Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Pecahkan Rekor Dunia, 5.718 Mahasiswa UMY Jadi Dalang Bareng

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
5 September 2022
A A
rekor umy mojok.co

Sebanyak 5.718 maba UMY memecahkan rekor dunia RHR dalam pentas wayang dengan dalang terbanyak di kampus setempat, Minggu (04/09/2022) sore. (yvesta ayu/mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta  (UMY) berhasil memecahkan rekor dunia dari Record Holders Republic (RHR). Dalam kegiatan Masa Taaruf (mataf) di kampus setempat, Minggu (04/09/2022) sore. Sebanyak 5.718 mahasiswa baru (maba) dalam acara tersebut menjadi dalang secara bersama-sama.

Mereka memainkan pentas wayang bersama dalang utama Ki Udreka Hadi Swasana dengan lakon “Sang Abhiseva”. Secara bergantian, ribuan mahasiswa tersebut menjadi dalang pembantu dalam pentas selama 70 menit.

“Mahasiswa membuat wayang ukuran A3 yang jadi tokoh dalam pentas ini,” ujar Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UMY, Faris Al Fadat usai acara.

Selain tokoh pewayangan seperti Arjuna dan Punokawan, pentas tersebut menampilkan tokoh-tokoh wayang berpakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia seperti dari Jawa, Sulawesi, Sumatera, Papua, dan Kalimantan.

Pemilihan tokoh tersebut sebagai representasi keberagaman yang dimiliki Indonesia. Termasuk generasi muda yang saat ini menempuh pendidikan di UMY.

Dalam pemecahan rekor dunia kali ini, dalang utama dibantu 5.718 mahasiswa sebagai dalang pembantu. Keduanya melakukan pembagian dialog antara dalang utama dan dalang pembantu secara bergantian.

“Pemecahan rekor dunia tersebut merupakan prestasi yang membanggakan tidak hanya kampus namun juga Indonesia,” ungkapnya.

Tak hanya menggambarkan keberagaman, kegiatan tersebut lanjut Faris juga merupakan pembelajaran bagi mahasiswa untuk berprestasi sejak awal kuliah. Apalagi mereka sudah menyiapkan diri untuk memecahkan rekor dunia sejak tiga bulan terakhir. Diharapkan kegiatan itu dapat menyebar kebaikan melalui pengenalan budaya. Dengan wayang terbanyak dan dalang terbanyak.

“Mahasiswa secara mandiri membuat konsep pentas wayang bersama-sama,”ujarnya.

Sementara perwakilan dari Asia President of RHR, Lia Masmutiasari menjelaskan, pentas wayang bersama 5.718 mahasiswa tersebut merupakan rekor baru dunia. Karenanya rekor tersebut akan dicatatkan dalam buku rekor RHR di Amerika Serikat (AS).

“RHR memberikan tiga piagam penghargaan dunia. Yakni untuk Rektor UMY sebagai kreator pentas wayang, panitia acara Masa Taaruf serta koordintor acara,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Kiat Bisnis dari Pasangan Pemilik ‘Waroeng Steak’, Restoran yang Pecahkan Rekor MURI

Terakhir diperbarui pada 5 September 2022 oleh

Tags: Mahasiswarekor muriumuyWayang
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

wayang, plaza ambarrukmo.MOJOK.CO
Seni

Di Balik Pagelaran Wayang 20 Jam Nonstop: Menaklukkan Angin, Hujan, dan 40 Kepala Manusia di Atap Mal

8 Maret 2026
Tabungan penting, tapi mahasiswa Jogja yang masih harus irit demi makan kesulitan menabung
Sehari-hari

Tabungan Itu Penting, Tapi Mahasiswa Jogja yang Masih Harus Gali Lubang Tutup Lubang Demi Makan Mana Bisa

10 Februari 2026
Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO
Sosok

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026
Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital: Harga RAM Makin Nggak Ngotak MOJOK.CO
Esai

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal

16 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jogja macet saat mudik Lebaran

Sebagai Warlok, Saya Tidak Sedih karena Tak Bisa Mudik tapi Jengkel Satu Indonesia Pindah ke Jogja

9 Maret 2026
Mahasiswa Pariwisata UGM Jogja belajar dari kepala suku di Raja Ampat, lebih dari ilmu kuliah

Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata

13 Maret 2026
lowongan kerja, kerja di kota, lebaran.MOJOK.CO

Mudik Lebaran Jadi Ajang Sepupu Minta Kerjaan, tapi Sadar Tak Semua Orang Layak Ditolong

10 Maret 2026
Nasib ratusan juta WNI 10 tahun nanti: terancam tidak punya jaminan sekaligus tabungan di masa pensiun MOJOK.CO

Nasib WNI 10 Tahun Lagi: Terancam Tua Miskin karena Tak Punya Jaminan untuk Tabungan Pensiun dari Negara

11 Maret 2026
Rela Melepas Upah 75 Juta di Prancis demi Pulang ke Tanah Air, Kini Menikamti Hidup Sebagai Pengajar Bergaji Pas-pasan.MOJOK.CO

Rela Melepas Upah 75 Juta di Prancis demi Pulang ke Tanah Air, Kini Menikamti Hidup Sebagai Pengajar Bergaji Pas-pasan

10 Maret 2026
Rasa Sanga (5): Docang, “Makanan Orang Susah” yang Lekat dengan Ajaran Rendah Hati Sunan Gunung Jati di Cirebon.,MOJOK.CO

Rasa Sanga (5): Docang, “Makanan Orang Susah” yang Lekat dengan Ajaran Rendah Hati Sunan Gunung Jati

9 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.