Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hukum

Kronologi Pembacokan di Titik Nol Kilometer hingga Polisi Meringkus Pelaku

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
10 Februari 2023
A A
Polisi memperlihatkan para pelaku penyerangan dan pembacokan di Titik Nol Km Yogyakarta di Mapolres Yogyakarta,. MOJOK.CO

Polisi memperlihatkan para pelaku penyerangan dan pembacokan di Titik Nol Km Yogyakarta di Mapolres Yogyakarta, Jumat (10/02/2023). (Yvesta Ayu/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Enam pelaku kejahatan jalanan di Titik Nol Kilometer, pada Selasa (07/02/2023) akhirnya ditangkap. FN (28), YG (33), LT (23), TR (27), NK (20) dan GN (17) ditangkap Kamis, (9/2/2023) pukul 12.30 WIB di SPBU Wangon, Banyumas, Jawa Tengah.

Dari enam pelaku, satu orang diantaranya GN merupakan Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) karena masih berstatus pelajar salah satu SMK di Jogja. Sedangkan dua pelaku yakni FN dan YG merupakan karyawan skuter listrik di Malioboro. Keduanya berasal dari Cokrodiningratan dan Sosromenduran. 

Dua pelaku lain merupakan pengemudi ojek online (ojol) dari Pringgokusuman. Satu pelaku merupakan supir yang merupakan warga Sosromenduran.

Para pelaku penganiayaan di Titik Nol Kilometer Jogja ini berhasil ditangkap saat melarikan diri ke luar kota. Mereka diamankan tim Gabungan Polda DIY dan Polresta Yogyakarta ketika mengendarai travel arah Jakarta.

“Para pelaku mengakui perbuatannya dan sempat ketakutan dengan viralnya pemberitaan di media sosial. Sehingga mereka melarikan diri keluar kota bersama-sama,” ungkap Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Syaiful Anwar dalam keterangannya di Mapolresta Yogyakarta, Jumat (10/02/2023).

Diawali korban yang mlebyer dan jumping motor

Menurut pengakuan pelaku, aksi pembacokan kepada korban terjadi karena para pelaku merasa kesal dengan korban yang melintas di bawah jembatan rel kereta api (Kleringan). Korban memainkan gas motor dan mengangkat ban depan saat berkendara ke arah kawasan Malioboro sekitar pukul 04.00 WIB.

Merasa kesal, pelaku mengejar korban dan akhirnya terjadi keributan di Titik Nol Kilometer. GN yang merasa kalah dalam keributan itu kemudian pulang dan mengambil sepotong besi. Dia kemudian menuju ke tempat nongkrong teman-temannya dan melaporkan kejadian tersebut.

“Karena solidaritas, teman-teman GN salah satunya membawa clurit mendatangi rombongan pelapor yang masih berada di Titik Nol Jogja. Akhirnya terjadilah perkelahian dan pengeroyokan tersebut,” jelasnya.

Dalam penangkapan pelaku, polisi mengamankan 10 barang bukti. Di antaranya satu celurit, satu besi knock, dua sepeda motor yang digunakan pelaku saat beraksi. Serta pakaian-pakaian pelaku saat melancarkan aksi kriminalnya.

Para pelaku pembacokan di Titik Nol Kilometer kini terancam Pasal 170 KUHP Subsider Pasal 351 KUHP Juncto Pasal 55 KUHP atau Pasal 56 KUHP, dengan ancaman maksimal 7 Tahun Penjara.

“Ancaman hukuman maksimalnya tujuh tahun penjara,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Jam Malam Anak Diberlakukan di Jogja, Satpol PP Akan Patroli dan informasi menarik lainnya di rubrik Kilas. 

Terakhir diperbarui pada 10 Februari 2023 oleh

Tags: Jogjakejahatan jalananklitihpembacokantitik nol kilometer
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Bukan Cuma Gaji Kecil, Pindah Kerja dari Jakarta ke Jogja Juga Mesti Siap dengan Budaya Pekewuh yang Memperlambat Kerjaan Mojok.co
Pojokan

Penyesalan Pindah Kerja dari Jakarta ke Jogja: Selain Gaji Kecil, Budaya Pekewuh Ternyata Memperlambat Kerjaan

22 Maret 2026
Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO
Urban

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana
Edumojok

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO
Urban

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mudik Gratis dari BUMN 2026. MOJOK.CO

Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

18 Maret 2026
penyiraman air keras.MOJOK.CO

Negara Harus Usut Tuntas Dalang Penyiraman Air Keras ke Aktivis HAM, Jangan Langgengkan Impunitas

16 Maret 2026
Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026
Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang MOJOK.CO

Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

20 Maret 2026
Belajar Tentang Sejarah Ekonomi Komunis China dari Duanju, Drama Vertikal yang Nagih MOJOK.CO

Belajar Sejarah Ekonomi Komunis China Lewat Kamerad Chang dan Duanju yang Bikin Nagih

16 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.