Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Menko Polhukam Mahfud MD Sebut Parpol Masih Mencurangi Pemilu

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
27 Agustus 2022
A A
Mahfud MD sebut parpol masih banyak yang curang

Menko Polhukam Mahfud MD disela Seminar Nasional: Menuju Demokrasi Berkualitas-Tantangan dan Agenda Aksi di UGM, Sabtu (27/08/2022).

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Menko Polhukam, Mahfud MD menyatakan, kecurangan dalam pemilihan umum (pemilu) masih saja marak terjadi. Kecurangan yang terjadi saat ini lebih banyak dilakukan oleh partai politik (parpol).

Kondisi ini berbeda dari kecurangan selama Orde Baru (Orba). Pada masa itu, kecurangan lebih banyak dilakukan pemerintah.

“Sekarang pemerintah tidak ikut curang dalam pemilu. Sekarang curangnya horizontal. Parpol ini mencurangi parpol ini, yang satu curang di Jogja, satu curang di surabaya, satu curang di bangkalan, satu di papua sama-sama curang. Horizontal tapi tetap ada kecurangan,” papar Mahfud MD dalam “Seminar Nasional: Menuju Demokrasi Berkualitas-Tantangan dan Agenda Aksi” di UGM, Sabtu (27/08/2022).

Menurut Guru Besar Fakultas Hukum (FH) UII tersebut, dari pengalamannya menjadi hakim pada masa Orde Baru maupun Orde Reformasi, kecurangan terus saja terjadi. Saat Orba, pemerintah melalui Lembaga Pemilihan Umum (LPU) yang saat ini menjadi Komisi Pemilihan Umum (KPU) berupaya memenangkan Golkar.

Saat Orba, tidak ada pengadilan yang bisa menangani kecurangan pemilu. Kondisi ini berbeda dar sekarang ini saat ada pengadilan yang mengurus masalah kecurangan pemilu.

“Tapi sekarang ada pengadilannya. Pengadilan pemilu, MK. Dulu tidak ada,” tandas Mahfud MD.

Meski demokrasi Indonesia saat ini mengalami kemajuan yang signifikan, lanjut Mahfud, tetap saja terjadi kemunduran demokrasi. Akibatnya tidak melahirkan demokrasi substantif dan berkualitas.

“Ini terjadi karena demokrasi lahir dari cara-cara menggunakan formalisme. Padahal itu tidak memberi dampak positif, bahkan merugikan dalam upaya membangun kesejahteraan rakyat,” tandasnya,

Mahfud MD menambahkan, hukum yang ada sekarang tidak mampu mengimbangi oligarki di berbagai sektor. Oligarki yang muncul dari kelompok menyusun kecurangan sebelum memformalkannya melalui undang-undang di lembaga legislatif.

Praktik oligarki ini muncul dalam bentuk mafia di berbagai bidang. Sebut saja munculnya mafia tanah di sektor pertanahan, peradilan, hingga perbankan. Mafia tanah menjadi wajah praktik oligarki yang paling menyengsarakan masyarakat. Terlebih karena melibatkan aparat penegak hukum dan lembaga-lembaga penerbit sertifikat tanah.

Menurut Mahfud MD, sindikat mafia tanah ini bergentayangan untuk mencaplok tanah-tanah masyarakat melalui beragam modus. Karena itu para warga diminta untuk mengecek dan menjaga surat-surat berharga, termasuk sertifikat tanah. Pengecekan sertifikat tanah perlu dilakukan untuk menunjukkan keabsahan dokumen tersebut.

“Itu sering sekali orang punya sertifikat lupa nengoknya, lupa ngurusnya, tahu-tahu sudah dipakai orang lain. Orang lain yang punya sertifikat,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Mahasiswa Sumsel di Asrama Pondok Mesudji Jogja Terancam Pergi karena Mafia Tanah

Terakhir diperbarui pada 27 Agustus 2022 oleh

Tags: mafiamahfud mdparpolPemilu 2024politik
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Gugun El Guyanie : Awalnya Soal Skripsi, Berakhir Membongkar Dinasti
Video

Gugun El Guyanie : Awalnya Soal Skripsi, Berakhir Membongkar Dinasti

28 Oktober 2025
Republik dan Bayang Penjajahan yang Tak Usai
Video

Republik dan Bayang Penjajahan yang Tak Usai

25 Oktober 2025
Kotak Pandora Politik Terbuka: Gus Romy Ungkap Krisis di PPP
Video

Kotak Pandora Politik Terbuka: Gus Romy Ungkap Krisis di PPP

20 Mei 2025
Dwifungsi ABRI dan Ambisi Kuasa di Luar Barak
Video

Dwifungsi ABRI dan Ambisi Kuasa di Luar Barak

10 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku Mojok,co

Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku

19 Maret 2026
Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali MOJOK.CO

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

17 Maret 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

19 Maret 2026
Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

16 Maret 2026
Lontong dan kangkung, kuliner tua Lasem dalam khazanah suluk Sunan Bonang MOJOK.CO

Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan

21 Maret 2026
Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan Mojok.co

Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan

15 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.