Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Peluang Bagi Komikus, Komik Lokal Indonesia Lagi Banyak Difilmkan

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
22 September 2022
A A
komik lokal Gundala

Gundala, komik lokal yang sukses difilmkan. (Ilustrasi Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sejumlah komik lokal Indonesia mulai banyak difilmkan dan mendapatkan apresiasi positif dari para pecinta film tanah air. Agar bisa bersaing dengan komik luar negeri, komikus Indonesia harus melek soal intellectual property.

Komikus sekaligus Dosen Prodi Desain Komunikasi Visual (DKV) ISI Yogyakarta, Indira Maharsi mengungkapkan, film yang dibuat dari komik lokal tersebut harusnya bisa jadi momen kebangkitan komikus di Indonesia. Sebab, saat ini masyarakat banyak mengenal komik lokal berkat film-film yang banyak dibuat para sineas nasional.

“Banyaknya film ini pasti bisa mengembalikan kejayaan komik kita hingga ke internasional. Sekarang semua orang tahu namanya Gundala, Sri Asih. Dulunya tidak tahu ya, tapi sekarang tahu. Komikusnya siapa juga sudah tahu,” papar Indira dalam Huion The First 2.K Flagship: Comic and Sequential Arts Festival di ISI Yogyakarta, Kamis (22/09/2022).

Apalagi saat ini, menurut Indira, komikus tidak lagi perlu woro-woro atau memperkenalkan karyanya secara offline. Perkembangan teknologi digital semakin memudahkan mereka menjual atau memasarkan karya-karyanya secara online ke berbagai negara.

Banyak teknologi digital yang bisa digunakan untuk membuat komik. Tak lagi harus manual dengan menggunakan kertas dan pensil, mereka bisa menggunakan teknologi menggambar digital dan pen digital.

Namun, perlu kerjasama dan peran dunia industri untuk merangkul para komikus di Indonesia. Dengan demikian karya-karya mereka bisa dihargai dan dijual setara dengan komik-komik dari luar negeri.

“Karena kebanyakan komik kita yang orderannya banyak dari luar negeri juga,” tandasnya.

Cara bisa bersaing dengan komikus luar negeri

Indira menambahkan, yang perlu ditingkatkan para komikus untuk bisa bersaing dengan komik dari luar negeri, mereka harus mampu memanfaatkan kearifan lokal dalam pembuatan intellectual property (IP) yang merupakan karya orisinil untuk diperjualbelikan.

Para komikus pun perlu menunjukkan jati dirinya dalam berbagai kesempatan seperti pameran, workshop dan sebagainya. Dengan demikian komikus Indonesia tidak akan kalah dari komikus luar negeri seperti Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat. 

“Jadi komik lokal kita yang berbasis kearifan lokal bisa dikenal dunia,” ujarnya.

Sementara Bara Adhyaksa, Sales and Marketing Manager PT Bintang Indah Cemerlang mengungkapkan, kolaborasi dilakukan sejumlah komunitas komik, termasuk dengan Bumi Langit dalam proyek pengembangan komik di Indonesia. Bersama Bumi Langit, dukungan diberikan dalam pembuatan komik Patriot “Aftermath” yang menceritakan sekelompok superhero serta Godam, Gundala, Aquanus, Maza, Sri Asih, Tira, Virgo, Mlaar, Nusantara, Sembrani dan Merpati.

“Kami menciptakan edisi khusus untuk patriot tahun lalu,” ujarnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan bisa menginspirasi para seniman dan profesional dalam berkarya khususnya untuk menciptakan karya ilustrasi dan komik secara digital agar lebih kreatif dan produktif. Termasuk dalam melalukan digitalisasi komik-komik yang sudah ada saat ini.

“Kalau memang ada produsen komik yang mau melakukan digitalisasi, maka bisa saja ada dukungan untuk ke arah sana,” imbuhnya.

Iklan

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Rahasia Rental Komik di Jogja yang Bertahan Tanpa Perlu Menahan Kartu Identitas

 

Terakhir diperbarui pada 22 September 2022 oleh

Tags: FilmGundalakomikkomikussuper hero
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Sinefil.MOJOK.co
Urban

Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

9 Februari 2026
Pameran buku anak termasuk komik. MOJOK.CO
Ragam

Komikus Era 80-an Akui Sulitnya Membuat Karya di Masa Kini, bahkan Harus Mengamati Lewat Drakor untuk Kembangkan Cerita Anak

15 November 2025
Film Tukar Takdir Nggak Sekadar Adegan Mesra Nicholas Saputra dan Adhisty Zara dalam Mobil! Mojok.co
Pojokan

Film Tukar Takdir Nggak Sekadar Adegan Mesra Nicholas Saputra dan Adhisty Zara!

8 Oktober 2025
film tema perselingkuhan.MOJOK.CO
Mendalam

Main Serong di Sinema Indonesia: Mengapa Kamu Menyukai Film Bertema Perselingkuhan?

22 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita anak punya warisan utang dari orang tua MOJOK.CO

Derita Anak Punya Warisan Banyak dari Ortu tapi Warisan Utang, Hidup Berantakan buat Melunasi

11 Maret 2026
mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah ISI Jogja dihujat. MOJOK.CO

Sisi Lain Penerima KIP Kuliah yang Tak Dipahami Para Mahasiswa “Polisi Moral”, Dituntut Untuk Selalu Terlihat Miskin dan Menderita

12 Maret 2026
Seorang kakak (anak perempuan pertama) kerja keras jadi tulang punggung keluarga gara-gara ortu miskin dan adik tidak tahu diri MOJOK.CO

Anak Perempuan Pertama Mengorbankan Masa Muda demi Hidupi Orang Tua Miskin dan Adik Tolol, Tapi Tetap Dihina Keluarga

11 Maret 2026
Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan yang Sama MOJOK.CO

Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan

9 Maret 2026
wayang, plaza ambarrukmo.MOJOK.CO

Di Balik Pagelaran Wayang 20 Jam Nonstop: Menaklukkan Angin, Hujan, dan 40 Kepala Manusia di Atap Mal

8 Maret 2026
Lepas status WNI dan paspor Indonesia, hidup lebih mudah usai pindah kerja di Jerman MOJOK.CO

Lepas WNI karena Hidup Serba Susah dan Nelangsa di Indonesia, Hidup Jadi Lebih Mudah usai Pindah ke Jerman

10 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.