Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

3 Hal yang Bikin Orang Malas Mengurus Sertifikat Tanah

Yogi Dwi Pradana oleh Yogi Dwi Pradana
21 Januari 2022
A A
3 Hal yang Bikin Orang Malas Mengurus Sertifikat Tanah

3 Hal yang Bikin Orang Malas Mengurus Sertifikat Tanah (pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Mengurus perkara tanah dan bangunan bukan suatu hal yang mudah, tapi juga tidak sulit jika sudah tahu tata cara yang harus dilalui. Namun, bagi sebagian orang tentu akan memilih untuk tidak melakukan cara yang satu ini, yaitu mengurus sertifikat tanah dan bangunan. Loh? Padahal, untuk hidup yang tenang itu sebaiknya sertifikat tanah dan bangunan itu atas nama sendiri. Kok malas?

Bagi yang belum bikin, mungkin mereka malas atau merasa belum butuh. Tapi, bukan berarti menunda adalah tindakan bijak. Masalahnya, kalau mereka dengar pengalaman mengurus sertifikasi, pasti mereka jadi makin males. Kenapa? Nih, saya kasih tahu tiga alasan yang (bakal) bikin orang males ngurus sertifikat tanah dan bangunan mereka.

#1 Ribet

Ribet adalah alasan pertama yang paling sering keluar jika ditanya mengapa tidak segera mengurus sertifikat tanah dan bangunan. Kok bisa ribet? Ya, mengurus sertifikat tanah bisa dikatakan ribet. Begini, langkah pertama yang sebaiknya dilakukan sebelum mengurus sertifikat tanah adalah dengan bertanya kepada seseorang yang paham mengenai cara mengurus sertifikasi atau langsung datang ke kantor pertanahan untuk minta dijelaskan oleh petugas.

Lalu, setelah itu nanti akan dijelaskan oleh orang yang paham tentang bagaimana cara melakukan sertifikasi rumah dan bangunan. Dalam menyimak penjelasan, pastikan benar-benar paham, karena tata caranya akan sangat mbulet dan mubeng-mubeng. Wes yakin. Dan, dalam melakukan sertifikasi rumah dan bangunan ini tentu saja harus melibatkan beberapa orang yang memiliki sangkut paut, seperti keluarga yang bersangkutan, notaris, pegawai pajak, dll. Langkah awal saja sudah mumet to?

#2 Biaya

Masalah biaya ini juga sering menjadi kendala mengapa seseorang memilih tidak melakukan sertifikasi rumah. Dalam melakukan sertifikasi rumah, seseorang harus menyiapkan dana yang lumayan banyak. Sebab, di dalam tahap ini juga membutuhkan proses yang lumayan panjang. Misal, ada proses pecah tanah dan bangunan. Nanti ada pajak beli, pajak jual, pajak untuk pusat, pajak untuk daerah, pajak untuk balik nama, dll.

Tentu saja beda ukuran tanah dan bangunan akan sangat mempengaruhi besar kecil biaya yang dibutuhkan. Loh, berarti jika orang-orang yang mampu membangun perumahan megah itu juga mbulet ya cara sertifikasi tanahnya? Kalau saran saya sih nggak usah mikirin pemilik perumahan mewah itu, mereka mah uangnya nggak terhitung lagi. Hahaha. Ya, kembali, biaya untuk mengurus sertifikasi tanah dan bangunan ini memang lumayan ya.

#3 Masa tunggu

Siapa sih orang yang suka menunggu? Tentu saja menunggu itu adalah hal yang membosankan. Menunggu masa jadi sertifikat ini juga membutuhkan waktu yang lumayan lama. Tidak cukup satu sampai dua minggu untuk menunggu masa jadi sertifikat ini. Tapi, kurang lebih ada yang jadi selama 6-10 bulan baru kelar semua. Lumayan lama kan? Tapi, gapapa sih kalau nggak terlalu dipikir dan disambi ternak lele, bisa pas masa panen itu masa tunggu sertifikatnya jadi. Hahaha.

Lalu, ada suatu keganjilan di dalam masa tunggu ini. Menurut beberapa orang yang pernah melakukan sertifikasi, jika seseorang yang mengurus itu tidak terburu-buru dan tidak banyak tanya, biasa sertifikat jadi dengan waktu yang cepat. Namun, jika seseorang yang melakukan sertifikasi itu banyak tanya dan ribet, biasanya malah masa tunggunya lama. Loh? Aneh, biasanya yang disuruh terburu-buru segera diutamakan, kok ini malah lama sih. Mungkin pegawai yang ngurus males kali ya ngladeni orang yang banyak tingkah. Hahaha.

Baca Juga:

FIS UM Malang Adalah Fakultas dengan Birokrasi Paling Ribet di UM Malang, Nggak Ada Lawannya

Bahaya Laten Mafia Tanah: Hari Ini Mbah Tupon, Besok Bisa Jadi Kalian!

Nah, ketiga hal tersebut adalah yang paling sering diutarakan beberapa orang mengapa tidak memilih melakukan sertifikasi. Padahal, melakukan sertifikasi itu memang suatu hal yang sangat penting dan bisa jadi hal yang membuat hidup ayem dan tentrem karena tanah dan bangunan sudah menjadi atas nama sendiri. Semoga saja peraturan untuk sertifikasi ke depan mengalami perubahan dan dipermudah.

Penulis: Yogi Dwi Pradana
Editor: Rizky Prasetya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Januari 2022 oleh

Tags: akta tanahbangunanBirokrasisertifikat tanah
Yogi Dwi Pradana

Yogi Dwi Pradana

Mahasiswa Sastra Indonesia UNY. Sedang berada di pojok ruang memikirkan masa depan.

ArtikelTerkait

penangguhan penahanan gugatan hukum RCTI mojok.co

Sosialisasi Hukum Seharusnya Dibikin seperti Pengajian Kampung

23 September 2020
kenapa pns asn di indonesia malas dan ogah-ogahan bekerja mojok.co

ASN yang Rajin Itu Bukan Prestasi, tapi Bunuh Diri

9 Agustus 2020
Tabiat Dosen Gaib, di Kelas Tidak Pernah Ada, tapi Sogok Mahasiswa dengan Nilai A dosen muda

Dosen yang Jadi Pejabat Kampus Itu Harusnya Tidak Wajib Mengajar, Kasihan Mahasiswanya Terlantar karena Kesibukan Birokratis

21 September 2024

4 Spesifikasi Rumah yang Wajib Diperhatikan Sebelum Menempatinya

22 April 2022
Bahaya Laten Mafia Tanah: Hari Ini Mbah Tupon, Besok Bisa Jadi Kalian!

Bahaya Laten Mafia Tanah: Hari Ini Mbah Tupon, Besok Bisa Jadi Kalian!

28 April 2025
FIS UM Malang Adalah Fakultas dengan Birokrasi Paling Ribet di UM Malang, Nggak Ada Lawannya

FIS UM Malang Adalah Fakultas dengan Birokrasi Paling Ribet di UM Malang, Nggak Ada Lawannya

16 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Kebiasaan yang Harus Kamu Lakukan kalau Mau Selamat Kuliah di Jurusan Ilmu Politik

Penghapusan Jurusan Kuliah yang Tak Relevan dengan Industri Itu Konyol, kayak Nggak Ada Solusi Lain Aja

26 April 2026
Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir Mojok.co

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir

25 April 2026
Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

23 April 2026
Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela Mojok.co

Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela

23 April 2026
Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co

Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya

25 April 2026
Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan (Unsplash)

Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan dari Cerita Rakyat Minahasa dan Membebaskan Kita dari Kebosanan Horor Jawa

23 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita
  • Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara
  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka
  • Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau
  • Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.