4 Tips Buat Kalian yang Berencana Bikin Rumah di Masa Pandemi – Terminal Mojok

4 Tips Buat Kalian yang Berencana Bikin Rumah di Masa Pandemi

Artikel

Beberapa hari yang lalu saat lagi scrolling Instagram, saya menemukan satu postingan dari salah satu akun desain rumah. Di postingan itu, tampak foto area depan rumah tepat setelah pintu masuk. Area tersebut bukan ruang tamu, melainkan wastafel dan rak sepatu besar dengan desain yang ciamik. Lengkap dengan penjelasan kalau foto itu bisa jadi inspirasi banyak orang untuk bikin rumah rumah tinggal di masa pandemi ini.

Usai melihat foto itu, saya terhenyak beberapa saat. Saya mulai menyadari kalau pandemi juga turut memengaruhi inspirasi desain rumah tinggal untuk masa yang akan datang. Segala sisi kehidupan seolah dituntut untuk selalu adaptif menghadapi perubahan besar yang datang dalam hidup banyak orang ini, termasuk tata kelola dan desain ruangan di dalam rumah.

Pandemi seolah mengingatkan kita kembali tentang definisi rumah sehat. Dibanding estetika, segi utilitas dan sanitasi higienis bisa jadi prioritas utama dalam pertimbangan desain rumah tinggal. Tentu saja karena penghuninya ingin terus hidup sehat dan terhindar dari virus yang sedang merajalela.

Nah, buat kalian yang punya rezeki atau sedang nabung bikin rumah di masa pandemi ini, beberapa tips berikut layak kalian pertimbangkan.

#1 Teras sebagai area tamu

Usai pandemi datang, kita pasti akrab dengan tampilan fasilitas air dan sabun atau cairan disinfektan yang disiapkan di depan rumah. Beberapa menaruhnya di depan pagar, pun ada yang meletakkannya di area teras. Semuanya bermuara pada satu tujuan, apalagi kalau bukan untuk meminimalisir penyebaran virus Covid-19.

Baca Juga:  Mencari Hukuman yang Paling Pas untuk Penimbun Tabung Oksigen

Usaha preventif lain yang juga bisa kita lakukan adalah menaruh area tamu di teras depan. Kita tahu bahwa teras depan punya banyak fungsi, salah satunya sebagai ruang tunggu tamu. Demi menghindari virus yang sangat infeksius, penghuni bisa saja membuat pemisahan untuk area berinteraksi dengan orang yang tidak tinggal serumah. Meskipun kemungkinan bertamu di masa pandemi ini menurun drastis, upaya ini bisa dipertimbangkan kalau kita “terpaksa” menerima tamu yang datang berkunjung. Alih-alih membangun ruang tamu di dalam rumah, kita bisa memfungsikan teras depan sebagai area tamu.

#2 Perlunya area disinfeksi

Seperti postingan Instagram yang saya ceritakan di atas, saya merasa adanya area disinfeksi di rumah ini penting bin bermanfaat banget. Area ini bakal mengakomodasi kebutuhan sanitasi yang higienis bagi para penghuninya yang masih harus beraktivitas di luar rumah. Jadi, nggak akan bingung lagi di mana harus membersihkan diri usai pergi bekerja atau aktivitas lainnya.

Area setelah pintu masuk yang biasanya difungsikan sebagai ruang tamu, dapat kita ganti dengan area disinfeksi. Di sini kita bisa menaruh wastafel lengkap dengan peralatan disinfeksi dan lorong kecil untuk menaruh jaket dan alas kaki. Pun tak ada salahnya menempatkan kamar mandi di area ini. Tren ini barangkali bakal jadi kewajaran saat bikin rumah di era pandemi seperti sekarang. Selain menempatkan area disinfeksi di bagian depan rumah, jangan lupa beri batas atau sekat yang cukup antara ruang disinfeksi dengan ruang keluarga atau ruang lain setelahnya. Kalau perlu, keduanya dapat dipisahkan dengan penghubung pintu agar lebih aman.

Baca Juga:  Aturan Tidak Tertulis dalam Pacaran

#3 Ventilasi dan pencahayaan alami harus terjamin

Untuk melawan kejamnya virus yang berseliweran di sirkulasi udara yang buruk ini, penghuni juga perlu memikirkan aspek ventilasi dan paparan cahaya matahari. Penghawaan dan pencahayaan ini jadi aspek penting untuk mengembangkan rumah menjadi sesehat mungkin.

Untuk itu, saat memutuskan bikin rumah daripada membangun halaman di bagian depan, jika ada lahan sisa, lebih baik menempatkan halaman di area belakang rumah. Selain halaman, kita juga bisa membuat kolam ikan kecil di sana. Area ini dapat kita gunakan sebagai area bersantai melepas lelah setelah seharian bekerja di dalam rumah. Hal ini mengingat aturan social distancing yang mengharuskan kita sebisa mungkin melakukan semua aktivitas di dalam rumah. Nah, daripada pergi liburan ke tempat-tempat ramai, piknik kecil bareng keluarga di halaman belakang rumah bisa banget jadi solusi.

Selain halaman belakang rumah yang memungkinkan sirkulasi udara menjadi optimal, rumah juga dapat disiasati dengan beberapa cara supaya lebih sejuk. Misalnya, dengan memaksimalkan bukaan besar di area rumah, merancang taman vertikal, dan mempertimbangkan pembangunan ruang void.

#4 Pengadaan ruang kerja

Di era pandemi, masih banyak orang yang bekerja dan belajar dari rumah. Work From Home (WFH) dan kegiatan belajar mengajar via daring menjadi suatu fenomena yang kini lumrah terjadi. Hal itu tentu jadi salah satu aspek yang dipertimbangkan saat hendak bikin rumah di masa pandemi seperti sekarang ini.

Baca Juga:  Ultramilk, Indomilk, dan Cimory: Mana Susu Kotak yang Lebih Enak?

Perlunya pengadaan ruang kerja ini tentu harus disesuaikan dengan kebutuhan penghuni dan luas bangunan. Dengan memiliki ruang kerja atau home office, kita bisa jadi lebih produktif dan tidak terdistraksi dengan kegiatan lain yang terjadi di dalam rumah. Di ruangan inilah, kita bisa menaruh semua peralatan yang berhubungan dengan pekerjaan. Sehingga pekerjaan jadi lebih teroganisir dan minim gangguan.

Itulah 4 tips yang bisa kalian pertimbangkan saat sedang membangun rumah di masa pandemi. Pandemi serupa tantangan yang melahirkan banyak inovasi dan usaha-usaha solutif. Kalau kamu, kepikiran ide apa lagi nih buat menyiasati rumah supaya semakin sehat di masa pandemi?

BACA JUGA 3 Rekomendasi K-Movie Bertemakan Gangster yang Wajib Kamu Tonton dan tulisan Maria Monasias Nataliani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.