Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

KNKT Rilis Hasil Investigasi Kecelakaan Sriwijaya Air, Ini Gambaran Detik-detik Sebelum Pesawat Jatuh

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
13 November 2022
A A
kecelekaan sriwijaya air mojok.co

Ilustrasi pesawat Sriwijaya Air (Ega Fansuri//Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Setelah dua tahun diselidiki, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akhirnya merilis hasil investigasi terkait penyebab kecelakaan Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ182. Dalam laporan ini, KNKT merinci terkait poin-poin yang dianggap berkontribusi atas kecelakaan pesawat, yang jatuh di Perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, itu.

Melansir siaran pers KNKT, penyebab pertama kecelakaan Sriwijaya Air adalah karena adanya kerusakan pada sistem mekanikal tuas otomatis atau autothrottle. Menurut KNKT, autothrottle tidak dapat menggerakkan thrust lever sebelah kanan, akibat adanya gaya gesek (kesat) atau gangguan lain pada bagian mekanikal.

Selain itu, ada beberapa masalah lain yang membuat pesawat akhirnya mengalami kecelakaan. Mulai dari eror pada sistem Cruise Thrust Split Monitor (CTSM), complacency, hingga confirmation bias yang membuat pilot tidak sadar pesawat berubah arah.

Lantas, bagaimana detik-detik kecelakaan pesawat udara Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ182 menurut KNKT? Berikut ini adalah kesimpulan laporan Investigasi Akhir SJY182 Kecelakaan 9 Januari 2021 di Perairan Kepulauan Seribu, sebagaimana telah dirangkum oleh Mojok:

#1 Kerusakan pada sistem mekanikal autothrottle

Pada 9 Januari 2021, maskapai Sriwijaya Air dijadwalkan melayani rute terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, menuju Bandara Internasional Supadio, Pontianak. Pesawat dengan nomor penerbangan SJY182 tinggal landas (take-off) pada pukul 14.36 WIB.

Ketika sedang bergerak naik (climb), pengaturan arah pada autopilot (A/P) berubah dari LNAV ke HDG SEL; disusul dengan perubahan pengaturan vertikal yang berubah menjadi VIS dan MCP SPD. Menurut KNKT, perubahan ini membutuhkan tenaga mesin yang lebih kecil. Normalnya, pengatur tenaga mesin (thrust lever) akan bergerak mundur bersama untuk mengurangi tenaga mesin.

Dalam temuannya, diketahui bahwa FDR merekam thrust lever kiri bergerak mundur, sedangkan thrust lever kanan tetap. Sehingga, terjadi perbedaan tenaga mesin, yang mana tenaga mesin kiri lebih kecil dibandingkan dengan tenaga mesin sebelah kanan (asymmetry).

“Dengan demikian, investigasi menyimpulkan bahwa sistem autothrottle (tuas otomatis) tidak dapat menggerakkan thrust lever kanan akibat adanya gaya gesek (kesat) atau gangguan lain pada bagian mekanikal thrust lever kanan,” tulis KNKT dalam siaran persnya.

#2 Keterlambatan sistem CTSM

Selanjutnya, menjelang ketinggian 11.000 kaki, permintaan tenaga mesin diketahui semakin berkurang. Hal ini pun membuat thrust lever kiri semakin mundur. Pesawat udara Boeing 737-500 sendiri diketahui telah dilengkapi dengan sistem Cruise Thrust Split Monitor (CTSM), yang berfungsi menonaktifkan autothrottle jika terjadi asymmetry—guna mencegah perbedaan tenaga mesin yang lebih besar.

Penonaktifan autothrottle terjadi antara lain jika flight spoiler membuka lebih dari 2,5° selama minimum 1,5 detik. Dalam laporan KNKT, disebutkan bahwa kondisi ini idealnya tercapai pada pukul 14.39.40 WIB, saat pesawat berbelok ke arah kanan dengan sudut 15″.

“Namun, autothrottle diketahui tetap aktif pada saat itu. Ia menjadi nonaktif baru pada pukul 14.40.10 WIB,” lanjutnya.

Menurut dugaan KNKT, keterlambatan ini diyakini akibat flight spoiler memberikan informasi dengan nilai yang lebih rendah—disebabkan karena penyetelan (rigging) pada flight spoiler. Adapun, penyetelan pada flight spoiler ini sebelumnya belum pernah dilakukan di Indonesia.

Asymmetry, pada akhirnya menimbulkan perbedaan tenaga mesin yang menghasilkan gaya yang membuat pesawat udara pesawat bergeleng (yaw) ke kiri. Secara aerodynamic, kondisi yaw akan membuat pesawat miring (roll) dan berbelok ke kiri. Gaya miring yang membelokkan pesawat udara ke kiri yang dihasilkan oleh perbedaan tenaga mesin menjadi lebih besar dari gaya yang membelokkan ke kanan yang dihasilkan oleh aileron dan flight spoiler, sehingga pesawat berbelok ke kiri.

Keterlambatan CTSM untuk menonaktifkan autothrottle menyebabkan perbedaan tenaga mesin semakin besar, dan pesawat udara berbelok ke kiri yang seharusnya ke kanan. Deviasi berbeloknya pesawat udara tidak sesuai dengan yang diinginkan merupakan indikasi bahwa pesawat udara telah berada pada kondisi upset (situasi upnormal yang berpotensi bahaya).

Iklan

#3 Complacency dan Confirmation Bias

Perubahan yang terjadi di cockpit, seperti perubahan posisi thrust lever, penunjukan indikator mesin, dan perubahan sikap pesawat yang tergambar pada EADI (Electronic Attitude Direction Indicator), tidak disadari oleh pilot. Hal ini mungkin disebabkan karena kepercayaan (complacency) terhadap sistem otomatisasi.

Pada saat pesawat berbelok ke kanan, dan kemudi miring ke kanan dapat membuat pilot berasumsi pesawat berbelok ke kanan sesuai yang diinginkan. Kondisi tersebut, oleh KNKT disebut sebagai confirmation bias, yakni “kondisi di mana seseorang mempercayai informasi yang mendukung opini atau asumsinya.”

Kepercayaan terhadap sistem otomatisasi dan confirmation bias kemungkinan telah menyebabkan kurangnya monitor pada instrumen dan keadaan lain yang terjadi. Pendeknya, complacency dan confirmation bias membuat pilot tidak sadar bahwa pesawat mengambil arah yang tidak seharusnya.

“Karena pilot sudah mengurangi monitornya, kemudian posisi kemudi miring ke kanan, terjadi peringatan pesawat miring berlebih. Ini menimbulkan persepsi pesawat miring berlebih ke kanan. Sehingga, akibatnya tindakan pemulihan atau recovery-nya tidak sesuai. Artinya, pesawat ke arah kiri tapi kemudinya juga dimiringkan ke kiri, karena asumsinya pesawat ini miring ke kanan,” jelas KNKT.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Film Kereta Api Minim, Sutradara Fajar Nugros Garap ‘Stranger with Memories’

Terakhir diperbarui pada 13 November 2022 oleh

Tags: kecelakaan pesawatknktpesawatsriwijaya air
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

5 tips bagi yang pertama kali mudik naik pesawat dan cara dapat promo tiket murah MOJOK.CO
Kilas

Tips 5 Persiapan bagi Orang yang Pertama Kali Mudik Naik Pesawat dan Dapat Promo Tiket Murah

18 Februari 2026
Tips packing barang agar tidak over bagasi, termasuk saat naik pesawat MOJOK.CO
Kilas

Cara Packing Barang agar Nggak Over Bagasi, Salah Satunya saat Naik Pesawat

21 November 2025
Film Tukar Takdir Nggak Sekadar Adegan Mesra Nicholas Saputra dan Adhisty Zara dalam Mobil! Mojok.co
Pojokan

Film Tukar Takdir Nggak Sekadar Adegan Mesra Nicholas Saputra dan Adhisty Zara!

8 Oktober 2025
naik pesawat, pengalaman pertama naik pesawat.co
Ragam

Pengalaman Pertama Naik Pesawat: Sok Berani padahal Takut Ketinggian, Berujung Malu dan Jadi Aib Tongkrongan

16 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Mudik Lebaran mepet dari Jogja dengan kereta demi kumpul keluarga

Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

19 Maret 2026
Burger Aldi Taher Juicy Lucy Mahalini Rizky Febian DUAR CUAN! MOJOK.CO

Memahami Bagaimana Aldi Taher dan Jualan Burgernya yang Cuan Mampus dan Berhasil Menampar Ilmu Marketing Ndakik-Ndakik

17 Maret 2026
penyiraman air keras.MOJOK.CO

Negara Harus Usut Tuntas Dalang Penyiraman Air Keras ke Aktivis HAM, Jangan Langgengkan Impunitas

16 Maret 2026
Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa Mojok.co

Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa

19 Maret 2026
Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan Mojok.co

Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan

15 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.