung. Ini tergantung kebijakan masing-masing server. Termasuk pembayaran, beberapa server meminta donasi. Namun kebanyakan server terbuka secara gratis.

Penulis: Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Seperti Cristiano Ronaldo, Elon Musk Itu Megalomania Sinting! RIP Twitter!

Terakhir diperbarui pada 21 November 2022 oleh

Tags: elon muskMastodontwitter
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

MISI MULIA ELON MUSK MENGURANGI KONTEN CABUL DI TWITTER!
Video

Misi Mulia Elon Musk Mengurangi Konten Cabul Di Twitter!

2 Agustus 2023
Logo Twitter Ganti X: Langkah Sinting dari Elon Musk MOJOK.CO
Konter

Logo Twitter Ganti X: Langkah Awal dari Orang Sinting Bernama Elon Musk Menciptakan Aplikasi Super

25 Juli 2023
Belajar dari Sejarah, Twitter Nggak Akan Mati Begitu Saja karena Threads. MOJOK.CO
Kilas

Belajar dari Sejarah, Twitter Nggak Akan Mati Begitu Saja karena Threads

7 Juli 2023
UGC, Pasar Besar yang Bakal Menjadi Pembeda di 2023 MOJOK.CO
Konter

UGC, Pasar Besar yang Bakal Menjadi Pembeda di 2023

29 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital: Harga RAM Makin Nggak Ngotak MOJOK.CO

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal

16 Januari 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026
Motor Honda Vario 150 2026, motor tahan banting MOJOK.CO

Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual

15 Januari 2026
Ngerinya jalan raya Pantura Rembang di musim hujan MOJOK.CO

Jalan Pantura Rembang di Musim Hujan adalah Petaka bagi Pengendara Motor, Keselamatan Terancam dari Banyak Sisi

12 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi "Konsumsi Wajib" Saat Sidang Skripsi

Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi

17 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.