Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Kemenangan Oposisi Malaysia, Sinyal Kemenangan Oposisi di Indonesia?

Redaksi oleh Redaksi
11 Mei 2018
A A
Kemenangan Oposisi Malaysia, Sinyal Kemenangan Oposisi di Indonesia?

Kemenangan Oposisi Malaysia, Sinyal Kemenangan Oposisi di Indonesia?

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tak bisa dibantah bahwa dulu banyak negara-negara Asia-Afrika punya semangat dan inspirasi untuk merdeka salah satunya karena Indonesia merdeka. Begitulah memang hukum kemenangan bekerja. Kemenangan satu pihak bisa menjadi inspirasi kemenangan bagi pihak yang lain.

Sekarang, menjelang pilpres 2019 Indonesia mendatang, hukum kemenangan bisa kembali dipakai. Kemenangan Mahathir Mohamad di pemilu Malaysia ternyata dianggap membawa inspirasi dan angin segar bagi para oposisi pemerintah Indonesia yang selama ini rajin menggelorakan semangat ganti presiden. Maklum saja, posisi Mahathir Mohamad di pemilu Malaysia memang sebagai tokoh oposisi, dan ia menjadi oposisi pertama yang berhasil mengalahkan koalisi partai yang berkuasa selama 60 tahun terakhir.

Menangnya oposisi di pemilu Malaysia banyak dianggap sebagai pertanda, utamanya oleh tokoh-tokoh opisisi pemerintah Indonesia bahwa di pemilu mendatang, koalisi pemerintah bisa tumbang oleh oposisi.

Trio penyerang utama oposisi, Fahri Hamzah, Fadli Zon, dan Mardani Ali Sera, seperti biasa sudah mulai bermanuver.

“Tampak-tampaknya memang kita akan memiliki pemimpin baru, orang yang lebih mengerti perasaan masyarakat, yang akan sanggup menjurubicarai perasaan yang tidak terkatakan. Dan itu akan datang suatu kelompok yang mengerti apa yang sedang terjadi dan bagaimana kita melihat masa depan kita yang lebih baik dan optimistis,” kata Fahri Hamzah.

Kompatriot Fahri Hamzah sesama wakil ketua DPR, Fadli Zon malah lebih jelas lagi. Ia menyebut ini sebagai tanda-tanda keyakinan atas tagar #2019GantiPresiden.

“Tanda-tanda zaman, selamat pada Mahathir Mohamad yang menang dalam pemilu dan jadi perdana menteri dalam usia 92 tahun, semakin yakin #2019GantiPresiden,” kata Fadli Zon.

Sementara Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera melihat kemenangan oposisi sebagai angin perubahan yang kemungkinan juga bisa bertiup di pilpres Indonesia 2019 nanti.

“Saya ingin mengatakan kalau di Malaysia angin perubahan itu ada, Indonesia yang selama ini jadi pioner perubahan, lebih kuat lagi angin itu ada, 2019 ganti presiden,” kata Mardani Ali Sera.

Lantas, apakah tahun 2019 oposisi bakal menang? Entahlah. Yang jelas, di tahun 1981, saat Mahathir Mohamad terpilih sebagai perdana menteri pertama kalinya, Liverpool berhasil menjadi juara Liga Champions setelah mengalahkan Real Madrid. Dan sekarang, Mahathir Mohamad kembali terpilih menjadi perdana menteri.

Semoga kita semua peka terhadap sinyal ini.

mahathir mohamad

Terakhir diperbarui pada 9 Oktober 2018 oleh

Tags: Fadli ZonFahri Hamzahmahathir mohamadmardani ali seraoposisi indonesiaoposisi malaysiapemilu malaysiaPilpres 2019
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Wali Kota Agustina Wilujeng ajak anak muda mengenal sejarah Kota Semarang lewat kartu pos MOJOK.CO
Kilas

Kartu Pos Sejak 1890-an Jadi Saksi Sejarah Perjalanan Kota Semarang

20 Desember 2025
Gedung Sarekat Islam, saksi sejarah dan merwah Semarang sebagai Kota Pergerakan MOJOK.CO
Kilas

Upaya Merawat Gedung Sarekat Islam Semarang: Saksi Sejarah & Simbol Marwah yang bakal Jadi Ruang Publik

20 Desember 2025
Pacu Jalur Direcoki Pemerintah Jadi Cringe dan Nggak Seru Lagi MOJOK.CO
Esai

Saat Negara Turut Campur Aura Farming Pacu Jalur, Semua Jadi Terasa Cringe dan Nggak Seru Lagi

14 Juli 2025
Fadli Zon: Narasi Orde Baru dalam Bayang-Bayang Reformasi
Video

Fadli Zon: Narasi Orde Baru dalam Bayang-Bayang Reformasi

12 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Belajar Tentang Sejarah Ekonomi Komunis China dari Duanju, Drama Vertikal yang Nagih MOJOK.CO

Belajar Sejarah Ekonomi Komunis China Lewat Kamerad Chang dan Duanju yang Bikin Nagih

16 Maret 2026
gojek instant.MOJOK.CO

Gojek Buka Titik Jemput Instan di Terminal Giwangan, Mudahkan Para Penumpang Bus yang Bingung Mencari Transportasi Lanjutan

12 Maret 2026
Mahasiswa Pariwisata UGM Jogja belajar dari kepala suku di Raja Ampat, lebih dari ilmu kuliah

Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata

13 Maret 2026
Mudik Lebaran dengan travel mobil

Niat Ingin Lebih Cepat Naik Travel Malah Bikin Trauma, Sopir Tak Tahu Aturan dan Penumpang Tidak Tahu Diri

12 Maret 2026
Perasaan duka

Duka Dianggap Hanya Terjadi saat Menangis, padahal Perasaan Sedih Bisa Muncul secara Random dan Absurd

10 Maret 2026
mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah ISI Jogja dihujat. MOJOK.CO

Sisi Lain Penerima KIP Kuliah yang Tak Dipahami Para Mahasiswa “Polisi Moral”, Dituntut Untuk Selalu Terlihat Miskin dan Menderita

12 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.