Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Minta Jangan ‘Digoreng’, Muhammadiyah Tentukan 1 Syawal Jatuh Pada 2 Mei 2022

Takbir keliling tak perlu dilakukan.

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
28 April 2022
A A
1 syawal 1433 H Muhammadiyah

Haedar Nashir (kanan) mengumumkan 1 Syawal 1433 H jatuh pada 2 Mei 2022. (Yvesta Ayu/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1443 Hijriah jatuh pada 2 Mei 2022. Jika ada perbedaan dengan tanggal yang ditentukan pemerintah, tidak perlu jadi isu yang ‘digoreng’.

Hal tersebut dikemukakan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir di Kantor PP Muhammadiyah, Kamis (28/04/2022) petang di Yogyakarta. “Perbedaan itu lumrah di dunia, harus disikapi secara dewasa,” ujar Haedar Nasir. Keputusan penentuan 1 Syawal 1443 H tersebut diputuskan melalui Maklumat Nomor 01/MLM/I.0/E/2022 Tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal dan Zulhijah 1443 H. 

Penetapan ini berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal yang selama ini dipedomani Majelis Tarjid dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Momen yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional ini dimungkinkan akan bersamaan dengan penetapan 1 Syawal yang diberlakukan pemerintah.

Pemerintah akan menetapkan 1 Syawal 1443 H melalui Sidang Isbat penetapan 1 Syawal 1443 H yang akan digelar pada Minggu (1/5/2022) petang. Sidang Isbat digelar pada Minggu dengan mempertimbangkan informasi awal berdasarkan hasil perhitungan secara astronomis (hisab) dan hasil konfirmasi lapangan melalui mekanisme pemantauan (rukyatul) hilal.

Menurut Haedar, kalaupun ada perbedaan 1 Syawal,  yang terpenting negara mampu memberikan fasilitas ke semua komponen bangsa. Negara pun perlu arif dan bijaksana serta obyektif dalam mengayomi perbedaan penetapan 1 Syawal tersebut.

Sementara umat Islam harus menjadi teladan yang baik dalam membangun toleransi dan kerukunan umat beragama. Kebersamaan perlu dijaga dalam meredam konflik yang diakibatkan salah paham dan relasi yang tidak baik dari perbedaan tersebut.

Bila umat Islam sebagai penduduk terbesar di Indonesia memiliki beban masalah yang banyak, termasuk disebabkan perbedaan, maka bangsa ini akan ikut terbebani. Karenanya alih-alih mempertentangkan perbedaan, umat muslim diharapkan mengedepankan ukhuwah.

“Kalau ada masalah ya didialogkan dengan baik, baik dengan agama lain, kelompok sosial lain dan komponen banga lain yang beda pilihan. Kita harus saling menghargai, ini modal sosial dalam menyelesaikan masalah,” paparnya.

Karenanya ditengah kegembiraan umat Islam menyambut Idul Fitri, Muhammadiyah berpesan agar masyarakat tidak euforia. Pelonggaran mobilitas masyarakat dengan diizinkannya mudik oleh pemerintah pun selama libur panjang Lebaran perlu disikapi secara bijak.

Sebab meski tren kasus Covid-19 terus melandai, bukan berarti pandemi sudah usai. Kelandaian tersebut justru harus dijaga agar tidak naik lagi seperti yang sudah-sudah.

Salah satu sikap bijaksana yang bisa dilakukan umat muslim dengan tidak menggelar takbir keliling. Sebab esensi paling penting selama Ramadan dan Idul Fitri adalah menyelesaikan puasa dan menunaikan salat Id sesuai kondisi masing-masing daerah.

“Sedangkan kegiatan syiar yang bergembira seperti takbir kelilimg yang menimbulkan kerumunan tidak perlu dilakukan. Umat bisa takbir di rumah ataupun masjid secara khusyuk, sebab bila tidak bisa menahan diri maka kondisi [pandemi] yang sudah bagus ini bisa terganggu kembali,” tandasnya.

Sementara Ketua Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), Agus Samsudin mengungkapkan masyarakat diminta tidak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) selama libur panjang Lebaran. Sebab laju pertumbuhan kasus masih diatas 300 per hari di Indonesia.

Apalagi untuk menuju transisi pandemi ke endemi bukan perkara mudah. Positivity rate di Indoensia masih diatas 5 persen. Angka ini diatas rata-rata yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia WHO. 

Iklan

“Liburan panjang lebaran harus dijalani dengan syukur tapi seksama. Salat id dan takbiran dengan prokes. Parameter bisa dilakukan untuk mengakhiri pandemi,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Jogja Gelut Day Disambut Antusias, Jawara Klitih Bakal Berlaga di MMA dan kabar terbaru lainnya di KILAS.

Terakhir diperbarui pada 28 April 2022 oleh

Tags: 1 SyawalIdul FitriKilasMuhammadiyah
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Tarawih di masjid Jogja
Ragam

Berburu Lokasi Tarawih sesuai Ajaran Nahdlatul Ulama di Jogja, Jadi Obat Kerinduan Kampung Halaman di Pasuruan

18 Februari 2026
Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua MOJOK.CO
Esai

Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua

18 Februari 2026
Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers MOJOK.CO
Esai

Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

6 Februari 2026
AI Mengancam Orang Malas Berpikir, Tak Sesuai dengan Ajaran Muhammadiyah MOJOK.CO
Ragam

AI Mengancam Orang Malas Berpikir, Tak Sesuai dengan Ajaran Muhammadiyah

29 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Omong kosong menua dengan bahagia di desa: menjadi orang tua di desa harus memikul beban berlipat dan bertubi-tubi tanpa henti MOJOK.CO

Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti

21 Februari 2026
Toxic sibling relationship antar saudara kandung karena rebutan sertifikat tanah. Saudara kandung bisa jadi mafia tanah soal warisan MOJOK.CO

Saudara Kandung di Desa Itu Bak Mafia, Justru Jadi Orang Paling Busuk dan Licik demi Sikat Sertifikat Tanah Saudara Sendiri

20 Februari 2026
Lulusan S1 UGM bikin skripsi soal perumahan rakyat di Belanda. MOJOK.CO

Skripsi tentang Perumahan Rakyat di Belanda vs Indonesia bikin Saya Lulus dari UGM dengan Predikat Cumlaude

18 Februari 2026
Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia MOJOK.CO

Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia

23 Februari 2026
pendatang di jogja.MOJOK.CO

Nasib Menjadi “Pendatang” di Jogja: Selalu Disalahkan Atas Masalah yang Terjadi, padahal Menjadi Sumber Penghasilan Para Akamsi

18 Februari 2026
5 tips bagi yang pertama kali mudik naik pesawat dan cara dapat promo tiket murah MOJOK.CO

Tips 5 Persiapan bagi Orang yang Pertama Kali Mudik Naik Pesawat dan Dapat Promo Tiket Murah

18 Februari 2026

Video Terbaru

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026
Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

19 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.