Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Memori

Ada Warisan Freemason di Jalan Magelang Yogyakarta

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
4 Oktober 2023
A A
Ada Warisan Jejak Freemason di Jalan Magelang Yogyakarta MOJOK.CO

Dokter Radjiman Wediodiningrat dan keluarga (1909). (Sumber- commons.wikipedia.org)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Siapa sangka, terdapat jejak Freemason di Jalan Magelang, Yogyakarta. Pada ruas jalan sepanjang 25 kilometer yang membentang dari Yogyakarta – Sleman – Tempel – Magelang ini, ada satu titik di mana nama tokoh tarekat mason eksis. Di mana ‘tuh?

Sejak lama, organisasi mason bebas alias Freemason itu misterius, tertutup, ketat dalam menerima anggota, dan yang jelas penuh konspirasi. Namun, perlu ditegaskan lagi bahwa mereka bukanlah sekte keagamaan dan tidak berdasarkan pada teologi apapun, apalagi sesat. 

Menurut sejarawan Theo Stevens dalam bukunya, Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda 1764-1962 (2004), freemason merupakan organisasi internasional yang awalnya merupakan serikat pekerja. Tujuan utamanya pun adalah membangun persaudaraan dan pengertian bersama akan kebebasan berpikir dengan standar moral yang tinggi.

Bahkan, jika mengulik lagi, kata “free” dalam bahasa Inggris berarti bebas; dan “mason” bermakna “pekerja” atau “tukang”. Dengan demikian, ia bisa diartikan sebagai “tukang yang bebas atau pembangun kebebasan”.

Kata Stevens, Freemason sudah eksis di Hindia Belanda sejak 1762. Dalam perkembangannya pun, banyak tokoh nasional Indonesia yang tercatat bergabung bersama tarekat tersebut.

Di Yogyakarta, jejaknya ada di Gedung DPRD DIY, yang dahulu merupakan loji alis tempat kopdar para anggotanya. Bahkan, jika menelusuri lebih lanjut, jejaknya juga masih tersisa di Jalan Magelang-Yogyakarta.

Jejak Freemason di gedung-gedung pemerintahan Jalan Magelang

Warisan Freemason ini dalam bentuk nama jalan, yakni Jalan Radjiman. Yang merupan penggal ruas Jalan Magelang. Sebagai informasi, Jalan Radjiman (yang merujuk pada sosok founding fathers Radjiman Wedyodiningrat) diresmikan pada 1984 lalu oleh Bupati Sleman HS Prodjosujoto.

Penggal ruas jalan Dr Radjiman sepanjang 1,5 kilometer itu, ujung utaranya ada di daerah Wadas, bersua dengan Jalan Magelang dalam dua percabangan. Ujung selatannya ada di bilangan Paten dan Pangukan, tepatnya pada sebuah persimpangan sekaligus titik pertemuan dengan Jalan KRT Pringgodiningrat yang membujur dari timur, serta dengan Jalan Purboyo yang lanjut mengarah ke selatan.

Buat yang belum tahu, tokoh yang pernah menjadi Ketua Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) tersebut merupakan salah satu anggota Freemason dari kalangan bumiputera.

Radjiman mulai menggemari teosofi

Sebagai seorang dokter lulusan STOVIA yang banyak mengenyam pendidikan di Eropa, cara berpikir Radjiman Wedyodiningrat ini selevel lebih open minded daripada priayi lain.

Ia memang seorang Jawa, tapi dalam banyak artikel yang ia tulis di surat kabar Timboel, ia banyak mengutip pemikiran Syekh Siti Jenar, Sidharta Gautama, Yesus Kristus, Hendrik Kraemer, hingga Sigmund Freud. Minatnya akan filsafat memang sudah muncul sejak muda.

Menurut Soebaryo Mangunwidodo dalam bukunya, DR. K.R.T Radjiman Wediodiningrat: Perjalanan Seorang Putra Bangsa 1879-1952 (1994), Radjiman pertama kali mengenal teosofi saat bertugas di Rumah Sakit Semarang. 

Saat bertugas di sana, ia berkenalan dengan seorang guru bernama R. Prawirahardja yang mengenalkannya pada ajaran teosofi. Keduanya sering terlibat diskusi mengenai teosofi dan filsafat.

Bahkan, Radjiman yang sudah “cocok” dengan teosofi mulai mengembangkan ajaran itu ketika bertugas sebagai dokter di Sragen, Jawa Tengah. Pasien-pasien yang berobat kepadanya mendapat “pengajian tambahan”. 

Iklan

Para pasiennya itu, kemudian ia ajak gabung ke teosofi Freemason yang ia dirikan bernama “Wedha Sanjaya”. Tiap Rabu Wage, Radjiman bersama teosof priayi lain rajin mengadakan pertemuan di rumahnya.

Gabung tarekat mason

Selain di Indonesia, jejak Freemason Radjiman terlihat dengan menjalin hubungan dengan para teosof dunia, seperti Annie Besant, Charles Webster Leadbeater, dan Jiddu Krisnamurti. Pertemuannya dengan Annie Besant terjadi saat ia menghadiri ceramah Krisnamurti di Belanda.

Bahkan, Norman Mackenzie dalam Secret Societies (1971) menyebut pada 1913, Radjiman resmi diangkat menjadi anggota Freemason. Berarti, ini setahun sebelum dia menjadi Ketua Boedi Oetomo (1914).

Selain Radjiman, saat  itu juga banyak dari para elite Jawa dan anggota Boedi Oetomo yang masuk dalam organisasi ini. Termasuk Pangeran Ario Notodirodjo dan Raden Adipati Tirto Koesoemo. 

Radjiman tercatat juga menjadi Ketua Neutrale Onderwijs Vereeniging (Perhimpunan Pendidikan Sekular), sebuah organisasi pendidikan milik Freemason.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Melacak Jejak Freemasonry di Jogja, Markas Besarnya di Gedung DPRD DIY

Keluh kesah dan tanggapan Uneg-uneg  bisa dikirim di sini.

Terakhir diperbarui pada 4 Oktober 2023 oleh

Tags: freemasonjalan magelang
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

kuliner sahur jogja di jalan magelang dan jalan kaliurang.MOJOK.CO
Kuliner

Kuliner Sahur Jogja Enak Sekaligus Unik, Dua Jam Ludes Jadi Buruan Orang-orang Pulang Dugem dari Klub Malam

18 Maret 2024
Jalan Gejayan Bencana Demografi Mengintai Sleman dan Kota Jogja MOJOK.CO
Esai

Jalan Gejayan Sleman Adalah Simulator Bencana Demografi yang Bakal Mengancam Kota Jogja dan Sleman 6 Tahun Lagi

7 Oktober 2023
Surabaya Kota Freemason, Gedung BPN Tunjungan Jadi Warisannya MOJOK.CO
Memori

Surabaya Kota Freemason, Gedung BPN Tunjungan Jadi Warisannya

2 Oktober 2023
Jalan kaliurang dan jalan macet lain di Jogja.MOJOK.CO
Liputan

3 Ruas Jalan Paling Menyebalkan di Jogja. Jalan Kaliurang sampai Jalan Selokan Mataram Bikin Pengendara Menderita

30 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut MOJOK.CO

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut

14 Januari 2026
alfamart 24 jam.MOJOK.CO

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026
Penjual kue putu di Jogja. MOJOK.CO

Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa

14 Januari 2026
Ilustrasi Mie Ayam di Jogja, Penawar Kesepian dan Siksaan Kemiskinan (Unsplash)

Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam

19 Januari 2026
franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026
Gotong royong atasi tumpukan sampah Kota Semarang MOJOK.CO

Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

16 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.