Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Jadi Pelaksana Tugas Menteri Kelautan dan Perikanan, Luhut Langsung Setop Izin Ekspor Benih Lobster

Redaksi oleh Redaksi
27 November 2020
A A
benih lobster
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kebijakan pertama Luhut Panjaitan sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan adalah menyetop izin ekspor benih lobster

Satu hari sudah Luhut Binsar Panjaitan menjabat sebagai pelaksana tugas Menteri Kelautan dan Perikanan pasca-ditetapkannya Edhy Prabowo sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan suap perizinan ekspor benih lobster.

Sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan yang baru (walau statusnya ad interim), Luhut langsung mengambil kebijakan besar. Tak tanggung-tanggung, Luhut langsung memutuskan untuk menyetop izin ekspor benih lobster.

Keputusan penghentian izin ekspor benih lobster tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor B. 22891/DJPT/PI.130/XI/2020 yang ditandatangani Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Muhammad Zaini pada Kamis, 26 November 2020 lalu.

Kendati demikian, penghentian tersebut sampai saat ini masih bersifat sementara. Status penghentian izin tersebut berlaku sampai batas waktu yang belum ditentukan.

“Surat edaran di keluarkan hari ini dan berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan,” Sekretaris Jenderal KKP Antam Novambar seperti dikutip dari CNBC Indonesia.

Dalam surat edaran tersebut, dijelaskan bahwa kebijakan penghentian izin ekspor benih lobster diambil untuk memperbaiki tata kelola pengelolaan benih bening lobster sebagaimana diatur dalam Permen KP Nomor 12 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia pasca-terungkapnya praktik suap dalam mekanisme ekspor benih lobster yang melibatkan beberapa pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Setelah surat edaran tersebut dikeluarkan, praktis, seluruh perusahaan eksportir benih lobster yang sebelumnya sudah beroperasi mau tak mau harus harus menghentikan kegiatan bisnisnya.

Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan kesempatan kepada perusahaan eksportir yang sudah kadung mengemas benih lobster untuk segera dikirim maksimal satu hari setelah surat edaran KKP dikeluarkan.

Penghentian izin ekspor benih lobster, yang walaupun sifatnya masih bersifat sementara ini tentu saja menjadi langkah yang sangat besar. Maklum saja, izin ekspor benih lobster memang menjadi perbedaan besar Kementerian Kelautan dan Perikanan di bawah kepemimpinan Edhy Prabowo dan Susi Pudjiastuti.

Seperti diketahui, di masa kepemimpinannya, Susi Pudjiastuti melarang keras praktik ekspor bibit lobster karena selain dinilai tidak strategis secara pemasukan untuk negara, juga punya dampak yang buruk terhadap kelestarian lobster.

Sementara di masa kepemimpinan Edhy Prabowo, larangan ekspor benih lobster yang pernah diterbitkan oleh Susi Pudjiastuti justru dicabut.

Hal tersebut membuat Susi Pudjiastuti berkali-kali melayangkan protes dan kritiknya melalui akun media sosialnya.

Nah, kalau ternyata Luhut mempermanenkan larangan izin ekspor benih lobster, maka bukan tak mungkin Luhut akan mendapatkan simpati banyak orang seperti Susi Pudjiastuti yang juga mendapatkan gelombang simpati dan dukungan atas kebijakannya dulu.

Iklan

Itu kalau Pak Luhut mau. Sekali lagi, kalau Pak Luhut mau. Kalau nggak mau ya nggak papa.

benih lobster

BACA JUGA Luhut Binsar Panjaitan adalah Mimpi Tertinggi Seorang Batak di Indonesia dan artikel KILAS lainnya.

Terakhir diperbarui pada 27 November 2020 oleh

Tags: edhy prabowoKKPlobsterLuhut
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Jurusan Perikanan Kerap Dianggap Sebelah Mata, padahal Potensi Cuannya Amat Besar dan Peluang Kerjanya Begitu Luas!
Kampus

Jurusan Perikanan Dianggap Sebelah Mata, padahal Potensi Cuannya Amat Besar dan Peluang Kerjanya Begitu Luas!

24 April 2024
Surat untuk Luhut Tol Serang Panimbang Wujud Penderitaan Warga Lebak Banten MOJOK.CO
Esai

Surat untuk Luhut: Tol Serang Panimbang Wujud Penderitaan Warga Lebak Banten

29 April 2023
sekolah kedinasan perikanan dan kelautan mojok.co
Pendidikan

Deretan Sekolah Dinas di Bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan

6 April 2023
Esai

Tentang Haris Azhar dan Fatia, Luhut Perlu Belajar dari Marcus Aurelius

8 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pekerja Jogja Kangen Mengadu Nasib di Bali, Kerjanya Sama-Sama Santai dan Biaya Hidup Lebih Murah Mojok.co

Mending Kerja di Bali daripada Jogja, Kerjanya Sama-Sama Santai dan Biaya Hidup Lebih Murah

30 Maret 2026
Kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) diajar dosen absurd. Mata kuliah (matkul) apa yang diajar apa. Fokus mengharamkan dan mengkafirkan pihak lain MOJOK.CO

Diajar Dosen “Absurd” saat Kuliah UIN: Isi Matkul Paksa Sesatkan dan Mengafirkan, Ujian Akhirnya Praktik Wudu yang Berakhir Nilai C

29 Maret 2026
Gaji 8 Juta di Jakarta Jaminan Miskin, Kamu Butuh 12 Juta MOJOK.CO

Gaji 8 Juta di Jakarta Tetap Bisa Bikin Kamu Miskin, Idealnya Kamu Butuh Minimal 12 Juta Jika Ingin Hidup Layak tapi Nggak Semua Pekerja Bisa

2 April 2026
Punya rumah besar di desa jadi simbol kaya tapi terasa hampa MOJOK.CO

Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

2 April 2026
Ambisi beli mobil sebelum usia 30. Setelah terbeli Suzuki Ertiga tetap tidak bisa senangkan orang tua dan jadi pembelian sia-sia MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia

3 April 2026
Gagal kuliah di PTN karena tidak lolos SNBP, padahal masih ada jalur SNBT dan UM UGM

Gagal Lolos SNBP UGM Bukan Berarti Bodoh, Seleksi Nilai Rapor Hanya “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tidak Menjamin Masa Depan

1 April 2026

Video Terbaru

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.