Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Testimoni Sebulan Setelah Disuntik Vaksin Covid-19

Kevin Winanda Eka Putra oleh Kevin Winanda Eka Putra
13 Februari 2021
A A
vaksinasi vaksin berbayar covid-19 Hoaks Vaksin Mengandung Virus Itu Wagunya Sampai Ubun-ubun terminal mojok.co

Hoaks Vaksin Mengandung Virus Itu Wagunya Sampai Ubun-ubun terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Vaksin Covid-19 telah tiba, vaksin Covid-19 telah tiba, Hore! Hore! Hore!

Begitulah mungkin yang terjadi di grup WhatsApp garda terdepan tenaga medis yang sudah berjuang selama pandemi ini. Akhirnya perjuangan mereka yang bekerja pagi, siang, malam akan terbayarkan juga. Mungkin juga di grup kabinet pemerintahan karena sebentar lagi ekonomi bisa bangkit lagi, haiss ekonomi terooss. Tolong digarisbawahi itu mungkin loh ya. Apapun itu, jelas ini adalah kabar gembira bagi kita semua karena akhirnya melihat celah cahaya untuk keluar dari keterpurukan setahun akibat diobok-obok pandemi ini.

Termasuk juga saya yang menyikapi berita vaksin Covid-19 ini dengan positif. Meskipun banyak teori-teori liar yang berterbangan di media sosial yang mengatakan kalau vaksin ini itulah. Saya tetap optimistis dengan vaksin ini, at least ada progress lah dikit-dikit. Saat tulisan ini ditulis, sudah memasuki sebulan dua bulan program vaksinasi pemerintah dilakukan.

Sayangnya, saya belum divaksin karena bukan tenaga medis, jadi belum bisa menceritakan testimoni saya sendiri. Tetapi, sebagai masyarakat yang disuruh aktif oleh pemerintah untuk mengkritik agar pelayanannya makin baik. Maka saya tetap akan memberikan testimoni saya yang tinggal bersama ibu saya yang sudah divaksin kurang lebih sebulan ini. Jarang-jarang kan ada testimoni dari orang ketiga.

Ibu saya ini bukanlah tenaga medis yang merupakan garda terdepan. Tetapi bekerja di garda lebih depan dari itu. Kalau tidak ada divisi ini maka rumah sakit saya yakin bangkrut. Kerjaan ibu saya ada di divisi mobilisasi dana, yang mana itu ngurusin dana masuk keluar dari ekonomi rumah sakit. Rumah sakit yang ditempati kerja ibu saya sebetulnya bukanlah rumah sakit rujukan Covid-19, tapi rumah sakit ini terdaftar sebagai rumah sakit negara jadi mungkin didahulukan untuk vaksinasi. Jadi mungkin pemerintah mendahulukan instansinya terlebih dahulu, yang swasta-swasta sabar ya, hehe.

Ibu saya divaksin di hari lahirnya, pada 27 Januari lalu. Saya apresiasi tindakan pemerintah ini, sungguh dekat dengan rakyatnya sampai-sampai memberi kado yang amat berharga ini ke ibu saya, makasih loh. Kemudian harusnya divaksin kembali tepat dua minggu setelahnya (10/2), seperti Presiden, tetapi mundur menjadi tanggal 15 karena kata ibu saya vaksinnya belom datang. Loh kok telat, sudah saya bangga-banggakan karena ngasih kado ibu saya kok malah balik mengecewakan. Becanda-becanda, hehe.

Selama sebulan saya tinggal serumah dengan ibu saya, saya bisa memastikan bahwa vaksin Covid-19 ini benar-benar mujarab dan aman. Saya begitu yakin karena saat setelah ibu saya pulang dari kantor pasca divaksin tidak terjadi perubahan dari tubuhnya. Tetap sama seperti biasa dan tidak berubah menjadi besar seperti titan yang diceritakan di sosmed-sosmed itu. Ini jelas membantah teori kalau vaksin Covid-19 bisa mengubah orang menjadi titan, seperti yang disampaikan admin Kemkominfo TV. Menurut perkataan ibu saya, cairan yang digunakan untuk disuntikkan ke nadinya berwarna bening, hampir seperti air biasa. Ini juga membantah adanya microchip yang dimasukkan di sana. Warna bening juga menandakan cairan yang disuntikan bukanlah vitamin C, yang biasanya berwarna kuning seperti CDR atau UC-1000 itu.

Perlu diketahui pas ibu saya disuntik vaksin Covid-19, beliau ini baru saja sembuh dari sakit. Seminggu sebelumnya beliau demam dan pas hari-H divaksin sudah enakan. Dan setelah divaksin beliau rasa-rasanya semakin sehat saja. Seakan-akan vaksin Covid-19 itu menjadi mood-booster dari psikis ibu saya. Tidak sampai di situ, efek dari vaksinasi juga memberi rasa berani ibu saya keluar rumah dan kembali mengobrol dengan tetangga sebelah rumah saya. Padahal dulu sebelum divaksin, ibu saya ini sungguh takut dan parnoan saat harus berinteraksi dengan tetangga sebelah itu.

Baca Juga:

Artikel Balasan: Vaksinasi Berdasarkan Domisili KTP Itu karena Nakes Terbatas, bukan Dipersulit, Bro!

Bisnis Angkringan Bisa Punah Kalau Distribusi Vaksin Covid-19 Tak Kunjung Ditingkatkan

Bahkan ikut terhasut oleh omongan-omongan tetangga lain yang mengatakan dua minggu sebelumnya tetangga saya itu kontak dengan penderita Covid-19 yang sampai saat ini masih simpang siur kebenarannya, yang membuat ibu saya menutup akses interaksi dengannya. Tapi, di luar dugaan belum ada sehari divaksin ibu saya sudah berani mengobrol tiga jam dengan tetangga saya itu. Gokil, vaksinnya bener-bener manjur pikir saya. Saya lalu mikir, oh pantesan influencer Raffi Ahmad itu langsung bisa pesta tanpa protokol. Nyinyiran netizen ternyata sungguh keliru. Mereka belum tahu saja rasanya ibu saya dan Raffi setelah divaksin, semerdeka itu rupanya.

Sampai sebulan ini ibu saya alhamdulillah tidak bergejala apa pun dari vaksin Sinovac ini. Status positif Covid-19 yang sempat diisukan setelah melakukan vaksinasi juga tidak pernah kejadian. Malah beliau semakin kelihatan bugar dan bersemangat untuk bekerja, tentu tetap melakukan protokol kesehatan. Bahkan kemarin juga sempat ditunjuk sebagai instruktur senam karyawan di rumah sakit tempat ibu saya bekerja. Saya dan sekeluarga pun tidak mendapat akibat buruk dari vaksinasi ibu saya itu. Jadi saya bisa pastikan vaksin Sinovac benar-benar manjur dan aman baik bagi penerima maupun orang sekitarnya. Ah semoga saya dan semua orang bisa kebagian vaksin secepatnya, jadi pengen kan.

BACA JUGA Saya Disuntik Vaksin Covid-19 dan Nggak Jadi Buaya dan tulisan Kevin Winanda Eka Putra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 12 Februari 2021 oleh

Tags: vaksin covid-19
Kevin Winanda Eka Putra

Kevin Winanda Eka Putra

Bukan siapa-siapa dan tidak ingin jadi siapa-siapa.

ArtikelTerkait

Dalam Menanggapi Vaksin Covid-19, Netizen Terbagi Jadi 3 Kubu terminal mojok.co

Saya Disuntik Vaksin Covid-19 dan Nggak Jadi Buaya

26 Januari 2021
trypanophobia Jangan Ngejek Orang yang Takut Jarum Suntik kalau Mereka Mau Vaksin sedangkan Kamu Nggak  mojok.co

Jangan Ngejek Orang yang Takut Jarum Suntik kalau Mereka Mau Vaksin sedangkan Kamu Nggak 

3 Februari 2021
laporcovid-19 vaksinasi covid-19 vaksin nusantara indonesia lepas pandemi ppkm vaksin covid-19 corona obat vaksin covid-19 rapid test swab test covid-19 pandemi corona MOJOK.CO

Vaksin Corona Tetap Dibutuhkan meskipun Kelak Obatnya Sudah Ada

29 Juli 2020
Perlahan tapi Pasti, Warmindo Menggeser Angkringan dari List Tempat Makan Murah terminal mojok.co

Bisnis Angkringan Bisa Punah Kalau Distribusi Vaksin Covid-19 Tak Kunjung Ditingkatkan

5 Februari 2021
Artikel Balasan_ Vaksinasi Berdasarkan Domisili KTP Itu karena Nakes Terbatas, bukan Dipersulit, Bro! terminal mojok

Artikel Balasan: Vaksinasi Berdasarkan Domisili KTP Itu karena Nakes Terbatas, bukan Dipersulit, Bro!

26 Juni 2021
laporcovid-19 vaksinasi covid-19 vaksin nusantara indonesia lepas pandemi ppkm vaksin covid-19 corona obat vaksin covid-19 rapid test swab test covid-19 pandemi corona MOJOK.CO

Vaksin Covid-19 Butuh Waktu Lama untuk Dibuat: Penjelasan Sederhana

21 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pemkab Bangkalan Madura Hanya Omong Kosong Mau Bikin Kabupaten Ini Layak Anak, Nggak Layak Sama Sekali! sumenep, pamekasan

Menerka Alasan Bangkalan akan Terus Berada di Bawah Sumenep dan Pamekasan, padahal Kawasannya Masuk Kota Metropolitan

28 April 2026
Outfit Kabupaten, Hinaan Orang Kota pada Pemuda Kabupaten yang Nggak Adil, Mereka Juga Berhak Berekspresi!

Outfit Kabupaten, Hinaan Orang Kota pada Pemuda Kabupaten yang Nggak Adil, Mereka Juga Berhak Berekspresi!

25 April 2026
Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

27 April 2026
LCGC Bukan Lagi Mobil Murah, Mending Beli Motor Baru (Unsplash)

Tidak Bisa Lagi Disebut Mobil Murah, Nggak Heran Jika Pasar LCGC Semakin Kecil dan Calon Pembeli Jadi Takut untuk Membeli

25 April 2026
Aquascape Hobi Mahal yang Bikin Saya Semangat Cari Uang Mojok.co

Aquascape Hobi Mahal yang Bikin Saya Semangat Cari Uang

28 April 2026
Pengeluaran Tak Terduga setelah Menikah, Bikin Pusing dan Hampir Berutang Tiap Bulan Mojok.co

Pengeluaran Tak Terduga setelah Menikah, Bikin Pusing dan Hampir Berutang Tiap Bulan

24 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya
  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas
  • Basket Campus League 2026: Jadi Pembuktian Kesolidan Tim Timur dan Label Ubaya sebagai “Raja Basket Jawa Timur”
  • Menjadi Guru Honorer di Jakarta Tetap Sama Susahnya dengan di Daerah: Gajinya Cuma Seperempat UMR, Biaya Hidupnya 2 Kali Pendapatan
  • KRL adalah “Arena Perjuangan” Pekerja Jakarta: Tak Semua Orang Sanggup, Hanya Manusia Kuat yang Bisa

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.