Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Luar Negeri

Pasokan Vaksin Covid-19 Global Aman, Hampir 12 Miliar Dosis Telah Disuntikkan

Shinta Sigit Agustina oleh Shinta Sigit Agustina
9 Juni 2022
A A
retno marsudi mojok.co

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi memimpin pertemuan "COVAX Advance Market Commitment Engagement Group" (AMC EG). (ANTARA/HO-Kemlu RI)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Hampir 12 miliar dosis vaksin Covid-19 telah disuntikkan. Pasokan vaksin saat ini diperkirakan dapat mencukupi kebutuhan global.

Kabar gembira tersebut dipaparkan dalam pertemuan COVAX Advance Market Commitment Engagement Group (AMC EG) yang berlangsung secara virtual pada Rabu (8/6/2022). Pertemuan tersebut dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, Menteri Pembangunan Internasional Kanada, dan Menteri Kesehatan Ethiopia.

Menurut Retno, walaupun pandemi belum berakhir namun tren global terkait Covid-19 semakin membaik. Jumlah pasien positif Covid-19 terus menurun, begitu pula dengan jumlah korban jiwa yang melandai.

Dalam keterangan tertulis yang dilansir dari situs Kemenlu, Retno juga mengatakan bahwa permasalahan vaksinasi kini adalah kesenjangan antarnegara.

“Kesenjangan vaksin masih terjadi. Banyak orang dengan risiko tinggi di negara berpendapatan rendah belum divaksin. Jumlah dosis vaksin yang tersedia masih belum bisa diimbangi oleh tingkat penyerapannya,” kata Retno.

Prestasi Covid-19 Vaccine Global Access atau COVAX dalam memberikan vaksinasi patut diapresiasi. Kerjasama multilateralisme terbukti membuahkan hasil.

Namun, perjuangan tidak berhenti sampai di situ. Karena meskipun jumlah pasokan vaksin Covid-19 memadai, namun ketersediaannya belum merata ke seluruh dunia, terutama di negara-negara berpendapatan rendah.

Fokus global pada vaksinasi Covid-19 saat ini mengerucut pada dua hal. Pertama, prioritas pendanaan untuk vaksinasi. Kedua, integrasi vaksinasi Covid-19 dengan intervensi kesehatan lainnya.

Lebih lanjut, Retno juga menjelaskan bahwa COVAX telah terintegrasi dengan berbagai aspek kesehatan global.

“Ini adalah alasan fundamental kenapa COVAX harus terus ada setelah 2022 dan usai pandemi,” tegas Retno.

Keberadaan COVAX diperlukan karena mampu menjadi wadah pemelihara solidaritas berbagai pemangku kepentingan tingkat global. Selain itu, COVAX juga membantu menyediakan solusi permasalahan kesehatan, khususnya bagi negara-negara berkembang.

COVAX AMC EG merupakan forum pengadaan dan distribusi vaksin bagi negara-negara Advanced Market Commitment (AMC) dengan negara donor. Sedangkan COVAX AMC merupakan mekanisme global yang bertujuan menyalurkan vaksin gratis kepada 92 negara berpendapatan rendah hingga menengah ke bawah.

Menlu RI, Retno Marsudi, terpilih menjadi Co-Chair COVAX AMC EG pada 13 Januari 2021 silam bersama dengan Menteri Pembangunan Internasional Kanada dan Menteri Kesehatan Ethiopia.

Hingga tanggal 3 April 2022, Indonesia telah menerima lebih dari 130 juta dosis vaksin dari COVAX AMC maupun Kerjasama bilateral lainnya. Hingga kini, COVAX sendiri telah menyalurkan lebih dari 1,5 miliar dosis vaksin ke 144 negara. Sekitar 88% di antaranya ditujukan bagi negara AMC, yakni mencakup 87 negara.

Iklan

Penulis: Shinta Sigit Agustiani
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Uji Coba Rudal Korea Utara Dinilai Provokasi Serius dan kabar terbaru lainnya di KILAS.

Terakhir diperbarui pada 9 Juni 2022 oleh

Tags: covaxkemenluretno marsudivaksinvaksin covid-19
Shinta Sigit Agustina

Shinta Sigit Agustina

Kontributor

Artikel Terkait

Pemudik memadati Stasiun Tugu Yogyakarta, Rabu (19/04/2023). MOJOK.CO
Kilas

Vaksinasi Tak Lagi Jadi Syarat Perjalanan, PT KAI Masih Tunggu Aturan Resmi

20 April 2023
vaksin booster kedua mojok.co
Kesehatan

Pemerintah Stop Kirim Vaksin ke DIY karena Capain Booster Kedua Rendah Selama Ramadan

30 Maret 2023
vaksin booster mojok.co
Kesehatan

Vaksin Covid Booster Kedua untuk Nakes Dimulai Besok

28 Juli 2022
Mendobrak ala Bu Retno Marsudi, Sepatu Selen ala Bu Menlu
Esai

Mendobrak ala Bu Retno Marsudi, Sepatu Selen ala Bu Menlu

25 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Innova Reborn: Mobil Keluarga yang Paling Punya Adab (Wikimedia Commons)

Ketika Bapak Semakin Ngotot Membeli Innova Reborn untuk Jadi Mobil Keluarga, Anak-anaknya Khawatir Hidup di Desa Jadi Cibiran Tetangga

4 April 2026
kuliah, kerja, sukses.MOJOK.CO

Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus

7 April 2026
Ambisi beli mobil sebelum usia 30. Setelah terbeli Suzuki Ertiga tetap tidak bisa senangkan orang tua dan jadi pembelian sia-sia MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia

3 April 2026
Sumbangan pernikahan di desa, jebakan yang menjerat dan membuat warga menderita MOJOK.CO

Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”

8 April 2026
Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO

Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

6 April 2026
Gaya hidup pemuda desa bikin tak habis pikir perantau yang merantau di kota. Gaji kecil dihabiskan buat ikuti tren orang kaya. MOJOK.CO

Gaya Hidup Pemuda di Desa bikin Kaget Perantau Kota: Kerja demi Beli iPhone Lalu Resign, Habiskan Uang buat Maksa Sok Kaya

6 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.