Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Pedagang Jalan Perwakilan Ancam Buka Segel Kios, Keraton Bisa Tuntut Secara Hukum 

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
5 Januari 2023
A A
pedagang jalan perwakilan mojok.co

Kios-kios Jalan Perwakilan yang disegel Satpol PP Kota Yogyakarta, Kamis (05/01/2023).(yvesta ayu/mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pedagang di Jalan Perwakilan, Malioboro, mengancam akan membuka paksa segel kios yang dipasang Satpol PP pada Rabu (04/01/2023) kemarin. Hal itu mereka lakukan bila Pemkot Yogyakarta tidak memberikan kepastian akan nasib mereka.

“Jadi di sini kita ya menunggu paling tidak tiga hari lah, coba kita tunggu itikad baik dari pemerintah. Tetapi jika memang tetap tidak ada solusi ya tetap kami akan nekat bertahan karena kami juga punya keluarga dan karyawan,”  papar Ketua Forum Komunikasi dan Koordinasi Perwakilan (FKKP) Adi Kusuma, Kamis (05/01/2023).

Adi mengungkapkan, sebenarnya para pedagang menghormati keputusan Pemkot untuk merelokasi mereka. Namun hingga saat ini mereka belum bisa berdialog dengan pejabat di Pemkot untuk mendapatkan solusi atas masalahnya.

Sementara mereka saat ini tidak bisa berjualan demi memenuhi kebutuhan keluarga sejak kios mereka disegel dua hari terakhir. Padahal ada banyak karyawan yang juga menggantungkan hidupnya pada kios dan warung di kawasan tersebut.

“Sampai saat ini kita memahami dulu, karena kami kemarin juga komit, oke kita akan tutup dulu mengikuti tapi harus ada solusi. Pemerintah kan sudah berjanji akan mengundang kami untuk memberikan solusi,” tandasnya.

Kepastian nasib pedagang Jalan Perwakilan, lanjut Adi sangat mereka dibutuhkan. Sebab mereka sudah mengeluarkan biaya sewa yang lumayan besar untuk bisa berjualan di Jalan Perwakilan.

Ada sekitar 21 pedagang dan pemilik warung di Jalan Perwakilan yang terdampak kebijakan relokasi itu. Selain itu ada lebih dari 200 karyawan yang bekerja di kawasan tersebut. Karenanya bila tak kunjung ada kepastian, maka pembukaan segel di kios akan mereka lakukan pada akhir pekan ini.

“Kami bukan menolak, ditata mau. Cuma sampai sekarang yang jadi masalah kamu tidak diberikan ruang dialog mau direlokasi dimana,” ungkapnya.

Keraton bisa tuntut secara hukum

Secara terpisah Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta, Sumadi menegaskan, Pemkot sudah jauh-jauh hari mensosialisasikan relokasi pedagang di Jalan Perwakilan. Bahkan sejak Agustus 2022 lalu, Pemkot memberikan alternatif relokasi di lantai atas Pasar Beringharjo atau Pasar Klitikan.

“Kok solusi belum ada gimana, le kondo sopo (yang bilang siapa-red). Saya sudah wiwit (sejak-red) agustus [2022] sudah sosialisasi,” paparnya.

Terkait pembukaan paksa segel kios yang akan dilakukan pedagang Jalan Perwakilan, Sumadi menyatakan hal itu sebagai salah satu pelanggaran hukum. Apalagi mereka berdagang di kawasan tersebut secara ilegal di tanah Kasultanan atau Sultan Ground. Karenanya Keraton Yogyakarta sebagai pemilik tanah bisa saja menuntut para pedagang secara hukum.

“Buka paksa [segel]?, niku wong reti aturan mboten e (orang itu tahu aturan apa tidak-red), ajeng buka paksa (mau membuka paksa-red). Wong jelas manggon [Tinggal] di situ saja dari aspek hukum itu bisa dituntut penguasaan tanpa hak. Pemerintah sudah sabar loh jangan dikira terus bodho (bodoh-red) lho pemerintah, imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Pedagang Nekat Jualan, Pemkot Jogja Segel Kios Jalan Perwakilan

Terakhir diperbarui pada 5 Januari 2023 oleh

Tags: jalan perwakilanpemkot yogyakartapklpkl malioboro
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Ironi Jalan Persatuan UGM: Berada di Area Kampus, tapi Bikin Resah Mahasiswa dan Tak Ramah Perempuan.MOJOK.CO
Aktual

Ironi Jalan Persatuan UGM: Berada di Area Kampus, tapi Bikin Resah Mahasiswa dan Tak Ramah Perempuan

10 Maret 2025
PKL Malioboro Dipermainkan, Diadu dengan Sesama Rakyat Jogja MOJOK.CO
Esai

Duka di Sumbu Filosofi: Jerit Pilu PKL Malioboro yang Dipermainkan dan Diadu dengan Sesama Rakyat Jogja Hanya Demi Sebuah Kepastian

8 Februari 2025
Perkuat Identitas, Pemkot Jogja Meluncurkan Logo Baru Kamwis Cokrodiningratan
Kilas

Perkuat Identitas, Pemkot Jogja Meluncurkan Logo Baru Kamwis Cokrodiningratan

16 September 2024
pengasong air mineral di malioboro jogja yang anaknya kuliah di UNY.MOJOK.CO
Ragam

Tak Gentar Dikejar Petugas di Malioboro, Sepasang Pengasong Air Mineral Berjuang Demi Biayai Anak Kuliah di UNY

31 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nurul Fajriatussaadah, lulusan terbaik S2 di UIN Semarang

Dihina karena Hanya Anak Petani dari Pelosok Desa, Kini Berhasil Jadi Lulusan Terbaik S2 UIN Semarang berkat Doa Ayah

30 Maret 2026
kuliah s2.MOJOK.CO

Penyesalan Lanjut S2 Cuma karena Pelarian dan FOMO: Nganggur dan Dicap Overqualified, Sudah Kerja pun Gaji Setara Lulusan SMA

5 April 2026
Pilih side hustle daripada pekerjaan kantoran

Pilih Tinggalkan Kerja Kantoran ke “Side Hustle” demi Merawat Anak, Kini Kantongi Rp425 Juta per Bulan dan Lebih Dekat dengan Keluarga

31 Maret 2026
Pilih resign dan kerja jadi penulis di desa ketimbang kerja di luar negeri di Singapura

Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman

2 April 2026
KA Eksekutif, Kereta eksekutif KAI Jogja ke Jakarta nggak nyaman. MOJOK.CO

Backpackeran Naik KA Eksekutif Jogja-Jakarta Demi Menyembuhkan Luka, Malah Dibuat Kesal dengan Kelakuan Norak Penumpangnya

1 April 2026
Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

31 Maret 2026

Video Terbaru

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026
Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

31 Maret 2026
Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.