Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Nama Pejabat Indonesia di Pandora Papers

Redaksi oleh Redaksi
5 Oktober 2021
A A
pandora papers luhut panjaitan
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional merilis dokumen Pandora Papers. Dokumen ini mengungkap data kekayaan para orang kaya dan pejabat publik yang mempunyai aset dan perusahaan cangkang di negara surga pajak. 

Masyarakat dunia kembali dibuat heboh dengan adanya dokumen bernama Pandora Papers. Dokumen ini berisi data terkait kekayaan para miliarder, elite politik, dan selebritas yang tersimpan di negara-negara surga pajak atau tax haven. Negara-negara yang masuk didalamnya antara lain Belize, The British Virgin Island, Panama, Swiss, dll.

Dokumen Pandora Papers dirilis oleh International Consortium of Investigative Journalist (ICIJ). Selama berbulan-bulan lebih dari 600 jurnalis dari 117 negara terlibat dalam pengolahan hampir 12 juta dokumen dan berkas dari 14 perusahaan jasa keuangan di sejumlah negara. Hasilnya tak main-main ada hubungan sekitar 1000 perusahaan di negara surga pajak dengan 336 pejabat publik yang nama-namanya familiar di telinga kita.

Seperti yang dilansir dari BBC Indonesia, Raja Yordania, Abdullah II diam-diam membelanjakan lebih dari US$100 juta atau Rp1,4 triliun lebih untuk membangun kerajaan properti di AS dan Inggris. Lalu ada mantan PM Inggris Tony Blair dan istrinya menghindari biaya meterai sebesar Rp6 miliar lebih ketika mereka membeli gedung perkantoran di London. Ada juga Perdana Menteri Ceko, Andrej Babis yang tidak melaporkan perusahaan investasi di luar negeri yang digunakannya untuk membeli dua vila seharga Rp231,9 miliar lebih di wilayah selatan Prancis.

Selain nama-nama di atas, masih ada 35 nama pejabat publik lainnya yang dibocorkan dalam Pandora Papers. Dari Indonesia ada nama Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan disebut dalam dokumen tersebut. Luhut disebut karena kaitannya dengan perusahaan Panama yakni Petrocapital S.A.

Juru bicara Menkomarves, Jodi Mahardi, telah mengkarifikasi hal ini. Dikutip cari CNBC Indonesia, Jodi menjelaskan bahwa Luhut telah mengundurkan diri dari Petrocapital. Menurutnya perusahaan itu rencananya akan digunakan untuk pengembangan bisnis di luar negeri, terutama di wilayah Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Namun, dalam perjalanannya, terdapat berbagai macam kendala terkait dengan lokasi geografis, budaya, dan kepastian investasi.

“Bapak Luhut B. Pandjaitan menjadi Direktur Utama/Ketua Perusahaan pada Petrocapital S.A pada tahun 2007 hingga pada tahun 2010,” kata Jodi.

Selain Luhut, nama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga turut disebut dalam dokumen tersebut. Melansir dari Tempo.co Airlangga Hartarto dan Gautama Hartarto, adiknya, tercatat memiliki perusahaan cangkang di British Virgin Islands. Airlangga dan Gautama ditengarai menjadi klien dari Trident Trust, perusahaan finansial yang berkantor di sejumlah negara suaka pajak. Airlangga mempunyai dua perusahaan bernama Buckley Development Corporation dan Smart Property Holdings Limited. Adapun perusahaan Gautama satu, Ageless Limited.

Namun, Sekjen Partai Golkar Lodewijk menilai bahwa sumber yang menyeret nama Airlangga ke dalam laporan Pandora Papers juga belum jelas. Dan ia tidak mau banyak komentar terkait hal tersebut. “Belum tahu, saya belum tahu. Tapi kalau kami baca di media sosial katanya, sumbernya juga belum jelas. Tapi memang ada satu media cetak secara nasional sudah menyampaikan hal itu,” ucap Lodewijk, dikutip dari Suara.com.

Pandora Papers yang muncul saat ini mengingatkan kita akan dokumen sebelumnya yang pernah dirilis yakni Panama Papers sekitar 5 tahun yang lalu. Namun yang membedakan, dokumen Pandora Papers kini skalanya lebih besar karena ia bersumber dari laporan 14 perusahaan offshore dengan  volume data yang mencapai 2,95 terabite.

Terakhir diperbarui pada 12 Oktober 2021 oleh

Tags: airlangga hartantoLuhutpandora papers
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Surat untuk Luhut Tol Serang Panimbang Wujud Penderitaan Warga Lebak Banten MOJOK.CO
Esai

Surat untuk Luhut: Tol Serang Panimbang Wujud Penderitaan Warga Lebak Banten

29 April 2023
Esai

Tentang Haris Azhar dan Fatia, Luhut Perlu Belajar dari Marcus Aurelius

8 Maret 2023
pangeran arab saudi mojok.co
Luar Negeri

Luhut Temui Presiden UEA dan Pangeran Arab Saudi, Bahas Kuota Haji hingga Proyek IKN

20 Juni 2022
Kontribusi Atta Halilintar Hingga Polemik Tiket Borobudur
Video

Kontribusi Atta Halilintar Hingga Polemik Tiket Borobudur

8 Juni 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas, Pemutar Ekonomi Bangsa MOJOK.CO

Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas Abadi yang Menolak Fitur Keselamatan demi Memutar Ekonomi Bangsa

13 Januari 2026
Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

14 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut MOJOK.CO

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut

14 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
Cara wujudkan resolusi 2026 dengan finansial yang baik. MOJOK.CO

Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026

19 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.