Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edupedia
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edupedia
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

JILF 2025 Angkat Isu Sastra dan Kemanusiaan

Redaksi oleh Redaksi
15 November 2025
A A
JILF 2025 Mojok.co

JILF 2025 (Dok. JILF)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – JILF 2025 mengangkat tema tentang kemanusiaan. Sejatinya sastra sebagai bagian dari gerakan publik. Festival ini mengajak kita untuk merenungkan makna tanah air. 

Jakarta International Literary Festival (JLIF) 2025 resmi bergulir sejak tanggal 13 hingga 16 November 2025 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Kali ini JILF 2025 mengambil tema Homeland in Our Bodies/Tanah Air dalam Tubuh Kita.  Tema ini diangkat sebagai upaya untuk memangkas jarak antara sastra dan politik serta antara sastra dan gerakan publik.

“Melalui perspektif kemanusiaan (humanity), Homeland in our Bodies hendak memberi garis bawah pada sikap politik sastra sebagai bagian dari gerakan publik dalam kerangka festival. Makna tanah air terintegrasi dengan makna kemanusiaan, sebab tanah air termanifestasikan pada tubuh manusia, pada tubuh kita,” ujar Kiki Sulistyo, salah satu kurator JILF 2025. Selain Kiki, dua kurator JILF 2025 lainnya yakni Evi Mariani dan Ronny Agustinus.

Tema ini penting untuk diangkat mengingat berbagai peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini, baik di Indonesia maupun dalam tataran internasional, telah menciptakan keresahan akut yang membuat kita nyaris tak berdaya. Misalnya saja, pengelolaan ekonomi ekstraktif yang tak mengindahkan keseimbangan alam dan dampaknya bagi masyarakat di sekitarnya, suara kelompok minoritas yang dianggap sebagai nada sumbang pembangunan, demokrasi yang tak berjalan di atas kepentingan rakyat, kekerasan negara yang didukung algoritma dan asosiatif (membawa buku bertema politik adalah pemberontakan) dan genosida yang terjadi di depan mata.

Soroti Isu Kemanusiaan

Direktur Eksekutif JILF 2025, Avianti Armand mengatakan kemanusiaan merupakan topik yang terlintas pertama kali saat menggodok ide festival sastra kelima yang berlangsung sejak 2019. Dalam puisi The Last Train Has Stopped, Mahmoud Darwish, penyair Palestina, menggunakan frasa “homeland in my body” yang menyiratkan bahwa tanah air berada di dalam tubuh manusia. Oleh karenanya, manusia harus bebas dari penjajahan, penindasan, dan ketidakadilan. “Tema yang paling tepat untuk diangkat dan direspons adalah tentang kemanusiaan. Kami ambil sebaris puisi Darwish yang dikembangkan jadi Homeland in Our Bodies. Karena kita tidak sendiri bicarakan kemanusiaan,” ungkapnya.

JILF 2025 Mojok.co
Press Conference JILF 2025 (Dok. JILF)

Katharine E. McGregor, penulis dan profesor dalam bidang sejarah Indonesia, mengajak para pembaca untuk merenungkan tema JILF 2025, terutama kaitannya dengan narasi sejarah tentang tanah air yang tak pernah tunggal, tetapi juga membuka ruang untuk menggali kemanusiaan bersama sebagai bentuk refleksi kritis. “Tema festival mengajak kita untuk merenungkan interpretasi yang beragam, inklusif, dan adil tentang tanah air, melampaui definisi sempit dan eksklusif tentang sebuah bangsa,” ujarnya.

Selain sebagai wadah aktivisme dan solidaritas, penyelenggaraan JILF 2025 menguatkan status Jakarta sebagai kota literasi yang disematkan oleh UNESCO. Ketua Dewan Kesenian Jakarta Bambang Prihadi menyatakan bahwa perhelatan JILF 2025 menjadi titik temu atau ruang terbuka bagi berbagai kepentingan politik, agama, dan ekonomi.

Rangkaian Program JILF 2025

JILF 2025 tersusun atas berbagai rangkaian program, meliputi: Bincang Penulis (Authors’ Forum) yang menghadirkan 23 penulis Indonesia (dari Bireuen, Boyolali, Singkawang, Larantuka, Mamuju, Paniai, dan lainnya) dan 4 penulis mancanegara, Baca Kata (Reading Night) berisi pembacaan karya dari 11 penulis, Tumbuh dan Merambat (Live Mural) dengan menghadirkan langsung pembuatan mural oleh 6 seniman dengan beragam interpretasi.

Selain itu juga terdapat Program Kolaborasi (Fringe Events) berisi peluncuran buku dan diskusi isu terkini, Pasar Kata (Community Showcase) yang menghadirkan berbagai elemen dalam ekosistem sastra, literasi, dan budaya; Pasar Buku (Bazaar) dan ditutup dengan Pentas Kata (Performance).

JILF 2025 akan terselenggara pada 13-16 November 2025 di Taman Ismail Marzuki. Malam Pembukaan akan berlangsung pada Kamis, 13 November 2025 di Plaza Teater Besar pukul 19.00 – 22.00 WIB. Silakan membaca pemikiran para penulis yang tersusun dalam Buku Program melalui tautan jilf.id/program-book. Informasi lebih lanjut kunjungi website www.jilf.id atau Instagram @jild.indo.

BACA JUGA Simbol Semarang “Kota Pelestari Budaya”: Festival Wayang, Patung Bima Srikandi, hingga Akademi Wayang atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

Terakhir diperbarui pada 15 November 2025 oleh

Tags: BukuFestival SastraFetival Literasi. LiterasijilfSastra
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

pencuri buku.MOJOK.CO
Mendalam

Siasat Kelompok Pencuri Buku di Jogja: Robin Hood atau Krimininal?

9 Desember 2025
Pesta Literasi Mojok.co
Kilas

Kupas Kreativitas di Era Teknologi, Magdalene.co dan Alitra Gelar Pesta Literasi 5.0

21 November 2025
Sweeping buku oleh aparat Jawa Barat: mencekal ilmu pengetahuan, masyarakat tak boleh pintar MOJOK.CO
Ragam

Derita Jadi WNI: Dipaksa Anti-Pengetahuan dan Tak Boleh Pintar, Suka Baca Buku Dianggap “Ancaman”

22 September 2025
Usung tema Rampak. Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2025 jadi ruang temu dan kolaborasi MOJOK.CO
Seni

Festival Sastra Yogyakarta 2025 Tak Sekadar Pertunjukan, Pikirkan Nasib Sastrawan hingga Melahirkan Penulis Baru

28 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kentucky, rocket chicken mojok.co

“Kentucky” Pinggir Jalan: Makanan Biasa-Biasa Saja yang Terasa Mewah, Menyadarkan Betapa Miskinnya Saya Dulu

29 Januari 2026
Tinggal di perumahan lebih bisa slow living dan frugal living ketimbang di desa MOJOK.CO

Salah Kaprah Soal Tinggal di Perumahan, Padahal Lebih Slow Living-Frugal Living Tanpa Dibebani Tetangga ketimbang di Desa

30 Januari 2026
Suasana "Tiongkok Kecil" di Lasem. MOJOK.CO

Pertama Kali Jalan-jalan ke “Negeri Tiongkok Kecil” Lasem, Banyak Situs Sejarah Mangkrak Tak Terawat

27 Januari 2026
Muhammadiyah larang pakai AI berlebihan. MOJOK.CO

AI Mengancam Orang Malas Berpikir, Tak Sesuai dengan Ajaran Muhammadiyah

29 Januari 2026
Lula Lahfah Beri Pelajaran Penting tentang Kabar Duka: Saat Kematian Tak Dibiarkan Hening MOJOK.CO

Lula Lahfah Beri Pelajaran Penting tentang Kabar Duka: Saat Kematian Tak Dibiarkan Hening

28 Januari 2026
5 Motor Honda yang Sebaiknya Tidak Diproduksi dan Tidak Pernah Ada, Kepikiran pun Harusnya Tidak

5 Motor Honda yang Sebaiknya Tidak Diproduksi dan Tidak Pernah Ada, Kepikiran pun Harusnya Tidak

25 Januari 2026

Video Terbaru

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

28 Januari 2026
Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

27 Januari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Tawa yang Tidak Sepenuhnya Bercanda

Roasting Zainal Arifin Mochtar (Bagian 2): Strategi Biar Bisa Jadi Guru Besar

24 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.