Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Vaksinasi Berdasarkan Domisili KTP itu Blas Ora Mashok!

Raden Muhammad Wisnu oleh Raden Muhammad Wisnu
23 Juni 2021
A A
laporcovid-19 vaksinasi covid-19 vaksin nusantara indonesia lepas pandemi ppkm vaksin covid-19 corona obat vaksin covid-19 rapid test swab test covid-19 pandemi corona MOJOK.CO

vaksin corona obat vaksin covid-19 rapid test swab test covid-19 pandemi corona MOJOK.CO

Share on FacebookShare on Twitter

Mari kita bersepakat, bahwa vaksinasi adalah salah satu cara umat manusia agar dapat segera terbebas dari pandemi virus corona. Harapannya, jika 70 persen warga dunia sudah melakukan vaksinasi corona, akan terjadi herd immunity atau kekebalan kelompok. Nantinya, virus corona tidak akan jadi penyakit yang mematikan lagi. Sama seperti polio dan cacar yang saat ini tidak menjadi penyakit yang mematikan karena sebagian besar warga dunia sudah melakukan vaksinasi polio dan vaksin cacar. Untuk para Covidiot yang tidak percaya virus corona adalah virus yang mematikan atau menganggap ini konspirasi elit global, minggir dulu!

Di awal tahun 2021, penelitian para epidemiolog memberi angin segar bagi kita semua karena berbagai vaksin yang telah dikembangkan oleh produsen vaksin dunia telah membuahkan hasil. Vaksin virus corona keluaran Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, dan Moderna terbukti efektif untuk melawan virus corona. Setidaknya, vaksin tersebut bisa meminimalisir kita untuk masuk ICU bahkan sampai meninggal dunia jika terinfeksi virus corona.

Sejak adanya pandemi Covid-19, pemerintah dunia sepakat untuk lebih dahulu memprioritaskan vaksin corona yang sudah disetujui WHO untuk tenaga kesehatan terlebih dahulu agar mereka bisa melakukan pelayanan prima terhadap masyarakat. Setelah itu, barulah vaksin tersebut diberikan pada jajaran aparatur sipil negara dan prajurit TNI/Polri agar bisa segera melakukan pelayanan pada publik. Barulah giliran masyarakat sipil yang mendapat giliran, mulai dari lansia, pra-lansia, hingga anak muda seperti saya.

Ada banyak event vaksinasi massal yang dilakukan di banyak kota besar untuk mempercepat terjadinya herd immunity. Tentu saja saya senang mendengarnya, saya pun langsung buru-buru daftar dan menunggu panggilan dari panitia penyelenggara. Tapi, lagi-lagi ada banyak urusan birokrasi yang harus rakyat hadapi dalam keadaan genting pandemi Covid-19 ini. Yaitu masalah domisili KTP. Dari sekian banyak event vaksinasi massal yang diadakan di Kota Bandung, syarat administrasinya adalah “memiliki KTP Kota Bandung” atau “surat domisili Kota Bandung”

Lagi kayak gini kok birokratis sekali ya? Kan bukan mau bikin SIM, bikin SKCK, atau bikin paspor? Bikin SIM, SKCK, atau paspor, masih masuk akal kalau syaratnya harus sesuai domisili KTP yang tertera di KTP-nya. Saya jadi berpikir, yang menghambat distribusi vaksinasi bukan kesadaran masyarakat atau masyarakat yang nggak percaya efektivitas vaksin, tapi karena birokrasi yang ribet. Buat apa coba harus urus surat domisili segala? Harusnya sih, siapapun yang datang ke lokasi vaksinasi, asal memenuhi persyaratan secara medis, langsung suntik vaksin!

Saya tahu, program vaksinasi masal yang mengharuskan pesertanya untuk memiliki KTP atau surat domisili itu bertujuan agar stok vaksin yang terbatas bisa dikontrol oleh pemerintah setempat melalui Disdukcapil setempat. Jadi nanti Disdukcapil memiliki data orang yang sudah vaksin atau belum vaksin. Tapi, kan ada banyak orang sehari-harinya kuliah atau bekerja di Kota Bandung, tapi domisili KTP-nya Kota Cimahi atau Kabupaten Bandung? Bahkan ada yang KTP-nya masih domisili Jawa Tengah, Sumatera, bakan Kalimantan? Masa harus balik ke daerah asalnya dulu di tengah pandemi? Masa harus urus surat domisili dulu? Kalau urus surat domisili bisa selesai dalam hitungan waktu 5 menit di kantor kelurahan sih tidak jadi masalah. Urus surat domisili kan harus dapat surat pengantar dari RT/RW setempat dulu, baru bisa ke kantor kelurahan. Baru bisa selesai dalam hitungan beberapa hari, bahkan beberapa minggu. Gimana mau ngejar herd immunity kalau harus menunggu surat domisili dari kelurahan setempat sebelum bisa vaksinasi?

Teman saya yang KTP-nya Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi sampai nggak jadi daftar vaksin massal yang diadakan di Kota Bandung karena syarat utama vaksinasi itu bukan persyaratan medis, tapi persyaratan domisili KTP. Birokratis banget! Emangnya mau bikin SIM atau paspor apa?

Padahal pandemi Covid-19 ini hitungannya sama seperti bencana alam, darurat! Kenapa tidak dipermudah? Yang penting nama dan NIK-nya dicatat aja kan? Teman saya yang sedang kuliah di Inggris sana cukup daftar online dan bawa paspor saja ketika akan vaksinasi. Nanti datanya akan dilaporkan ke Kementerian Kesehatan setempat dan dilaporkan juga ke Kedutaan Besar Republik Indonesia. Sesederhana itu saja harusnya.

Baca Juga:

Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Hantavirus: Pertama, Please, Jangan Panik

Urus KTP di Bangkalan Madura Ternyata Tidak Menjengkelkan seperti yang Dikira

Saya jadi ngebayangin gimana ribetnya Brad Pitt atau Will Smith dalam film zombie apocalypse kayak World War Z atau I Am Legend kalau vaksin yang mereka temukan harus didistribusikan berdasarkan domisili KTP. Padahal mah tinggal suntik doang gitu biar terbebas dari wabah zombie. Ra mashoook banget ini kebijakan pemerintah kita yang lagi-lagi tetap harus birokratis banget di tengah situasi genting seperti saat ini.

BACA JUGA Testimoni Sebulan Setelah Disuntik Vaksin Covid-19 dan tulisan Raden Muhammad Wisnu lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 26 Oktober 2021 oleh

Tags: Birokrasibirokrasi IndonesiaKTPpandemiPojok Tubir Terminalsurat domisilivaksinasi
Raden Muhammad Wisnu

Raden Muhammad Wisnu

Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung yang bekerja sebagai copywriter. Asal dari Bandung, bercita-cita menulis buku. Silakan follow akun Twitternya di @wisnu93 atau akun Instagram dan TikToknya di @Rwisnu93

ArtikelTerkait

marjinal negri ngeri mojok

‘Negri Ngeri’ Adalah Gambaran Indonesia Saat Dihajar Pandemi

7 Juli 2021

AS Laksana Memberikan Contoh bahwa Mengarang Itu Gampang, Asal Ada Nama Besar

8 Juni 2021
syarat wajib vaksin surat kehilangan KTP administrasi ribet mojok

Repotnya Mengurus Surat Kehilangan di Surabaya: Syaratnya Wajib Vaksin, tapi Tempat Vaksinnya Tidak Disediakan

23 Juli 2021
membandingkan statistik kematian itu goblok mojok

Membandingkan Statistik Kematian Akibat Pandemi Adalah Perbuatan Biadab

23 Juli 2021
Unggah Foto Makanan di Medsos Saat Pandemi, Apa Betul Tidak Pantas?

Unggah Foto Makanan di Medsos Saat Pandemi, Apa Betul Tidak Pantas?

3 April 2020
sekolah online ngapain beli seragam mojok

Kalau Sekolah Online Masih Jalan, Ngapain Harus Beli Seragam?

1 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau Mojok.co

Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau

16 Mei 2026
Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan Terminal

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan

15 Mei 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons) sidoarjo

Hunian di Gresik dan Sidoarjo Memang Murah, Tapi Sulit Wira-wiri: Jauh ke Mana-Mana, Bikin Bosan dan Stres

12 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Kos Putri Tempat Tinggal yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau, tapi Aslinya Bikin Malas Mojok.co

Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

18 Mei 2026
Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.