Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Pendidikan

Tertarik Belajar Filfasat, Raja jadi Mahasiswa Termuda UGM di Usia 15 Tahun

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
1 Agustus 2022
A A
mahasiswa termuda ugm mojok.co

Raja Muhammad Hayuri Islami sumingrah, mahasiswa termuda UGM di GSP UGM, Senin (01/08/2022).(yvesta ayu/mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Wajah Raja Muhammad Hayuri Islami sumingrah. Namanya disebut Rektor UGM, Ova Emilia untuk naik ke panggung dalam Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru di lapangan Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, Senin (01/08/2022) sebagai mahasiswa termuda.

Meski mengaku deg-degan, remaja asal Pekanbaru, Riau ini sangat bangga. Di usianya yang baru menginjak 15 tahun, dia berhasil diterima menjadi mahasiswa Fakultas Filsafat UGM dari jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Bahkan raja dinobatkan sebagai mahasiswa termuda UGM pada tahun ajaran 2022/2023 pada usia  15 tahun 11 bulan 11 hari.

“Senang sekali akhirnya bisa diterima UGM, bangga bisa jadi mahasiswa termuda,” ujar Raja.

Perjalanannya bersekolah sebelum sampai di titik ini, menurut lulusan MAN Negeri 2 Pekanbaru tersebut memang lebih singkat dibandingkan remaja kebanyakan. Dia sudah masuk ke Sekolah Dasar (SD) di Pekanbaru pada usia 5 tahun. Usia yang seharusnya berada di kelas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Meski menjadi yang termuda di kelas, Raja tak menghiraukannya. Dia tetap bisa bergaul dengan anak-anak yang lebih tua. Di usianya yang terbilang paling muda, tinggi badannya hampir sama dengan teman-teman sekelasnya.

Tak ada siswa lain yang merundungnya meski jauh lebih muda. Apalagi di SD, Raja merupakan salah satu siswa yang berprestasi secara akademik.

“Dari SD saya selalu berada di rangkung tiga besar. Tidak ada masalah, saya hanya harus bisa beradaptasi dengan teman-teman [yang usianya] diatas saya,” jelasnya.

Meski sempat tidak masuk predikat lima besar selama duduk di bangku SMP, prestasi Raja kembali meningkat saat dia masuk ke SMA. Diterima di MAN 2 Pekanbaru, Raja mencoba mendaftar program akselerasi di kelas IPS.

Di kelas tersebut, hanya ada tujuh siswa yang ikut program akselerasi. Karenanya Raja pun mencoba bekerja keras agar bisa lulus dalam waktu dua tahun.

Di program akselerasi, nilai Raja untuk sejumlah matapelajaran (mapel) seperti sosiologi, ekonomi, sejarah dan geografi cukup bagus. Karenanya dia mencoba ikut program seleksi mahasiswa baru di UGM melalui SNMPTN.

“Di kelas akselerasi kami harus belajar dan memahami lebih cepat dari siswa yang lain karena harus lulus cepat. Akhirnya saya tidak ikut ekstrakurikuler atau organisasi agar bisa lulus tepat waktu,” jelasnya.

Menjadi bagian dari Kampus Biru, lanjut Raja adalah satu mimpi yang akhirnya menjadi kenyataan. Terlebih dia diterima di Fakultas Filsafat yang digemarinya sejak lama.

Raja mengaku sudah tertarik belajar filsafat sejak kecil. Minat itu semakin tumbuh saat di kelas X SMA lewat beragam buku dan internet. Karenanya untuk ingin meneruskan S2 di jurusan yang sama saat lulus nanti.

“Sejak kecil saya sering menggunakan logika filsafat berarti selama ini saya menerapkan nilai-nilai filsafat. Semoga kedepan setelah lulus S2 bisa jadi dosen dan bisa memberi manfaat dengan ilmu filsafat,” paparnya.

Iklan

Sementara Ova mengungkapkan orientasi dan pengenalan kampus tahun ini diikuti 9.833 mahasiswa. Jumlah tersebut terdiri atas 8.215 mahasiswa program Sarjana dan 1.618 mahasiswa program Sarjana Terapan, yang diterima melalui jalur SNMPTN, SBMPTN, Seleksi Mandiri, serta Program Afirmasi Pendidikan Tinggi.

“Harapannya, para Gadjah Mada Muda akan mampu mengembangkan kecerdasan, kemampuan berpikir kritis, analitik, dan solutif, serta menjadi pribadi berkarakter selama menempuh pendidikan,” ungkapnya.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X yang menyampaikan orasi mengungkapkan pilihan mereka untuk datang ke Yogyakarta sebagai destinasi edukasi yang menjadi Nusantara Cultural Melting Pot akan membentuk karakter anak bangsa menjadi insan-insan cendekia sekaligus berbudaya. Karenanya penting adanya ruang dialog budaya dan ruang publik kebudayaan ruang dialog budaya dan ruang publik kebudayaan.

“Dengan menyelenggarakan dialog publik dan membangun ruang-ruang publik pada gilirannya akan memperkaya semangat ke-Indonesiaan kita,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA UGM akan Bangun GIK, Pengganti Gelanggang UGM

Terakhir diperbarui pada 1 Agustus 2022 oleh

Tags: fakultas filsafatmahasiswa ugmrektor ugmUGM
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Mudik Lebaran mepet dari Jogja dengan kereta demi kumpul keluarga
Urban

Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

19 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana
Edumojok

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO
Edumojok

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026
Mahasiswa Pariwisata UGM Jogja belajar dari kepala suku di Raja Ampat, lebih dari ilmu kuliah
Edumojok

Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata

13 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Catatan Tan Malaka tentang Perburuan Aktivis 1926 yang Terlupakan

100 Tahun Naar De Republiek: Catatan Gelap Tan Malaka

20 Maret 2026
Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya? MOJOK.CO

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?

18 Maret 2026
Memelihara kucing.MOJOK.CO

Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya

20 Maret 2026
Dosen Poltani Kupang sekaligus Ahli Peternakan dapat dana LPDP. MOJOK.CO

Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

18 Maret 2026
Mudik Gratis dari BUMN 2026. MOJOK.CO

Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

18 Maret 2026
Mudik Lebaran mepet dari Jogja dengan kereta demi kumpul keluarga

Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

19 Maret 2026

Video Terbaru

Catatan Tan Malaka tentang Perburuan Aktivis 1926 yang Terlupakan

100 Tahun Naar De Republiek: Catatan Gelap Tan Malaka

20 Maret 2026
Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

20 Maret 2026
Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.