Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Ketika Zaadit Taqwa Dibully Netizen Gara-Gara Argumennya di Mata Najwa

Redaksi oleh Redaksi
9 Februari 2018
A A
zaadit taqwa
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Apes betul nasib Zaadit Taqwa, mahasiswa sekaligus ketua BEM UI yang beberapa waktu yang lalu sempat bikin heboh karena memberikan kartu kuning pada Presiden Jokowi di acara peringatan Dies Natalies UI.

Dirinya seakan-akan tak henti-hentinya dibully oleh netizen setelah peristiwa kartu kuning itu.

Puncaknya adalah ketika ia diundang di acara Mata Najwa Rabu, 7 Februari 2018 kemarin. Dalam episode tersebut, Zaadit Taqwa diundang menjadi pembicara bersama beberapa ketua BEM dari universitas ternama lainnya, seperti UGM, ITB, IPB, dan Trisakti. Hadir juga sebagai pembicara beberapa pejabat seperti Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Anggota DPR Adian Napitupulu, Desmon J. Mahesa, dan lain-lain.

Dalam kesempatan itu, tiap-tiap ketua BEM diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi mereka terhadap pemerintah.

Nah, ketika tiba waktu bagi Zaadit untuk menyampaikan aspirasi dan gagasannya, rupanya oh rupanya, ia justru mengeluarkan pernyataan yang dianggap kurang cerdas oleh masyarakat.

“Selama kepemimpinan Pak Presiden sekarang sudah membangun beribu-ribu kilometer jalan tol, yang kemudian hanya dinikmati oleh orang-orang yang menggunakan mobil. Kemudian fasilitas-fasilitas yang kemudian hanya bisa digunakan oleh segelintir orang. Sementara teman-teman kita di Papua yang membutuhkan fasilitas-fasilitas umum dan kesehatan yang ternyata di sana masih jauh dari cukup,” kata Zaadit.

Argumen yang kurang cerdas itu kemudian langsung mengundang komentar miring dari para netizen.

“Kata zaadit buat apa bangun jalan beribu ribu kilometer yang hanya dinikmati oleh orang kaya dan punya mobil. Zaadit lupa bahwa jalan dan infrastruktur itu ga cuma buat orang kaya, tapi jadi jalur distribusi, ekonomi dan pemerataan pembangunan,” ujar akun @pakarlogika

“Jalan di Papua cuma buat mobil pribadi katanya? Lha bantuan2 buat masyarakat disana dikirim via apa? santet?” tulis akun @abmzafr.

“Mungkin nak UI yg ini udah tau cara distribusi barang kebutuhan masyarakat tanpa melalui jalan darat. Pakai awan kinton misalnya,” cuit akun @tolethedude.

“Gabisa bayangin pas masa tuanya si zaadit nih ngeliat dia debat di mata najwa dan ditonton oleh banyak pasang mata. ‘Anjir, goblok bet gue yak!'” tulis akun @rezaaditiar.

Tak hanya Zaaditnya yang kena bully, UI sebagai kampus tempat Zaadit belajar pun ikut-ikutan menjadi bahan perundungan.

“Kalau minat masuk UI mendadak turun, kita tahu siapa yang harus disalahkan.” tulis akun @nadzzifalaqol.

“Zaadit adalah semacam balas dendam terbaik bagi mereka-mereka yang dulu tidak diterima di UI” tulis akun @agusmagelangan.

Iklan

Haduuuh, yang sabar ya Mas Zaadit. Netizen memang suka begitu, suka jahat dan terlalu jujur. Hahaha.

zaadit taqwa

Terakhir diperbarui pada 9 Februari 2018 oleh

Tags: jokowikartu kuninguizaadit
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

DOLC 2026. MOJOK.CO
Kilas

DAYS OF LAW CAREER 2026: Jelajahi Peluang dalam Dunia Kerja dengan Satu Langkah Pasti

27 Januari 2026
ILUNI UI gelar konser untuk bencana Sumatra. MOJOK.CO
Hiburan

ILUNI UI Gelar Penggalangan Dana untuk Sumatra lewat 100 Musisi Heal Sumatra Charity Concert

6 Desember 2025
Lulus S2 dari UI, resign jadi dosen di Jakarta. MOJOK.CO
Kampus

Lulusan S2 UI Tinggalkan Karier Jadi Dosen di Jakarta, Pilih Jualan Online karena Gajinya Lebih Besar

5 Desember 2025
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Honda Vario: Motor yang Menyalahi Kodrat dan Nggak Waras MOJOK.CO

Honda Vario Adalah Motor yang Menyalahi Kodrat dan Nggak Waras, tapi Tetap Sakti dan Menjadi Pionir Matik Honda Selanjutnya

3 Maret 2026
User bus ekonomi Sumber selamat pertama kali makan di kantin kereta api. Termakan ekspektasi sendiri MOJOK.CO

User Bus Sumber Selamat Pertama Kali Makan di Kantin Kereta, Niat buat Gaya dan Berekspektasi Tinggi malah Berakhir Meratapi

25 Februari 2026
Ibuku Demensia dan Aku Seorang Sandwich Generation yang Kecewa Absennya Negara Bagi Kami para Caregiver MOJOK.CO

Ibuku Demensia dan Aku Seorang Sandwich Generation yang Kecewa Absennya Negara Bagi Kami Para Caregiver

4 Maret 2026
5 makanan khas Jawa Timur (Jatim). Beri kesempatan kaum pas-pasan cicipi kuliner terbaik/terenak dunia MOJOK.CO

5 Makanan Khas Jawa Timur yang Beri Kesempatan Orang Pas-pasan Nikmati Kuliner Terenak Dunia, Di Harga Murah Pula

1 Maret 2026
Ironi bapak kerja habis-habisan 60 jam agar anak tak susah finansial. Tapi peran sebagai ayah dipertanyakan karena anak mengaku fatherless MOJOK.CO

Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

26 Februari 2026
Pekerja Jakarta vs pekerja Jogja yang slow living

Sebagai Pekerja Jakarta yang Terbiasa Kerja “Sat Set”, Saya Nggak Nyaman dengan Etos Orang Jogja yang Terlalu Santai

2 Maret 2026

Video Terbaru

Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

28 Februari 2026
Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.